Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MINYAK goreng kemasan subsidi dari pemerintah dengan merek dagang Minyakita mulai langka dan menghilang di sejumlah pasar tradisional di berbagai daerah.
Minyak goreng dalam bentuk kemasan yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp14 ribu per liternya ini sudah beberapa pekan lamanya sulit didapatkan. Kalaupun ada, harganya sudah berbeda dari harga jual yang ditetapkan sebelumnya.
Baca juga: Pemerintah Berupaya Kendalikan Tingkat Inflasi
Di Bekasi, Jawa Barat, sejumlah konsumen sudah tidak bisa mendapatkan Minyakita. Mereka terpaksa beralih ke minyak goreng curah yang harganya lebih tinggi namun berkualitas rendah.
Akibat kelangkaan Minyakita, minyak goreng curah yang sebelumnya dijual Rp15.500 per liternya kini naik menjadi Rp16 ribu–Rp17 ribu per liternya.
Salah seorang konsumen Weli mengaku kelangkaan Minyakita sudah terjadi sejak dua pekan lalu.
“Saya terpaksa kembali ke minyak goreng curah untuk jual gorengan karena Minyakita stoknya sudah tidak ada di pedagang pasar,” ucap Weli, Kamis (2/2/2023).
Di Temanggung, Jawa Tengah, Minyakkita juga menghilang dari peredaran dari sejumlah pasar tradisional.
Sejumlah pedagang mengaku sudah tidak mendapatkan distribusi Minyakita dan kelangkaan itu sudah terjadi hampir sebulan lamanya.
Pedagang sembako Kholifah mengatakan banyak konsumen yang masih mencari Minyakita tapi sudah tidak ada stoknya.
“Akibat langkanya Minyakita, harga minyak goreng kemasan dan minyak goreng curah jadi ikut naik,” ujar Kholifah.
Minyakita merupakan minyak goreng dalam bentuk kemasan sederhana yang terjangkau harganya dan dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan guna mempermudah masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan minyak goreng.
Minyak goreng kemasan rakyat dengan harga yang disubsidi ini sebelumnya merupakan solusi atas tingginya harga minyak goreng di sejumlah daerah. Namun, sangat disayangkan keberadaannya kini sudah mulai menghilang di pasaran. (Mef/A-3)
Penyaluran ini ditujukan untuk memperkuat ketersediaan stok minyak goreng rakyat sekaligus menjaga keterjangkauan harga di pasaran, terutama menjelang bulan Ramadan.
Pengawasan pergerakan harga dilakukan secara koordinasi lintas sektor. Salah satunya mengawasi harga komoditas yang bisa memengaruhi inflasi.
Memasuki minggu ketiga Januari 2026, seluruh komoditas cabai di Kota Padang Panjang tercatat mengalami penurunan harga.
Harga cabai merah di Sumatra Utara diproyeksikan bakal merangkak naik pada pekan depan.
Selain itu, cabai merah turun Rp3.816 menjadi Rp52.184/kg, bawang merah turun Rp833 menjadi Rp43.484/kg, serta bawang daun turun Rp630 menjadi Rp8.700/kg.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, terpantau mulai stabil dan cenderung menurun, paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan telur ayam.
MELAMBUNGNYA harga kebutuhan pokok di Pulau Bawean, membuat warga di sana menjerit. Meningkatnya harga terjadi karena kelangkaan yang terjadi akibat pasokan yang minim.
DPRD Kota Bogor meminta tambahan titik-titik operasi pasar tersebut sebelum memasuki Ramadan, untuk menjaga daya beli masyarakat secara merata.
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher tidak sependapat dengan pemerintah yang menyebut langka dan mahalnya beras di pasaran karena perubahan cuaca yang membuat hasil panen turun.
Jadi, ketersediaan air di masyarakat itu sangat penting setiap hari. Jangan sampai terjadi kelangkaan pasokan-lah
Malah pemerintah seharusnya bukan melarang tapi memikirkan bagaimana mekanisme pengamanan terkait angkutan logistik dan kendaraan mudik itu, semuanya bisa aman dan safety.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved