Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN pembayaran digital di dunia, Visa, Senin (26/9), mengungkapkan bahwa pembayaran digital semakin diterima oleh masyarakat Indonesia demi semakin baik mengelola kemampuan daya beli dan mengatur finansial mereka.
Berdasarkan survei Visa yang dilakukan YouGov, hampir 70% responden mengklaim bahwa penggunaan pembayaran digital mereka meningkat pesat di tengah pandemi covid-19, termasuk semakin populernya kartu kredit dan skema Buy Now, Pay Later (BNPL) (26%).
Data Bank Indonesia juga menunjukkan jumlah transaksi kartu kredit di Tanah Air tumbuh 34,35% year-on-year pada Juni 2022, dengan volume transaksi hampir 28 juta transaksi di bulan yang sama.
Hal ini juga tercermin dalam survei Visa oleh YouGov, yang menemukan bahwa penggunaan kartu kredit telah meningkat sebesar 25% selama pandemi.
Riko Abdurrahman, Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, mengatakan,“Temuan ini memperkuat tren yang kami lihat dipercepat oleh pandemi, di mana semakin banyak orang Indonesia yang menggunakan e-commerce dan metode pembayaran digital dengan alasan kenyamanan dan fleksibilitas yang lebih besar dalam pengalaman berbelanja mereka."
Baca juga: Transaksi Kanal Digital Bank Muamalat Melesat
"Kami melihat peningkatan minat dan adopsi pembayaran digital sebagai peluang besar untuk semakin mendorong inklusi keuangan di Indonesia dan mendukung pertumbuhan ekonomi digital,” jelasnya.
Studi tersebut juga mengungkap ketahanan masyarakat Indonesia, khususnya generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi akibat pandemi, di mana masyarakat menemukan sejumlah cara untuk mempertahankan kondisi keuangan mereka.
Lebih dari separuh responden berfokus pada pertumbuhan tabungan atau investasi mereka, khususnya di kalangan milenial (59%) dan gen Z (57%).
Emas masih dianggap sebagai tempat yang aman untuk investasi jangka panjang (57%), diikuti oleh saham (38%), reksa dana (34%), dan aset kripto atau NFT (30%). Milenial (39%) khususnya, memiliki rencana untuk berinvestasi di properti tahun ini.
“Tidak bisa dipungkiri bahwa pandemi telah mempercepat gaya hidup digital-first di kalangan masyarakat Indonesia, terlihat dari preferensi untuk aktivitas sehari-hari yang bebas repot, fleksibel, tanpa kontak atau contactless, dan terhubung dalam jaringan," jelasnya.
"Visa berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan pembayaran digital di Indonesia. Kami berusaha untuk terus menghubungkan semua orang untuk membantu membangun ekonomi yang terbuka dan inklusif, serta memungkinkan bisnis dan individu untuk berkembang,” tutup Riko. (RO/OL-09)
Data Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) RI menunjukkan tren peningkatan pengaduan serta lonjakan kerugian finansial konsumen dari tahun ke tahun.
Pelaku usaha kini bisa daftar QRIS, terima pembayaran semua bank dan e-wallet, serta pencairan dana tiap jam.
Di tengah ekspansi ekonomi digital yang kian cepat, industri financial technology (fintech) Indonesia memasuki fase baru: dari mengejar pertumbuhan.
Meski potensi ekonomi digital besar, Indonesia masih menghadapi tantangan serius pada aspek literasi.
Peran AI sebagai intelligent trust, bukan pengganti tanggung jawab manusia, melainkan alat untuk memperkuat transparansi, keadilan distribusi, dan pengambilan keputusan beretika.
Bank Indonesia melakukan reformasi pengaturan industri sistem pembayaran, salah satunya Transaksi, Interkoneksi, Kompetensi, Manajemen Risiko, dan Infrastruktur Teknologi Informasi.
Harga emas global dan Antam turun pada 17 Februari 2026. Prediksi untuk Rabu, 18 Februari, diperkirakan stabil atau berpotensi rebound tipis dengan harga Antam Rp2,96–3,05 juta per gram.
Kemudahan transaksi digital, mulai dari one-click checkout hingga godaan promo di notifikasi ponsel, menjadi pemicu utama tingginya perilaku konsumtif.
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
SCAM Kamboja bukan sekadar cerita kriminal lintas negara atau kisah tragis warga negara yang terjerat pekerjaan palsu di luar negeri.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
Memahami dinamika harga emas tidak hanya sekadar melihat grafik harian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved