Sabtu 14 Januari 2023, 15:20 WIB

Merasa Aneh, Petani Desak Firli Usut Impor Beras Jelang Panen

mediaindonesia.com | Ekonomi
Merasa Aneh, Petani Desak Firli Usut Impor Beras Jelang Panen

dok.ist
Paguyuban Petani Mandiri Pangan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, minta Ketua KPK Firli Bahuri kuak mafia dibalik impor beras jelang panen

 

PULUHAN petani yang tergabung dalam Paguyuban Petani Mandiri Pangan Kabupaten Cilacap, Kecamatan Majenang, Jawa Tengah, mendesak Ketua KPK Firli Bahuri untuk menelisik keberadaan mafia di balik kebijakan impor beras.

Ketua paguyuban Muhammad Ilyas menilai, kebijakan tersebut menyakiti petani karena dilakukan menjelang panen raya sehingga akan merusak harga jual beras petani. “Ketua KPK segera usut ini, apa ada mafia di sana? Terus terang kami sangat kecewa, karena sejak dulu kalau sudah impor jelang panen pasti yang rugi petani, beras jadi murah,” kata Ilyas,  saat menyampaikan aksi protes di area persawahan, Kecamatan Majenang, kemarin.

Dia menyatakan, masa panen raya diperkirakan Februari sampai Maret 2023. Dalam rentang itu, impor beras sebanyak 500.000 ton sudah mengalir ke pasar serta dipastikan berdampak pada penurunan harga.

"Kalau alasannya mau nahan harga di pasar (inflasi), kenapa harus mengorbankan petani? Wong pemerintah saja biasa beli murah kok ke petani, apalagi dirusak dengan impor begini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Tangkap Lukas Enembe, KPK Klaim Hentikan Elite Papua Pesta Pora

Ilyas juga heran dengan narasi satu pihak pemerintah yang menyebut hasil produksi dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan beras domestik. Sebab sepanjang pengamatannya, pada tahun 2022 rata-rata petani tidak mengalami penurunan hasil panen. Sebaliknya, produksi cenderung meningkat dibanding tahun sebelumnya.

"Tiga tahun tidak ada impor, sekarang tiba-tiba impor padahal hasil panen bagus ya kan aneh,” tegasnya dengan nada heran.

Alih-alih percaya dengan narasi tersebut, pihaknya justru curiga ada pihak yang sengaja memainkan tingkat penyerapan beras petani sehingga cadangan beras pemerintah (CBP) menjadi tidak memadai. "Mohonlah jangan permainkan petani, sedih Pak, apa-apa pangan impor padahal dalam negeri melimpah, ujung-ujungnya korupsi,” tegasnya.

Dia menegaskan, saat ini petani semakin melek dengan isu korupsi di sektor pangan. Ini karena sudah banyak kasus korupsi yang terungkap di balik kebijakan impor pangan dan kebutuhan pokok seperti impor bawang putih, gula, daging, garam, ikan, minyak goreng, dan lainnya.

“Pak Firli anak petani, banyak anggota KPK juga anak petani, mohon diperhatikan keluhan dan nasib kami,” pungkasnya. (RO/OL-13)

Baca Juga

Dok. Kementan

Kementan Fokus Tuntaskan Arahan Presiden RI, Tanam 1 Juta batang kelapa Berjalan Sesuai Target

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 18:53 WIB
Penanaman perdana telah dilakukan oleh Presiden RI Jokowi di Solo Raya (Sukoharjo-Karanganyar-Boyolali) dengan target 200.000 batang,...
Dok. BPjS Ketenagakerjaan

HPN 2023: BPJS Ketenagakerjaan Angkat Martabat Pekerja Pers Lewat Perlindungan Jaminan Sosial

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 18:48 WIB
"Semua pekerja pasti punya risiko. Terlebih bagi rekan-rekan pers yang setiap hari mobilitasnya cukup tinggi. Pada saat bekerja tentu...
Antara/Hafidz Mubarak A.

IHSG Ditutup Melemah Dipimpin Sektor Teknologi

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Februari 2023, 17:45 WIB
Tren penjualan ritel tahunan terus mengalami penurunan. Bila ditarik ke belakang sempat tumbuh mencapai 15,2% pada Januari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya