Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu mengungkapkan, tingkat kemiskinan di Indonesia akan jauh lebih besar tanpa adanya dukungan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Melalui uang negara, kenaikan harga-harga pangan dan energi disebut dapat ditekan sehingga tak berdampak terlalu dalam ke masyarakat.
"Keputusan pemerintah untuk menaikkan subsidi energi menjadi Rp551 triliun menjadi faktor utama menjaga angka kemiskinan. Selain juga gerak cepat menurunkan inflasi pangan," ujarnya melalui keterangan pers, Selasa (17/1).
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan Indonesia pada September 2022 mengalami kenaikan menjadi 26,36 juta orang, atau 9,57% dari total penduduk. Pemerintah menilai itu terjadi karena adanya lonjakan harga beberapa komoditas pangan pangan dan energi yang terjadi pada periode Juli-September 2022.
Hal itu tercermin dari tingkat inflasi volatile food yang sempat menyentuh titik tertinggi, menembus 11%. Namun menurut Febrio, kenaikan inflasi itu berhasil diredam, ditunjukkan dengan tren penurunan hingga akhir 2022.
Seiring dengan melandainya tingkat inflasi di Indonesia, kata Febrio, tingkat kemiskinan juga diperkirakan dapat kembali menurun. Hal ini didukung pula dengan perbaikan kondisi ketenagakerjaan, di mana Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Agustus 2022 meningkat mencapai 68,63%, hal ini akan mendorong perbaikan pendapatan masyarakat.
“Ke depan, pemerintah perlu menjaga momentum penurunan inflasi dan mengakselerasi realisasi belanja pada triwulan I 2023 untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi dan menurunkan angka kemiskinan," tuturnya.
Febrio mengatakan, kenaikan jumlah penduduk miskin tergolong cukup tipis dari posisi Maret 2022 yang tercatat sebanyak 26,16 juta orang, atau 9,54% dari total penduduk. Secara spasial, tingkat kemiskinan per September 2022 naik tipis baik di perkotaan maupun di perdesaan.
Tingkat kemiskinan di perkotaan naik menjadi sebesar 7,53% dari posisi Maret 2022 yang ada di level 7,5%. Persentase penduduk miskin di perdesaan juga mengalami kenaikan menjadi 12,36% dari posisi Maret 2022 yang tercatat di posisi 12,29%.
Sementara itu, tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia (Rasio Gini) pada September 2022 tercatat sebesar 0,381, menurun 0,003 poin dari Maret 2022 yang ada di level 0,384. Penurunan Rasio Gini dipengaruhi oleh penurunan ketimpangan di perkotaan dan perdesaan, yang masing-masing menurun tipis 0,001 dari posisi Maret 2022.
"Upaya pemerintah untuk mendorong inklusivitas pertumbuhan ekonomi terlihat dari penurunan ketimpangan baik di perkotaan maupun perdesaan. Bahkan, ketimpangan di perdesaan juga terus menunjukkan perbaikan dibandingkan level prapandemi," kata Febrio. (OL-8)
Presiden menjelaskan kebutuhan untuk efisiensi itu melihat skor ICOR Indonesia yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan negara tetangga.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan harga BBM tak akan naik hingga akhir 2026 meski minyak dunia tembus US$100. Simak jaminan kekuatan APBN di sini.
Ia menegaskan pemerintah akan tetap memprioritaskan belanja yang lebih produktif dan tepat sasaran.
PARTAI amanat Nasional atau PAN dan Golar merespons wacana pemotongan gaji menteri dan anggota DPR serta menekankan evaluasi APBN
Berdasarkan perhitungan, dampak penghematan dari kebijakan tersebut sangat kecil dibandingkan total anggaran negara.
Purbaya juga melihat saat ini belum ada urgensi penerbitan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk melebarkan defisit APBN.
Selama setahun masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, aparat penegak hukum berhasil mengembalikan uang negara Rp1,7 triliun dari para terpidana kasus korupsi.
UANG negara semestinya bekerja bukan tidur. Namun, saban tahun sebagian dana mengendap rapi di buku kas. Di tingkat pemerintah pusat simpanan itu disebut Saldo Anggaran Lebih (SAL)
RUU Perampasan Aset menghadirkan solusi konkret untuk memperkuat upaya pengembalian kerugian negara.
Harli menegaskan kasus ini bukan suap atau gratifikasi. Sebab, kerugian negara diduga terjadi atas pemberian fasilitas kredit ini.
Uang negara itu berhasil dilakukan berkat rangkaian kasus korupsi yang telah diungkap oleh Desk Koordinasi Pencegahan Korupsi dan Perbaikan Tata Kelola.
Pria yang akrab disapa BG ini mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan bentuk komitmen pihaknya dalam menjalankan perintah Presiden Prabowo
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved