Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan bahwa realisasi pendapatan negara mencapai Rp1.974,7 triliun hingga September 2022 dari target APBN Rp2.266,2 triliun atau melonjak 45,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp1.355 triliun.
“Realisasi APBN menggambarkan strategi kita yang cukup kuat di tengah pergeseran risiko,” kata Menkeu dalam Konferensi Pers APBN KiTA di Jakarta, hari ini.
Realisasi pendapatan negara meliputi penerimaan perpajakan Rp1.542,6 triliun yang meningkat 49,3 persen dari Rp1.033 triliun pada September 2021 serta PNBP Rp431,5 triliun yang meningkat 34,4 persen dari Rp321 triliun dibanding periode sama tahun lalu.
Penerimaan perpajakan ini terdiri atas penerimaan pajak Rp1.310,5 triliun yang naik 54,2 persen dari periode sama tahun lalu Rp850,1 triliun serta kepabeanan dan cukai Rp232,1 triliun yang naik 26,9 persen dari Rp182,9 triliun.
Realisasi penerimaan pajak Rp1.310,5 triliun yang merupakan 88,3 persen dari target Rp1.485 triliun ini secara rinci meliputi PPh non migas Rp723,3 triliun atau 96,6 persen dari target serta PPN dan PPnBM Rp504,5 triliun atau 78,9 persen dari target.
Baca juga: Menkeu Telah Salurkan Anggaran Bansos Senilai Rp307,1 Triliun
Kemudian PBB dan pajak lainnya Rp20,4 triliun atau 63,2 persen dari target serta PPh migas Rp62,3 triliun atau 96,4 persen dari target.
Kinerja penerimaan pajak ini dipengaruhi oleh tren peningkatan harga komoditas, pertumbuhan ekonomi yang ekspansif, basis yang rendah pada 2021 serta implementasi Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Pajak (UU HPP).
Sementara itu penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp232,14 triliun atau 77,63 persen dari target Rp299 triliun, meliputi bea masuk yang tumbuh 31,56 persen didorong tren perbaikan kinerja impor nasional terutama sektor perdagangan dan industri
Penerimaan kepabeanan dan cukai juga didorong oleh cukai yang tumbuh 19,61 persen dipengaruhi efektivitas kebijakan tarif dan efektivitas pengawasan.
Bea keluar (BK) yang tumbuh 64,17 persen turut mendorong penerimaan kepabeanan dan cukai seiring tingginya harga komoditas, kenaikan tarif BK produk kelapa sawit serta volume ekspor.
Terakhir, untuk penerimaan PNBP sebesar Rp431,5 triliun yang merupakan 89,6 persen dari target Rp481,6 triliun didukung oleh meningkatnya pendapatan sumber daya alam (SDA), pendapatan kekayaan negara dipisahkan (KND) dan PNBP lainnya. (OL-4)
INDONESIA masih dihantui oleh ekonomi bayangan. Ekonomi bayangan (Shadow economy) digambarkan sebagai keseluruhan aktivitas ekonomi yang menghasilkan nilai tambah.
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut Kementerian Keuangan mendapat dukungan dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengamankan pendapatan negara.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bakal fokus memperkuat penerimaan negara dengan memperbaiki tata kelola perpajakan dan cukai.
Bea Cukai tingkatkan penerimaan, perkuat pengawasan, dan fasilitasi ekspor-impor guna mendukung kinerja solid APBN hingga Agustus 2025.
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) kembali mencatatkan defisit sebesar Rp21 triliun, setara 0,09% dari Produk Domestik Bruto (PDB) hingga akhir Mei 2025.
Hingga April 2025, penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp100 triliun atau 33,1% dari target, tumbuh 4,4% (yoy), utamanya didorong oleh lonjakan penerimaan bea keluar.
Ketegangan di Selat Hormuz dorong harga minyak dunia naik. Studi FEB UI menyebut BUMN Indonesia menghadapi tekanan besar, terutama di sektor energi dan transportasi.
Lonjakan harga minyak dunia dorong kenaikan BBM. Ekonom nilai langkah ini penting untuk jaga stabilitas APBN.
Presiden menjelaskan kebutuhan untuk efisiensi itu melihat skor ICOR Indonesia yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan negara tetangga.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tegaskan harga BBM tak akan naik hingga akhir 2026 meski minyak dunia tembus US$100. Simak jaminan kekuatan APBN di sini.
Ia menegaskan pemerintah akan tetap memprioritaskan belanja yang lebih produktif dan tepat sasaran.
PARTAI amanat Nasional atau PAN dan Golar merespons wacana pemotongan gaji menteri dan anggota DPR serta menekankan evaluasi APBN
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved