Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH didorong menjaga kesinambungan serta meningkatkan volume produksi sejumlah komoditas unggulan untuk menjaga kinerja ekspor nasional. Pasalnya, harga-harga komoditas di tingkat global mulai melandai, ditambah lagi dengan ancaman resesi dunia.
Hal itu disampaikan ekonom dari Bank Permata Josua Pardede saat dihubungi, Selasa (25/10).
Peningkatan volume itu menurutnya, juga dapat menjadi salah satu cara untuk mencapai surplus dagang sebesar US$60 miliar seperti yang diproyeksikan pemerintah.
"Dalam jangka pendek, untuk mempertahankan kinerja dagang kita ke depan pemerintah harus terus berupaya menjaga kesinambungan produksi dari komoditas-komoditas penting Indonesia," kata Josua, Selasa (25/10).
"Komoditas-komoditas tersebut yakni seperti batu bara, CPO, besi dan baja (terkait nikel) agar secara volume ekspor dapat terjaga atau meningkat sehingga dapat menghilangkan efek penurunan harga," sambungnya.
Dengan kondisi dunia yang sedang dibayangi ancaman resesi, proyeksi surplus dagang sebesar US$60 miliar menurut Josua relatif optimis. Pasalnya, hingga September 2022 nilai surplus dagang Indonesia tercatat US$39,87 miliar. Realisasi itu tumbuh 58,83% dari surplus 2021 yang tercatat hanya US$35,34 miliar.
Namun tahun berjalan hanya menyisakan tiga bulan. Dengan kata lain, untuk mencapai proyeksi surplus tersebut, Indonesia mesti membukukan surplus dagang setidanya US$6,6 miliar per bulan.
Josua menambahkan, surplus neraca dagang sedianya dapat menopang penyediaan likuiditas dolar Amerika Serikat dan memenuhi kebutuhan mata uang AS di dalam negeri. Hanya, menurutnya perlu dilakukan pengkajian lebih lanjut mengenai signifikansi dolar AS itu bagi perekonomian domestik.
"Memang itu dapat membantu likuiditas dolar AS dan kebutuhannya di dalam negeri. Namun perlu dikaji lebih jauh terkait dengan berapa lama Devisa Hasil Ekspor (DHE) tersebut bertahan di pasar domestik dan menjadi likuiditas bagi perekonomian domestik," ujar Josua.
Diketahui sebelumnya Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan, nilai surplus dagang Indonesia sepanjang 2022 diperkirakan bakal menembus US$60 miliar. Ini bahkan lebih besar dibanding era ledakan komoditas (boom commodity) di 2010-2011.
"Perdagangan kita tahun ini diproyeksikan menjadi US$60 miliar secara signifikan lebih besar dari surplus perdagangan tahunan sekitar US$22 miliar dan US$26 miliar selama commodity boom terakhir pada 2010 atau 2011," ujarnya. (OL-8)
Pada 2025 (angka sementara) produksi kakao berada di kisaran 616 ribu ton, dan pada 2026 diproyeksikan naik menjadi 635 ribu ton dengan luas areal mencapai 1,38 juta hektare.
Mendes PDT Yandri Susanto, yang hadir langsung melepas keberangkatan kontainer ekspor tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah konkret sektor swasta dalam membina desa.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya, termasuk pejabat ASN yang menerima imbalan untuk meloloskan ekspor.
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Pada kuartal IV 2025, industri tekstil dan produk tekstil tercatat tumbuh 4,37 persen secara tahunan di tengah tekanan global dan perlambatan permintaan di sejumlah negara tujuan ekspor.
Neraca perdagangan Indonesia yang tetap mencatatkan surplus sepanjang 2025 mencerminkan daya tahan sektor eksternal.
Peran negara tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik seperti jalan tol dan bandara, melainkan harus mendorong transformasi ekonomi produktif.
Kenaikan kebutuhan paling signifikan tercatat pada komoditas telur ayam sebesar 7,50%, disusul daging sapi dan kerbau sebesar 3,57.
BPDP Kementerian Keuangan fokus melaksanakan program peremajaan perkebunan kakao dengan target 5.000 hektare secara nasional pada 2026.
Momentum AOE 2026 menjadi ajang forum bisnis yang mempertemukan calon pembeli (buyer) dan investor.
Penyumbang inflasi tertinggi adalah awang merah 0,04 persen, telur ayam 0,03 persen. Karena itu, Pemprov Jatim menggelar pasar murah untuk menurunkan harga telur dan bawang merah.
Upaya memperkuat sistem komoditas berkelanjutan di Indonesia terus dikembangkan melalui kolaborasi lintas lanskap yang melibatkan pemerintah, komunitas, dan sektor swasta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved