Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
MINYAK goreng kemasan subsidi dari pemerintah dengan merek dagang Minyakita mulai langka dan menghilang di sejumlah pasar tradisional di berbagai daerah.
Minyak goreng dalam bentuk kemasan yang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp14 ribu per liternya ini sudah beberapa pekan lamanya sulit didapatkan. Kalaupun ada, harganya sudah berbeda dari harga jual yang ditetapkan sebelumnya.
Baca juga: Pemerintah Berupaya Kendalikan Tingkat Inflasi
Di Bekasi, Jawa Barat, sejumlah konsumen sudah tidak bisa mendapatkan Minyakita. Mereka terpaksa beralih ke minyak goreng curah yang harganya lebih tinggi namun berkualitas rendah.
Akibat kelangkaan Minyakita, minyak goreng curah yang sebelumnya dijual Rp15.500 per liternya kini naik menjadi Rp16 ribu–Rp17 ribu per liternya.
Salah seorang konsumen Weli mengaku kelangkaan Minyakita sudah terjadi sejak dua pekan lalu.
“Saya terpaksa kembali ke minyak goreng curah untuk jual gorengan karena Minyakita stoknya sudah tidak ada di pedagang pasar,” ucap Weli, Kamis (2/2/2023).
Di Temanggung, Jawa Tengah, Minyakkita juga menghilang dari peredaran dari sejumlah pasar tradisional.
Sejumlah pedagang mengaku sudah tidak mendapatkan distribusi Minyakita dan kelangkaan itu sudah terjadi hampir sebulan lamanya.
Pedagang sembako Kholifah mengatakan banyak konsumen yang masih mencari Minyakita tapi sudah tidak ada stoknya.
“Akibat langkanya Minyakita, harga minyak goreng kemasan dan minyak goreng curah jadi ikut naik,” ujar Kholifah.
Minyakita merupakan minyak goreng dalam bentuk kemasan sederhana yang terjangkau harganya dan dikeluarkan oleh Kementerian Perdagangan guna mempermudah masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan minyak goreng.
Minyak goreng kemasan rakyat dengan harga yang disubsidi ini sebelumnya merupakan solusi atas tingginya harga minyak goreng di sejumlah daerah. Namun, sangat disayangkan keberadaannya kini sudah mulai menghilang di pasaran. (Mef/A-3)
Beras medium SPHP seharga Rp57.500 kemsan 5 kg, beraskita premium Rp74.000 kemasan 5 kg, minyakkita Rp31 ribu kemasan 2 liter.
Beras SPHP dijual Rp58 ribu per kemasan 5 kilogram. kemudian gula pasir Rp15 ribu per kilogram, minyakkita 2 liter Rp25 ribu, telur ayam 10 butir 10 ribu rupiah atau 1.000 per butir.
Beras kemasan yang sebelumnya dijual sekitar Rp14.000 hingga Rp15.000 per kg kini mencapai Rp16.000 hingga Rp17.000 per kg.
Selain ketersediaan beras, Bulog juga memastikan pasokan minyak goreng tetap terjaga
Pantauan di Pasar Aviari Batu Aji, Pasar Mitra Raya Batam Center, dan Pasar Sagulung menunjukkan harga minyak goreng rakyat tersebut masih berada di kisaran Rp16.000 per liter.
BADAN Pangan Nasional (Bapanas) tengah melakukan kajian terhadap kemungkinan penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) MinyaKita.
SEJUMLAH komoditas bahan pokok di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mengalami kelangkaan dalam dua pekan terakhir menjelang Ramadan 2026.
MELAMBUNGNYA harga kebutuhan pokok di Pulau Bawean, membuat warga di sana menjerit. Meningkatnya harga terjadi karena kelangkaan yang terjadi akibat pasokan yang minim.
DPRD Kota Bogor meminta tambahan titik-titik operasi pasar tersebut sebelum memasuki Ramadan, untuk menjaga daya beli masyarakat secara merata.
Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher tidak sependapat dengan pemerintah yang menyebut langka dan mahalnya beras di pasaran karena perubahan cuaca yang membuat hasil panen turun.
Jadi, ketersediaan air di masyarakat itu sangat penting setiap hari. Jangan sampai terjadi kelangkaan pasokan-lah
Malah pemerintah seharusnya bukan melarang tapi memikirkan bagaimana mekanisme pengamanan terkait angkutan logistik dan kendaraan mudik itu, semuanya bisa aman dan safety.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved