Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
HINGGA 19 Januari 2023, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 45 perusahaan yang masuk dalam pipeline pencatatan saham dan akan melakukan penawaran umum perdana (IPO/Initial Public Offering).
Adapun dana yang dihimpun diperkirakan bakal mencapai Rp49,5 triliun. Perusahaan yang masuk dalam pipeline terdiri dari 11 klasifikasi aset perusahaan.
Rinciannya, yakni 5 perusahaan dari sektor basic materials; 8 perusahaan dari sektor consumer cyclicals; 1 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals. Lalu, 3 perusahaan dari sektor energi; 2 perusahaan dari sektor finansial.
Kemudian, 4 perusahaan dari sektor healthcare; 2 perusahaan dari sektor industrial; 3 perusahaan dari sektor infrastruktur; 3 perusahaan dari sektor properties & real estate; 8 perusahaan dari sektor teknologi; dan 6 perusahaan dari sektor transportation & logistic.
Baca juga: Catat, BEI Ubah Ketentuan Withdraw Order Saham
"Beberapa di antara perusahaan dalam pipeline pencatatan saham, ada yang menargetkan emisi lebih dari Rp1 triliun, yaitu 2 perusahaan pada sektor energi, 1 perusahaan pada sektor finansial dan 1 perusahaan pada sektor basic materials," jelas Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna dalam keterangannya, Sabtu (21/1).
Nyoman mengungkapkan perusahaan yang telah mencatatkan saham di BEI berjumlah 8 perusahaan. Selain itu, hingga periode yang sama, terdapat 22 perusahaan tercatat pada pipeline right issue, dengan perkiraan dana yang akan diperoleh Rp19,1 triliun.
Baca juga: Wapres: Capaian Perdagangan BEI Jadi Pijakan Positif Pelaku Pasar
Adapun 22 perusahaan tercatat dalam pipeline right issue terdiri dari 10 sektor. Rinciannya, yakni, 7 perusahaan dari sektor financial; 3 perusahaan dari sektor consumer cyclicals; 1 perusahaan dari sektor industrial; 2 perusahaan dari sektor transportation & logistic; 1 perusahaan dari sektor properties & real estate.
Kemudian, 2 perusahaan dari sektor energi; 3 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals; 1 perusahaan dari sektor healthcare; 1 perusahaan dari sektor basic materials; dan 1 perusahaan dari sektor teknologi. Saat ini, terdapat 11 perusahaan dalam sistem e-IPO.
Rinciannya, yaitu PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara Tbk (BSMT), PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP), PT Wijaya Cahaya Timber Tbk (FWCT). Lalu, PT Haloni Jane Tbk (HALO), PT Hillcon Tbk (HILL) dan PT Aviana Sinar Abadi Tbk (IRSX).
Berikut, PT Jasa Berdikari Logistics Tbk (LAJU), PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ), PT Solusi Kemasan Digital Tbk (PACK), PT Vastland Indonesia Tbk (VAST) dan PT Penta Valent Tbk (PEVE).(OL-11)
GUBERNUR DKI Jakarta, Pramono Anung mendorong PT Bank Jakarta untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (IPO).
Penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) dinilai masih memiliki ruang yang cukup besar ke depan.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengungkapkan terdapat dua perusahaan berskala besar atau lighthouse company yang bersiap melakukan penawaran umum perdana saham.
PT Super Bank Indonesia Tbk (IDX: SUPA; “Superbank”), bank dengan layanan digital yang didukung oleh Grab, Emtek, Singtel, KakaoBank, dan GXS, hari ini resmi mencatatkan saham perdananya.
Untuk proyeksi RNTH tahun 2026 dibuat dengan pendekatan konservatif.
LANGKAH besar kembali diambil oleh perusahaan teknologi asal Indonesia di panggung global. PT NusaTrip Incorporated (Nasdaq: NUTR) resmi melantai di bursa Nasdaq pada 15 Agustus 2025.
Bursa kembali memperketat pengawasan pasar. Pada perdagangan Rabu (21/1), sebanyak enam saham emiten resmi masuk daftar papan pemantauan khusus
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) harus terhenti sejenak pada pembukaan perdagangan Rabu, 21 Januari 2026.
IHSG hari ini 20 Januari 2026 cetak rekor baru di 9.169 sebelum berfluktuasi. Cek saham top gainers ZATA, ELIT & analisis dampak Rupiah Rp17.000.
PT OCBC Sekuritas Indonesia bersama PT Inovasi Finansial Teknologi resmi menjalin kemitraan strategis untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur.
IHSG kembali mencetak rekor All Time High di level 9.072 pada Kamis (15/1/2026). Simak data perdagangan, saham top gainers, dan sentimen pasar global.
VICE President Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi, memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berpeluang menguat hingga akhir Januari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved