Selasa 30 Agustus 2022, 19:54 WIB

Menkeu: Anggaran Subsidi BBM Semakin Melonjak

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Menkeu: Anggaran Subsidi BBM Semakin Melonjak

MI/ Moh Irfan
Menkeu Sri Mulyani saat memberikan konferensi pers.

 

MENTERI Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa anggaran subsidi BBM semakin melonjak dan kompensasi BBM pun semakin meledak dari tahun ke tahun. 

Hal ini terlihat dari data Kementerian Keuangan, bahwa anggaran subsidi dan kompensasi BBM yang sebelumnya hanya mencapai Rp188 triliun pada 2021, kini sudah mencapai Rp502,4 triliun.

"Secara rinci, anggaran subsidi dari Rp130 triliun pada 2021, kini melonjak menjadi Rp208 triliun pada 2022, atau naik 74,9%. Kompensasi dari Rp47 triliun pada 2021 dan tahun ini harusnya hanya Rp18 triliun, meledak menjadi Rp293 triliun," ungkapnya dalam rapat kerja dengan Banggar DPR RI, Selasa (30/8).

Baca juga: Bansos Subsidi BBM Disalurkan Per 1 September

Ani, sapaan akrabnya, mengatakan bahwa meskipun subsidi dan kompensasi energi naik, jika dilihat dari pola konsumsi Solar dan Pertalite, kuota yang sudah disetujui oleh Badan Anggaran, yaitu Solar bersubsidi 15,1 juta kilo liter (KL) dan Pertalite bersubsidi 23,05 juta KL, akan habis pada Oktober 2022.

"Inilah yang saya sebutkan subsidi Rp502 triliun pasti terlewati," imbuh Bendahara Negara.

Pihaknya memperkirakan dengan rata-rata ICP yang selalu di atas US$100 per barel dan juga nilai tukar rupiah di atas Rp14.700 per dolar AS, sementara volume subsidi diproyeksikan  mencapai 29 juta KL untuk Pertalite dan 17,4 juta KL untuk Solar, maka subsidi dan kompensasi energi akan mencapai Rp698 triliun.

Baca juga: CSIS: Subsidi BBM Alihkan untuk Pendidikan dan Energi Terbarukan

Menurut Ani, potensi penambahan subsidi dan kompensasi sebesar Rp195,6 triliun akan mempersempit ruang fiskal pada tahun anggaran 2023. Dirinya juga memperingatkan bahwa selama ini subsidi BBM masih tidak tepat sasaran, karena hanya sebagian kecil saja yang dinikmati oleh kelompok tidak mampu.

"Jangan lupa angka yang mendekati Rp700 triliun ini, hanya 5% subsidi solar dinikmati kelompok miskin. Artinya, angka ini lebih dinikmati kelompok mampu. Untuk Pertalite, hanya 20% dari subsidi kompensasi dinikmati oleh keluarga miskin dan rentan," tegasnya.(OL-11)

Baca Juga

Antara/Aprillio Akbar.

IHSG Ditutup Melemah Seiring Penaikan Agresif Suku Bunga Global

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 26 September 2022, 17:12 WIB
Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (26/9) sore ditutup turun seiring penaikan suku bunga yang agresif...
Antara/Reno Esnir.

Rupiah Awal Pekan Tertekan Didominasi Faktor Eksternal

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 26 September 2022, 16:58 WIB
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin (26/9)...
Antara

Semester I 2022, Jasa Marga Cetak Laba Bersih Rp734,8 Miliar

👤Insi Nantika Jelita 🕔Senin 26 September 2022, 16:55 WIB
Capaian positif tersebut disokong mobilitas masyarakat dan beroperasinya ruas tol baru. Pada semester I 2022, pendapatan usaha Jasa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya