Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
Tiga ekonom asal amerika Serikat, Ben Bernanke, Douglas Diamond dan Philip Dybvig meraih penghargaan Nobel Ekonomi tahun ini. Pengumuman itu telah dilakukan Senin (9/10) atau Selasa WIB. Studi yang mereka lalukan secara signifikan telah meningkatkan pemahaman kita tentang peran bank dalam perekonomian, terutama selama krisis keuangan. Temuan penting dalam penelitian mereka adalah mengapa menghindari kebangkrutan bank sangat penting
Penelitian perbankan modern menjelaskan mengapa kita perlu memiliki bank, bagaimana membuat mereka tidak terlalu rentan dalam krisis, dan bagaimana bangkutnya sebuah bank akan memperburuk krisis keuangan. Pondasi penelitian ini diletakkan oleh tiga ekonom tersebut pada awal 1980-an. Analisis mereka sangat penting secara praktis dalam mengatur pasar keuangan dan menangani krisis keuangan. Agar perekonomian berfungsi, tabungan harus disalurkan ke investasi. Namun, ada konflik di sini: nasabah menginginkan akses instan ke dana mereka jika terjadi pengeluaran tak terduga, sementara bisnis/kalangan pengusaha dan pemilik rumah perlu tahu bahwa mereka tidak akan dipaksa untuk membayar kembali pinjaman mereka sebelum waktunya.
Dalam teori mereka, Diamond dan Dybvig menunjukkan bagaimana bank menawarkan solusi optimal untuk masalah ini. Dengan bertindak sebagai perantara yang menerima simpanan dari banyak nasabah/penabung, bank dapat mengizinkan nasabah untuk mengakses dana mereka kapan pun mereka mau, sambil juga menawarkan pinjaman jangka panjang kepada peminjam. Namun, analisis mereka juga menunjukkan bagaimana kombinasi dari dua kegiatan ini membuat bank rentan jika ada rumor tentang bangkrutnya sebuah bank.
Jika sejumlah besar nasabah secara bersamaanmenarik uang mereka dari bank, akan terjadi rush (penarikan dana besar-besaran secara serentak oleh nasabah) sehingga bank akan kolaps. Hal berbahaya ini dapat dicegah jika pemerintah menyediakan penjaminan simpanan dan bertindak sebagai lender of last resort kepada bank. Diamond menunjukkan bagaimana bank melakukan fungsi sosial penting lainnya. Sebagai perantara antara banyak penabung dan peminjam, bank sebaiknya menilai kelayakan kredit peminjam dan memastikan bahwa pinjaman digunakan untuk investasi yang baik.
Ben Bernanke menganalisis Depresi Hebat (Great Depression) tahun 1930-an, krisis ekonomi terburuk dalam sejarah modern. Dia, antara lain, menunjukkan bagaimana rush merupakan faktor penentu dalam krisis yang menjadi begitu dalam dan berkepanjangan. Ketika bank kolaps, informasi berharga tentang peminjam hilang dan tidak dapat dipulihkan kembali dengan cepat. Kemampuan masyarakat untuk menyalurkan tabungan ke investasi produktif dengan demikian menjadi sangat berkurang.
“Penelitian para pemenang Nobel ini telah meningkatkan kemampuan kami untuk menghindari krisis serius dan dana talangan amatlah penting” kata Tore Ellingsen, Ketua Komite untuk Penghargaan Ilmu Ekonomi, seperti dilansir NobelPrize.org. (M-3)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Meningkatnya ancaman kejahatan daring seperti phishing, social engineering, dan serangan siber lainnya mendorong perusahaan perbankan untuk terus memperkuat sistem keamanannya.
Inflasi Januari 2026 naik ke 3,55%. Bank Indonesia menahan BI Rate di 4,75% jelang Ramadan dan Idulfitri, seiring tekanan musiman dan nilai tukar rupiah.
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved