Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN infrastruktur secara masif di seluruh daerah mulai terlihat hasilnya, yakni meningkatnya ekonomi di daerah dan menjadi daya tarik baru oleh para investor asing. Keberhasilan itu tidak lepas dari peran Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang menggalakkan arah pembangunan dari daerah.
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Tri Sakti Trubus Rahadiasnyah mengatakan, masifnya pembangunan infrastruktur di darrah membawa keuntungan bagi masyarakat dan pelaku usaha. Distribusi logistik dari satu daerah ke daerah lain makin lancar dan ini menjadikan ekonomi terus tumbuh.
“Pemanfaatan yang cukup besar bagi ekonomi di daerah. Di satu sisi sebenarnya, konektifitas ini terwujud karena distribusi logistik, salah satunya dan persebaran tenaga kerjanya juga tumbuh,” kata Trubus kepada wartawan, Jumat (27/1).
Baca juga: Tahun Depan, MRT Jakarta Siap Bangun Dua Rute Baru
Dikatakan Trubus, luar Pulau Jawa kini menjadi magnet baru bagi para investor asing yang sebelumnya hanya menyasar pulau Jawa. Bahkan, angka investasi di luar pulau Jawa sangat tinggi.
“Pembangunan di daerah itu, daya tarik bagi investor luar. Yang menarik itu investasi asing, sekarang tidak saja berkotestasi di Jawa, tapi juga di luar Jawa. Sekarang, di luar Jawa cukup tinggi,” ungkapnya.
Dijelaskan Trubus, masifnya pembangunan infrastruktur ini menjadi kepercayaan tersendiri bagi para investor, hingga mereka berani untuk berinvestasi. Dalam investasi, kata Trubus, kemudahan akses menjadi hal terpenting dan utama bagi investor.
“Kemudian kita lihat memang pertumbuhan investasi di daerah khususnya di luar Jawa, itu seiring dengan pesatnya pembangunan infrastruktur telah menciptakan kepala investor, sehingga investor merasa ada kemudahan dalam akses sekaligus dalam hal mencari tenaga kerja. Infrastruktur sejauh ini sudah mampu menguatkan ekonomi di daerah. Sudah ada perubahan signifikan,” jelasnya.
Trubus pun menyarankan agar pemerintah terus memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pemanfaatan infrastruktur yang dibangun oleh Pemerintah untuk meningkatkan ekonomi mereka.
“Yang perlu diperhatikan di daerah, harus diedukasi untuk menggunakan memanfaatkan infrastruktur yang dibangun itu seoptimal mungkin. Dengan menciptakan, pertumbuhan ekonomi yang lebih baik. Infrastruktur yang ada harus dimanfaatkan untuk mengurangi kemiskinan yang ada di daerah,” ucapnya.
Trubus pun mengakui, pemerintah tetap memberikan hak masyarakat yang lahan mereka terpakai untuk pembangunan. Dengan ganti rugi itu, masyarakat kemudian membuka usaha seperti UMKM.
“Dengan adanya infrastruktur masyarakat sejahtera, karena tanahnya tergusur oleh pemerintah, dapat ganti untung yang banyak. Mereka tumbuh UMKM,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, dengan masuknya investasi ke daerah mampu meningkatkan ekonomi dan membawa kemalangan bagi masyarakat. Selain itu, masuknya investasi ke daerah juga membuka lapangan kerja baru di daerah. (RO/OL-1)
Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri sarasehan ekonomi Indonesia Economic Outlook 2026 di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat 13 Februari.
Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Projo mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai sinyal bahaya menyusul keputusan lembaga pemeringkat internasional Moody’s Investors Service.
Dari sisi permodalan, peningkatan porsi saham juga berkorelasi langsung dengan kebutuhan modal berbasis risiko.
Bertemu lima naga, Presiden Prabowo Subianto menegaskan investasi harus berdampak nyata, menciptakan lapangan kerja, menggerakkan sektor riil, dan memperkuat UMKM.
PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Tugu Insurance), anak usaha PT Pertamina, kembali menorehkan capaian positif di kancah internasional.
Kompleksitas lingkungan pembayaran telah mendorong inovasi fintech yang bervariasi.
Ia menilai pesan utama Prabowo adalah penguatan postur pertahanan sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap negara.
DEWAN Pimpinan Pusat Generasi Muda Pembaharu Indonesia (Gempar Indonesia) mendesak pemerintah untuk mengakselerasi pembangunan di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
SELAMA ini kita terlalu sering memaknai pembangunan sebagai pembangunan fisik: jalan, jembatan, gedung, kawasan industri, dan infrastruktur digital, tapi melupakan manusia
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, mengatakan landasan kerja yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan harus menjadi acuan para pemangku kepentingan dalam pembangunan.
Salah satu dari empat tokoh tersebut berasal dari Indonesia adalah Marine Novita (Co-founder MilikiRumah)
Di tengah upaya pembangunan SDGs, muncul pertanyaan penting mengenai bagaimana sumber daya dapat dimobilisasi untuk menutup kesenjangan pembangunan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved