Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan kerja sama untuk menjajaki terciptanya Islamic Ecosystem di Indonesia.
Sinergi itu dengan pemanfaatan produk dan jasa layanan perbankan syariah untuk meningkatkan tingkat penetrasi di kalangan warga NU. Kerja sama ini dinilai penting dan strategis untuk mewujudkan Islamic Ecosystem.
Apalagi, PBNU merupakan organisasi Islam terbesar bukan hanya di Indonesia, namun juga di dunia dengan pengikut lebih dari 100 juta orang. PBNU juga mengelola pondok pesantren, sekolah, perguruan tinggi dan rumah sakit. Serta, mengorganisir masyarakat untuk membantu meningkatkan kualitas hidup umat.
Baca juga: Ekonomi Syariah Kunci Atasi Krisis Pangan
"Kami optimis dengan sinergi dengan PBNU dalam menyediakan layanan jasa perbankan syariah ini akan mendorong terwujudnya Islamic Ecosystem," ujar Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam keterangan resmi, Rabu (21/9).
Beberapa poin kerja sama antara BSI dan PBNU antara lain adalah pelayanan cash management, mencakup solusi pengelolaan likuiditas (liquidity solution), solusi penerimaan atau tagihan (receivable solution) dan solusi pembayaran (payable solution).
Baca juga: BSI Mau Rights Issue Hingga Rp5 Triliun pada Kuartal IV 2022
Lalu, solusi digitalisasi transaksi termasuk layanan virtual account yang memudahkan dan layanan Ziswaf. Pemanfaatan produk dana dan pemanfaatan produk pembiayaan. “BSI dan PBNU juga berkolaborasi untuk pengembangan kemandirian umat," imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau akrab disapa Gus Yahya, mengatakan bahwa kerja sama kedua ini merupakan langkah awal untuk mengakselerasi kapasitas ekonomi masyarakat, terutama warga NU.
Dirinya juga berpesan kepada BSI untuk terus meningkatkan kualitas produk dan layanan, agar bisa menjadi alternatif pembiayaan bagi masyarakat. “Kami menyambut kerja sama ini sebagai strategi untuk melakukan akselerasi kapasitas ekonomi di lingkungan komunitas Muslim," tutur Gus Yahya.(OL-11)
PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatatkan kinerja yang solid sepanjang 2025. Per Desember 2025, perseroan menyalurkan pembiayaan sebesar Rp318,84 triliun.
Sepanjang 2025, BSI juga secara konsisten terus memberikan kontribusi untuk masyarakat melalui penyaluran zakat melalui program beasiswa pendidikan siswa berprestasi
NAIK kelas menjadi badan usaha milik negara (BUMN), kinerja BSI pada 2025 progresif jauh di atas industri perbankan sekaligus mengubah peta perbankan Indonesia.
Pada 23 Januari 2026, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) secara administratif telah menyandang status sebagai perusahaan Persero.
BSI menegaskan komitmen untuk menjalankan mandat tersebut dengan tetap mengedepankan governance dan kepatuhan terhadap ketentuan terkait.
Indonesia menyambut baik rencana investasi dan kerja sama jangka panjang SINOVAC, termasuk di bidang riset dan pengembangan vaksin.
Goethe-Institut memandang bahasa, budaya, dan pendidikan sebagai sarana untuk menghubungkan orang-orang lintas disiplin dan lintas batas negara.
Penguatan juga akan menyasar pada pengawasan ruang siber yang saat ini menjadi medan baru berbagai pelanggaran hukum internasional.
Joint Venture yang baru dibentuk akan mendorong program modernisasi terintegrasi skala besar untuk meningkatkan operational readiness dan system interoperability TNI.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Jepang melalui NEDO menawarkan beberapa skema kerja sama penelitian untuk menyiapkan industri di bidang energi baru dan teknologi.
Kedua perguruan tinggi menargetkan kontribusi lebih besar menciptakan pendidikan berkualitas bagi industri dan masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved