Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Kanwil Bea Cukai Jateng DIY) secara resmi menetapkan PT Long Well International sebagai penerima fasilitas kawasan berikat. Keputusan ini diserahkan langsung oleh Kepala Kanwil Bea Cukai Jateng DIY pada Selasa (22/07), bertempat di kantor Kanwil Semarang.
Kawasan berikat merupakan fasilitas fiskal strategis berupa tempat penimbunan berikat yang memberikan insentif seperti pembebasan bea masuk, tidak dipungut pajak dalam rangka impor (PDRI), serta kemudahan prosedural kepabeanan. Langkah ini bertujuan mendorong peningkatan ekspor, menarik investasi, dan menciptakan lapangan kerja baru.
“Dengan fasilitas kawasan berikat, pelaku usaha memperoleh insentif fiskal dan kemudahan prosedural untuk meningkatkan daya saing di pasar internasional,” jelas R. Megah Andiarto, Kepala Seksi Bimbingan Kepatuhan dan Humas Kanwil Bea Cukai Jateng DIY.
PT Long Well International merupakan perusahaan manufaktur sepatu olahraga yang berlokasi di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Produk-produknya ditujukan untuk pasar ekspor ke negara-negara utama seperti Amerika Serikat, Jepang, Belanda, Inggris, Jerman, dan Korea Selatan.
Direktur PT Long Well International, Tsai Yi Chang, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah melalui Bea Cukai.
“Fasilitas kawasan berikat ini sangat krusial dalam mendukung efisiensi produksi dan penguatan ekspor kami. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan,” ujar Tsai.
Pada tahun 2025, perusahaan ini telah merealisasikan investasi senilai Rp690,8 miliar, serta menyerap 3.140 tenaga kerja. Target jangka panjang hingga 2029 mencakup penciptaan 16.700 lapangan kerja dan peningkatan nilai devisa ekspor dari Rp158,9 miliar menjadi Rp5 triliun.
Kanwil Bea Cukai Jateng DIY menegaskan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan industri berorientasi ekspor melalui fasilitas fiskal yang adaptif dan responsif. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan sektor industri demi percepatan pemulihan serta pertumbuhan ekonomi nasional.
Fasilitas ini terbukti mampu meningkatkan daya saing, menarik investasi, dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sekaligus tetap berada dalam kerangka pengawasan yang transparan.
Kawasan berikat dirancang untuk memberikan stimulus fiskal sekaligus menjaga akuntabilitas negara.
Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani mengungkapkan pemanfaatan pusat logistik berikat (PLB) dan kawasan berikat semakin terbukti memberikan dampak nyata bagi industri nasional.
Dirjen Bea Cukai kunjungi PT Mattel Indonesia, menegaskan komitmen dukungan pada industri ekspor lewat kawasan berikat.
PT Gagaclo ekspor 16.000+ produk washable dog ke Inggris. Fasilitas Kawasan Berikat bantu efisiensi ekspor. Simak info lengkapnya di sini!
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved