Jumat 25 November 2022, 15:02 WIB

Peningkatan Literasi Dorong Inklusi Keuangan

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
Peningkatan Literasi Dorong Inklusi Keuangan

Antara
Ilustrasi

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah terus berupaya meningkatkan inklusi keuangan, termasuk syariah di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan ialah mendorong peningkatan literasi keuangan nasional.

"Upaya peningkatan inklusi keuangan masih mempunyai kendala terutama literasi keuangan yang belum optimal. OJK tentunya mendorong agar ini bisa ditingkatkan agar angkanya lebih dari 50%," kata dia dalam Seminar Nasional dalam program Ekon Goes to Campus bertema Menuju Indonesia sebagai Pusat Ekonomi Syariah Terkemuka di Dunia di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dikutip dari siaran pers, Jumat (25/11).

Forum seminar tersebut, kata Airlangga, merupakan bagian tidak terpisahkan dari percepatan tingkat literasi dan inklusi keuangan. Strategi lain yang digunakan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan ialah melalui penguatan regulasi dan tata kelola, pengembangan kapasitas riset, peningkatan kualitas dan kuantitas sumber daya manusia, serta peningkatan kesadaran dan literasi publik.

Sejauh ini, strategi tersebut dinilai membuahkan hasil yang ditunjukkan oleh berbagai indikator ekonomi dan keuangan syariah global yang konsisten berada di peringkat atas. Bahkan berdasarkan Global Islamic Financial Report, Indonesia berhasil menempati peringkat pertama pada Islamic Finance Country Index 2021, diikuti oleh Arab Saudi pada urutan kedua dan Malaysia pada urutan ketiga. Hal ini sejalan dengan potensi Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Airlangga yang juga merupakan Ketua Harian Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) menambahkan, sebagai langkah untuk mengoptimalkan literasi keuangan, DNKI telah menyelenggarakan kegiatan edukasi sebanyak 542 kegiatan yang dilakukan oleh Kementerian/Lembaga dan 333 kegiatan yang dilakukan oleh Pelaku Usaha Jasa Keuangan.

Asisten Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah Kemenko Perekonomian Erdiriyo menyatakan, ekonomi dan keuangan syariah merupakan salah satu bagian dari tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goal's/SDGs) Indonesia.

Sementara itu, Analis Ahli Madya Keuangan Syariah Adhitya Ginanjar mengungkapkan, ekonomi dan keuangan syariah fokus pada keadilan atau pemerataan ekonomi kepada seluruh masyarakat. Keberadaan lembaga keuangan syariah juga turut mendorong bagaimana usaha kecil berkembang dan meningkat.

Sedangkan Wakil Rektor Bidang Akademik UNY Margana mengatakan, kegiatan seminar yang bertajuk ekonomi syariah ini akan sangat bermanfaat bagi mahasiswa dalam rangka menumbuhkan kewirausahaan, agar tidak lagi menjadi pencari kerja melainkan pencipta kerja. (OL-12)

Baca Juga

Dok Grup Ciputra

PT Ciputra Residence Berikan Penghargaan HSE Award 2022

👤Indrastuti 🕔Selasa 29 November 2022, 12:35 WIB
HSE Award 2022 tahun ini mengambil tema Leading Real Estate Business With Strong Health, Safety & Environment...
Dok. KSP

PT KSP Lakukan Penandatanganan Penjualan Tanah Dengan APP Sinarmas

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 12:30 WIB
Penandatangan tersebut dilakukan untuk transaksi penjualan lahan tahan di Kawasan Industri Krakatau yang masih berada dalam pengelolaan...
Ist/DPR

Anggota Komisi VI, Demer: G20 Ajang UMKM Bisa Sedot Peluang Ekspor Hingga 70%

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 29 November 2022, 12:16 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI Gde Sumarjaya Linggih alias Demer menyampaikan bahwa event G20 dapat menjadi ajang bagi UMKM Bali menyedot peluang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya