Headline
Setelah menjadi ketua RT, Kartinus melakukan terobosan dengan pelayanan berbasis digital.
Setelah menjadi ketua RT, Kartinus melakukan terobosan dengan pelayanan berbasis digital.
F-35 dan F-16 menjatuhkan sekitar 85 ribu ton bom di Palestina.
PEMERINTAH memprediksi defisit anggaran sepanjang tahun ini akan berada di angka 2,49% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut jauh lebih rendah dari yang diindikasikan di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022, yakni 4,5% terhadap PDB.
Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam seminar Outlook Perekonomian Indonesia 2023 bertema Menjaga Resiliensi Ekonomi Melalui Transformasi Struktural, Rabu (21/12).
"Presiden tadi menyampaikan defisit di 2,49% (tahun ini), kalau kita lihat APBN yang kita desain dengan defisit 4,5%, ini berarti 2% jauh lebih rendah, ini adjustment yang makin menguat, itu luar biasa untuk sebuah perekonomian," ujarnya.
Prediksi menyusutnya defisit APBN itu didasari oleh kinerja pendapatan negara yang cukup baik dan transformasi ekonomi yang diupayakan pemerintah. Indonesia, kata Sri Mulyani, saat ini mulai bisa menikmati nilai tambah yang lebih banyak dan menjadi sumber penerimaan negara yang cukup signifikan.
Bukti nyata dari transformasi ekonomi itu ialah melalui agenda hilirisasi sumber daya alam (SDA) seperti komoditas nikel. Beberapa daerah yang memiliki nikel kini menikmati pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi setelah hilirisasi dilakukan.
"Kita mendapatkan penerimaan negara mencapai lebih dari Rp14 triliun dari pajak, bea keluar, dan lainnya, sehingga ini menyebabkan nilai tambah, aktivitas di dalam perekomian kita yang kemudian menghasilkan penerimaan pajak, memperkuat APBN," kata Sri Mulyani.
Adapun hingga 14 Desember 2022, defisit APBN tercatat sebesar Rp237,7 triliun, atau 1,22% terhadap PDB. Defisit tersebut terjadi lantaran pendapatan negara lebih rendah ketimbang realisasi belanja. Tercatat pendapatan negara mencapai Rp2.479,9 triliun, melampaui dari target yang sebesar Rp2.266,2 triliun.
Sedangkan realisasi belanja negara tercatat mencapai Rp2.717,6 triliun, atau 87,5% dari alokasi sebesar Rp3.106,4 triliun. Dus, masih ada sisa dana belanja sekitar Rp388,8 triliun yang masih bisa dibelanjakan. (OL-8)
Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan kepada para menterinya dalam rapat terbatas yang digelar di Jakarta, Selasa (22/7) malam.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan laporan terkait pertanggungjawaban APBN 2024, outlook fiskal 2025, serta penyusunan RAPBN 2026 kepada Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah mengajukan penggunaan Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp85,6 triliun untuk mendanai defisit APBN 2025 yang diproyeksikan melebar menjadi 2,78% dari PDB.
Dengan kondisi yang ada, pemerintah harus lebih prudent dalam mengelola fiskal dan menerapkan prinsip spending better.
APBN per Mei 2025 tercatat mengalami defisit Rp21 triliun, atau 0,09% dari Produk Domestik Bruto (PDB).
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kembali mencatatkan defisit sebesar Rp21 triliun, setara 0,09% dari Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir Mei 2025.
Laporan tersebut disampaikan dalam kegiatan Rapat Paripurna DPR RI ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2023-2024 yang dilaksanakan di Gedung DPR MPR RI, Jakarta Pusat.
Selain itu, surplus anggaran negara itu juga dinilai akan mendorong kepercayaan masyarakat, utamanya di sektor keuangan
Hal ini dilakukan untuk mempersiapkan langkah pemda dalam meningkatkan realisasi belanja APBD 2022.
Otoritas pajak telah memiliki kekuatan baru yang berlandaskan Undang Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).
PEMERINTAH dan Banggar DPR menyepakati Rancangan Undang-undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun 2022 dibahas menjadi Undang-undang dalam rapat Paripurna.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved