Rabu 04 Januari 2023, 21:38 WIB

Ini Alasan Garuda Gugat Balik Perusahaan Lessor Greylag

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Ini Alasan Garuda Gugat Balik Perusahaan Lessor Greylag

Antara
Potret sejumlah pesawat Garuda Indonesia di tengah cuaca hujan.

 

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) menempuh upaya hukum terhadap perusahaan lessor pesawat, yakni Greylag Goose Leasing 1410 Designated Activity Company dan Greylag Goose Leasing 1446 Designated Activity Company (Greylag).

Gugatan balik yang diambil perusahaan maskapai nasional itu diambil karena Greylag dianggap tidak mematuhi kesepakatan homologasi Garuda. Adapun upaya hukum terhadap Greylag telah didaftarkan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 30 Desember 2022.

"Upaya hukum ini harus kami tempuh atas implikasi yang ditimbulkan oleh Greylag terhadap proses restrukturisasi terkait putusan homologasi," ungkap Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dalam keterangannya, Rabu (4/1).

Upaya hukum yang diambil Garuda setelah mendapatkan ketetapan hukum melalui putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang memutuskan menolak Permohonan kasasi dari Greylag dan menguatkan putusan homologasi perusahaan pelat merah.

Baca juga: Suspensi Dicabut, Saham Garuda Bergerak Dinamis

Selain itu, upaya hukum yang diambil Garuda itu setelah mereka memenangkan gugatan yang dilayangkan oleh Greylag Goose Leasing 1410 Designated Activity Company dan Greylag Goose Leasing 1446 Designated Activity Company dari otoritas hukum Australia yang menolak pengajuan winding up (kepailitan).

"Keputusan kami untuk menempuh upaya hukum ini sebagai komitmen kami melindungi kepentingan yang lebih luas terhadap kepastian landasan hukum yang solid," imbuh Irfan.

Greylag 1410 dan Greylag 1446 diketahui mengajukan kasasi di terhadap Putusan Homologasi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Garuda yang telah disahkan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 27 Juni 2022.

Garuda dinyatakan menang dalam tahapan voting penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) dengan mengantongi 97,46% hasil suara dari kreditur. Namun, perusahaan lessor tersebut keberatan atas kesepakatan homologasi Garuda. Diketahui bahwa total tagihan Greylag Goose Leasing 1410 dan Greylag Goose Leasing 1446 sebesar Rp2,34 triliun.

Baca juga: Garuda Tambah Armada Hasil dari Suntikan PMN

"Kami senantiasa mengusung nilai kolaborasi bisnis yang suportif terhadap seluruh mitra usahanya," pungkasnya.

Dalam memenuhi jomologasi perjanjian damai, Garuda telah menerbitkan Sukuk Baru sebagai bagian dari tindak lanjut restrukturisasi atas Global Sukuk senilai US$500 juta yang telah direstrukturisasi menjadi sukuk baru dengan nilai pokok sebesar US$78,01 juta dengan tenor jatuh tempo sembilan tahun sejak diterbitkan.

Adapun jumlah distribusi periodik adalah sebesar 6,5% tunai atau selama dua tahun pertama atas pilihan Trustee, 7,25% yang harus dibayar dalam bentuk natura (payable in-kind/PIK).

Garuda juga menerbitkan instrumen Surat Utang Baru bagian dari skema restrukturisasi untuk kreditur yang terklasifikasi sebagai pemberi sewa, kreditor sewa pembiayaan, pabrikan pesawat, para vendor dan kreditur utang usaha luar negeri, yang berhak menerima surat utang baru sesuai rencana perdamaian, dengan jumlah pokok awal sebesar US$624,21 juta.(OL-11)
 

Baca Juga

ANTARA/Dhemas Reviyanto

Menteri BUMN Fokus Tingkatkan Kedaulatan Pangan dan Energi Indonesia

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 19:36 WIB
Terbaru, Erick Thohir membentuk Sugar Co untuk menjaga ketahanan pangan dan energi di tengah ancaman ketidakpastian...
Ist/Kemenaker

Pengawas Ketenagakerjaan Cegah Keberangkatan 87 Calon PMI Non-Prosedural

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 18:31 WIB
Sidak Pengawas Ketenagakerjaan berhasil menggagalkan upaya penempatan 87 Calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang akan ditempatkan...
MANDEL NGAN / AFP

Google dan Meta Lakukan PHK Massal Capai 23 Ribu Karyawan

👤 M. Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 17:50 WIB
Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan Google mencapai 12 ribu karyawannya dan Meta mencapai 11 ribu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya