Kamis 27 Oktober 2022, 05:53 WIB

Harga Minyak Naik hampir 3%, Terdorong melemahnya Dolar AS

mediaindonesia.com | Ekonomi
Harga Minyak Naik hampir 3%, Terdorong melemahnya Dolar AS

dok.ant
Ilustrasi kenaikan harga minyak dunia

 

HARGA minyak naik hampir tiga persen pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB (27/10/2022), didorong oleh melemahnya dolar AS, rekor ekspor minyak mentah AS dan karena penyulingan negara itu beroperasi pada tingkat yang lebih tinggi dari biasanya untuk sepanjang tahun ini.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember terangkat 2,59 dolar AS atau 3,0 persen, menjadi menetap di 87,91 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember bertambah 2,17 dolar AS atau 2,3 ??persen, menjadi ditutup pada 95,69 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

Kemunduran dalam mata uang AS memberikan dukungan, karena penguatan dolar AS akhir-akhir ini telah menjadi faktor penting yang menghambat kenaikan pasar minyak.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 1,13 persen menjadi 109,7010 pada akhir perdagangan Rabu (26/10/2022), menyusul penurunan 0,9 persen di sesi sebelumnya. Secara historis, harga minyak berbanding terbalik dengan harga dolar AS.

"Secara keseluruhan ini adalah langkah dalam mata uang dolar, dan jika Anda mencoba membaca di luar itu, itu bodoh," kata Eli Tesfaye, ahli strategi pasar senior di RJO Futures, seperti dikutip oleh Reuters.

Badan Informasi Energi AS (EIA) melaporkan Rabu (26/10/2022) bahwa persediaan minyak mentah komersial negara itu naik 2,6 juta barel selama pekan yang berakhir 21 Oktober, lebih besar dari yang diperkirakan, tetapi itu lebih rendah dari data industri (API), yang menunjukkan peningkatan 4,5 juta barel.

Total persediaan bensin motor turun 1,5 juta barel pekan lalu, sementara persediaan bahan bakar sulingan meningkat 0,2 juta barel, menunjukkan laporan tersebut.

Sementara itu, ekspor minyak mentah AS naik menjadi 5,1 juta barel per hari, terbesar yang pernah ada, menjatuhkan impor minyak mentah AS ke level terendah dalam sejarah.

"Secara keseluruhan, berkat pasar ekspor, ini berubah menjadi laporan bullish meskipun ada peningkatan persediaan minyak mentah komersial berukuran sedang," kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York.

Pedagang mengaitkan lonjakan ekspor dengan melebarnya selisih harga WTI-Brent, yang, memasuki perdagangan Rabu (26/10/2022), mencapai lebih dari 8 dolar AS per barel. (Ant/OL-13)

Baca Juga: Imigrasi Sumbang Lebih dari Rp3 Triliun ke Pendapatan Negara Pada Kuartal III-2022

Baca Juga

Dok.CIMB Niaga

Apresiasi Womenpreneur, CIMB Niaga Hadirkan Giro Kartini

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 11:27 WIB
Rekening giro pertama di Indonesia yang berfokus pada sustainability ini menawarkan keuntungan menabung sekaligus berkontribusi mendukung...
Antara/Aditya Pradana Putra

Genjot Literasi Pasar Modal, OJK Gelar Kuliah Umum di Dua Kampus di Banjarmasin

👤Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 11:01 WIB
OJK berharap semua pihak dapat bersinergi dan berkolaborasi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia- saat...
Antara/Hafidz Mubarak

Dorong BUMN Buka Lapangan Kerja, Publik Nilai Erick Thohir Menteri Terbaik

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 10:31 WIB
Menteri Erick berhasil menepis keraguan publik terhadap BUMN. Berkat transformasi secara menyeluruh,Erick berhasil memperbaiki kinerja BUMN...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya