Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan kerja sama untuk menjajaki terciptanya Islamic Ecosystem di Indonesia.
Sinergi itu dengan pemanfaatan produk dan jasa layanan perbankan syariah untuk meningkatkan tingkat penetrasi di kalangan warga NU. Kerja sama ini dinilai penting dan strategis untuk mewujudkan Islamic Ecosystem.
Apalagi, PBNU merupakan organisasi Islam terbesar bukan hanya di Indonesia, namun juga di dunia dengan pengikut lebih dari 100 juta orang. PBNU juga mengelola pondok pesantren, sekolah, perguruan tinggi dan rumah sakit. Serta, mengorganisir masyarakat untuk membantu meningkatkan kualitas hidup umat.
Baca juga: Ekonomi Syariah Kunci Atasi Krisis Pangan
"Kami optimis dengan sinergi dengan PBNU dalam menyediakan layanan jasa perbankan syariah ini akan mendorong terwujudnya Islamic Ecosystem," ujar Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam keterangan resmi, Rabu (21/9).
Beberapa poin kerja sama antara BSI dan PBNU antara lain adalah pelayanan cash management, mencakup solusi pengelolaan likuiditas (liquidity solution), solusi penerimaan atau tagihan (receivable solution) dan solusi pembayaran (payable solution).
Baca juga: BSI Mau Rights Issue Hingga Rp5 Triliun pada Kuartal IV 2022
Lalu, solusi digitalisasi transaksi termasuk layanan virtual account yang memudahkan dan layanan Ziswaf. Pemanfaatan produk dana dan pemanfaatan produk pembiayaan. “BSI dan PBNU juga berkolaborasi untuk pengembangan kemandirian umat," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya, mengatakan bahwa kerja sama kedua ini merupakan langkah awal untuk mengakselerasi kapasitas ekonomi masyarakat, terutama warga NU.
Dirinya juga berpesan kepada BSI untuk terus meningkatkan kualitas produk dan layanan, agar bisa menjadi alternatif pembiayaan bagi masyarakat. “Kami menyambut kerja sama ini sebagai strategi untuk melakukan akselerasi kapasitas ekonomi di lingkungan komunitas Muslim," tutur Gus Yahya.(OL-11)
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyerahkan 90 unit Huntara di Aceh Tamiang. Sinergi BUMN Danantara sediakan hunian layak pasca-bencana.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus menggenjot pengembangan layanan bullion bank atau bank emas dengan memaksimalkan pemanfaatan super apps BYOND by BSI.
Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang ini ditinjau langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Kamis (1/1). Dalam kesempatan tersebut
BSI menyatakan seluruh layanan dan jaringan kantor cabang di Aceh telah kembali beroperasi. Ini menandai selesainya proses normalisasi layanan perbankan BSI di wilayah yang terdampak bencana.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi berstatus badan usaha milik negara (BUMN) setelah negara memiliki Saham Seri A Dwiwarna. Keputusan ditetapkan dalam RUPSLB 2025.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Jepang melalui NEDO menawarkan beberapa skema kerja sama penelitian untuk menyiapkan industri di bidang energi baru dan teknologi.
Kedua perguruan tinggi menargetkan kontribusi lebih besar menciptakan pendidikan berkualitas bagi industri dan masyarakat.
Inisiatif ini menyoroti pentingnya hubungan budaya dalam kemitraan yang berkelanjutan antara Australia dan Indonesia.
Kemitraan strategis ini menegaskan posisi Todak Academy sebagai salah satu pemimpin regional dalam pengembangan talenta digital masa depan di kawasan ASEAN.
Kerja sama tersebut menjadi tonggak penting penerapan sanksi sosial sebagai alternatif hukuman pidana,
Pertemuan ini menjadi tonggak awal terbentuknya Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved