Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) atau BSI akan menggelar aksi korporasi melalui penambahan modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue pada kuartal IV 2022.
Adapun perseroan bakal menerbitkan maksimal 6 miliar saham seri B, dengan nilai nominal Rp500 per saham atau maksimum senilai Rp5 triliun.
"Pada kuartal IV, (kami) rencana mau rights issue untuk naikin modal dan ekspansi bisnis," jelas Direktur Utama BSI Hery Gunardi dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Selasa (20/9).
Baca juga: Wapres: Unit Usaha Syariah Harus Spin-Off dari Bank Konvensional
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa tambahan permodalan (ekuitas) itu juga meningkatkan Capital Adequacy Ratio (CAR) perseroan hingga di atas 20% pada 2025. Diketahui, saat ini CAR perusahaan masih di angka 17%.
"Rights issue ini upaya agar CAR kita lebih tinggi dari 17%, bahkan di atas 20%. Karena waktu merger belum ada injeksi modal, kita harus inject lagi," imbuhnya.
Hery juga menjelaskan nilai kapitalisasi pasar (market capitalization) BSI sudah mencapai US$3,69 miliar. Angka tersebut dikatakannya sudah membawa BSI masuk dalam 14 perbankan syariah terbesar di dunia.
Baca juga: BSI Lampaui Target Penjualan SR017 Capai Rp2,06 Triliun
Pihaknya pun bertekad pada 2025, BSI bakal masuk dalam daftar 10 perbankan syariah terbesar di dunia, bersama Arab Saudi dan Kuwait. "Sekarang, market capitalization kita US$3,69 miliar. Nanti bisa di atas US$5-5,5 miliar," tutur Hery.
Sekretaris Kementerian BUMN Susyanto menjelaskan bahwa per Juni 2022, jumlah aset total BSI mencapai Rp277 triliun dan ekuitas sebesar Rp26 triliun.
"Ini merupakan bank syariah terbesar di Indonesia. BSI akan punya peran penting dalam pembangunan perekonomian syariah," kata Susyanto.(OL-11)
Saat ini, AIMS tengah memasuki tahap due diligence dan legal drafting (DDLD) bersama konsultan hukum, kantor jasa penilai publik, dan lembaga penunjang pasar modal lainnya.
PT Trans Power Marine Tbk (TPMA) yang merupakan perseroan bergerak pada jasa transportasi laut memutuskan dalam RUPST untuk membagikan deviden dari tahun buku 2023
Langkah AIMS di 2024 akan fokus pada perubahan bidang usaha utama meliputi food & beverage (FnB), entertainment, olahraga, dan media.
BURSA Efek Indonesia mencatat sampai dengan 7 Februari 2024 telah tercatat 13 perusahaan yang mencatatkan saham, dengan dana dihimpun Rp3 triliun.
Sejauh ini PT Akbar Indo Makmur Stimec Tbk (AIMS) belum bisa menyebutkan, kisaran harga pelaksanaan rights issue maupun jumlah saham yang ditawarkan.
Pada 2021, ada 39 perusahaan tercatat yang melakukan right issue. Dibandingkan 2021, jumlah perusahaan yang melakukan right issue pada 2022 cenderung stabil.
Koperasi Kana menyediakan pendanaan operasional sebesar Rp2 juta per bulan bagi setiap KDKMP yang berpartisipasi.
Campaign for Good mendorong perubahan global menuju pengambilan keputusan kolaboratif berbasis kepercayaan.
Merek shapewear Skims yang didirikan Kim Kardashian berhasil meraih pendanaan US$225 juta dari investor termasuk Goldman Sachs.
Pendanaan bagi startup yang dipimpin perempuan masih menjadi tantangan yang membatasi kemampuan mereka tumbuh dan berinovasi.
Platform media sosial berbasis Web3, X.me, mengumumkan telah memperoleh pendanaan strategis senilai US$30 juta yang dipimpin oleh Tido Capital, dengan partisipasi sejumlah investor global.
Pendanaan ini akan digunakan untuk memperkuat sistem keamanan dan meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi (compliance).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved