Selasa 03 Januari 2023, 16:16 WIB

Defisit APBN 2022 2,38% Terhadap PDB

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Defisit APBN 2022 2,38% Terhadap PDB

MI/Susanto
Menteri Keuangan Sri Mulyani (tengah)

 

DEFISIT Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 tercatat sebesar Rp464,3 triliun, setara 2,38% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Realisasi sementara itu jauh lebih rendah dari yang diasumsikan melalui Peraturan Presiden 98/2022 sebesar Rp840,2 triliun, atau 4,5% terhadap PDB.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, realisasi defisit anggaran yang terbilang rendah itu mendorong upaya konsolidasi fiskal yang dilakukan pemerintah dapat berjalan lebih baik.

"Angka Rp464,3 triliun ini jauh lebih rendah, hampir setengahnya sendiri (dari asumsi defisit dalam Perpres). Ini menunjukkan konsolidasi fiskal yang luar biasa," ujarnya dalam konferensi pers APBN, Selasa (3/1).

Dia menekankan, angka defisit yang dirilis pemerintah tersebut masih bersifat sementara. Sebab pembukuan realisasi pendapatan dan belanja negara 2022 masih belum melewati proses audit.

Adapun defisit anggaran tersebut terjadi lantaran pendapatan negara tercatat lebih rendah dari realisasi belanja negara. Kemenkeu mencatat selama 2022 realisasi pendapatan negara sebesar Rp2.626,4 triliun, tumbuh 30,6% dibanding realisasi tahun sebelumnya (year on year/yoy).

Baca juga: Nicke: BBM Pertamina Masih di Bawah Harga Pasar

Kinerja pendapatan negara itu utamanya ditopang oleh penerimaan perpajakan sebesar Rp2.034,5 triliun. Itu berasal dari penerimaan pajak Rp1.716,8 triliun dan penerimaan kepabeanan dan cukai Rp317,8 triliun. Sementara Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) tercatat mencapai Rp588,3 triliun.

Sedangkan belanja negara sepanjang 2022 tercatat sebesar Rp3.090,8 triliun, atau tumbuh 10,9% dari realisasi di 2021. Itu berasal dari belanja pemerintah pusat yang tercatat mencapai Rp2.274 trilun dan belanja transfer ke daerah sebesar Rp816,2 triliun.

Adapun realisasi pembiayaan sepanjang 2022 tercatat sebesar Rp583,5 triliun, atau tumbuh negatif 33,1% (yoy). Sri Mulyani mengatakan, penurunan realisasi pembiayaan anggaran konsisten terjadi dalam dua tahun terakhir.

"Jadi ini menggambarkan APBN segera menyehatkan diri untuk kita selalu siap dalam menjaga perekonomian dan juga masyarakat," pungkas dia. (OL-4)

Baca Juga

.

Sinarmas Sekuritas dan BEI ReGelar Galeri Investasi Edukasi di Bandung

👤RO/Micom 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 15:23 WIB
Hadirnya galeri investasi edukasi di kalangan Sekolah Menengah Atas ini adalah untuk mengenalkan instrumen investasi saham sejak dini...
Dok Airin

Inovasi Digital Warnai Ekosistem Logistik Laut Indonesia

👤Media Indonesia 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 15:05 WIB
JALUR laut Indonesia memegang peran penting dalam jalur perdagangan dunia dan...
Ist

Blu by BCA Digital Resmi Gandeng Mediawave sebagai Partner Digital Listening

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 14:00 WIB
Setelah melewati beberapa fase seleksi, BCA Digital yang merupakan anak perusahaan dari BCA Group, secara resmi menunjuk Mediawave...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya