Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
INSTITUTE for Development of Economics and Finance (Indef) menilai daya beli masyarakat Indonesia masih cukup rendah. Ini karena sebagian besar pendapatan yang dihasilkan masyarakat dihabiskan untuk kebutuhan perut, alias makanan.
"Daya beli masyarakat kita itu sebenarnya rendah. Karena hampir semua income itu digunakan untuk membeli makanan," ujar Direktur Program Indef Esther Sri Astuti saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk Akselerasi Ekonomi di Ujung Tanduk, Selasa (7/2).
Pernyataan tersebut mengacu dari data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dari data itu diketahui bahwa kontribusi konsumsi makanan dan minuman selain restoran pada konsumsi rumah tangga nasional mencapai 40,32%.
Selain urusan perut, pendapatan masyarakat juga diketahui dihabiskan untuk konsumsi di sektor transportasi dan komunikasi. Kontribusi pengeluaran di sektor itu mencapai 22,36% terhadap konsumsi rumah tangga.
"Jadi pengeluaran paling besar itu dialokasikan untuk mengonsumsi makanan dan minuman. Lalu juga digunakan untuk transportasi dan komunikasi sebagai dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)," kata Esther.
Baca juga: Indonesia Diminta Waspada Risiko Peningkatan Biaya Hidup
"Masyarakat, melalui data BPS ini terlihat sangat sedikit sekali mengalokasikan pendapatannya untuk diinvestasikan ke dalam pendidikan," tambahnya.
Sebab, dari data itu terlihat kontribusi konsumsi kesehatan dan pendidikan hanya 6,89% terhadap konsumsi rumah tangga nasional. Angka itu bahkan di bawah dari kontribusi konsumsi restoran dan hotel (9,99%) dan perumahan dan perlengkapan rumah tangga (12,59%).
Padahal, kata Esther, untuk mendorong peningkatan pendapatan, diperlukan kemampuan dan kecakapan dari sumber daya manusia. Karenanya, pemerintah didorong untuk meningkatkan kapasitas ekonomi rumah tangga melalui beragam saluran yang dimungkinkan.
"Insentif tidak hanya bansos, bansos itu temporer, solusi sementara. Solusi yang sustain dan langgeng adalah meningkatkan kapasitas dari sumber daya manusianya, meningkatkan kapasitas ekonomi rumah tangga dengan touch up skill, sehingga ada income yang lebih baik," pungkasnya.
Adapun konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan ekonomi terbesar di Indonesia. Di 2022, merujuk data BPS, porsi konsumsi rumah tangga tercatat 2,38% dari angka pertumbuhan 5,01%.
Sementara distribusi konsumsi rumah tangga terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat 51,65% dengan pertumbuhan secara tahunan di angka 4,48%. (OL-4)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Selain faktor suku bunga, Deni menilai bahwa kondisi neraca pembayaran pemerintah juga turut memberikan tekanan.
Meskipun ada penurunan harian, secara mingguan tren harga emas masih menunjukkan penguatan signifikan akibat tensi geopolitik global yang belum mereda.
Ia menilai tidak adanya kecocokan antara kebijakan pusat dan aspirasi lokal membuat masyarakat merasa diabaikan.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney bertemu Presiden Xi Jinping di Beijing. Kunjungan pertama dalam 8 tahun ini menjadi titik balik hubungan kedua negara.
Indonesia kembali berada di persimpangan strategis antara penguatan kapasitas negara untuk pembangunan jangka panjang atau konsolidasi kekuasaan ekonomi.
Harga emas batangan Antam diprediksi akan melanjutkan tren kenaikan hingga mendekati level psikologis Rp2,7 juta per gram akibat sentimen positif melandainya inflasi Amerika Serikat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved