Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan adanya keinginan dari Bank Dunia (World Bank) untuk mendukung program tol laut. Dalam hal ini, berupa pendanaan pembangunan kapal roll-on/roll-off atau ro-ro.
Niatan Bank Dunia disampaikan Budi saat meninjau Pelabuhan Tenau di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (20/7) kemarin. Adapun kunjungannya untuk memastikan program tol laut di wilayah NTT berjalan baik.
Baca juga: Ini Setumpuk Tugas yang Menanti Dekom Baru OJK
“Kami menyambut baik inisiatif bantuan kapal ro-ro dari World Bank, karena daerah kepulauan, seperti NTT dan Maluku, membutuhkan pergerakan lalu lintas kapal yang lebih intens," ujar Budi dalam keterangannya, Kamis (21/7)
Saat ini, pihaknya sedang mengkaji rute dari kapal ro-ro bantuan dari Bank Dunia. Rute tersebut direncanakan dari hub yang berada di Kupang dan Maumere. Nantinya, kapal tersebut berkeliling dari NTT sampai ke Maluku.
"Sehingga, jarak perjalanan kapal tidak jauh. Daerah ini semakin sering disinggahi kapal yang membawa penumpang maupun logistik,” imbuh Budi.
Baca juga: Akses ke Ibu Kota Negara Baru Bakal Dilengkapi Tol Bawah Laut
Kapal ro-ro akan menjadi pelengkap dan pendukung dari program tol laut. Berikut, sejumlah kapal perintis yang selama ini beroperasi. “World Bank sudah setuju untuk memberikan bantua. Insyaallah, tahun depan atau paling lambat 2024 sudah jalan,” jelasnya.
Dalam tinjauannya ke Pelabuhan Tenau, Budi melihat kondisi pelabuhan dan proses bongkar muat Kapal milik PT Meratus, yang membawa sejumlah muatan untuk kebutuhan logistik di wilayah Kupang dan sekitarnya.(OL-11)
Unit Layanan Modal Mikro (Ulamm) milik PT Permodalan Nasional Madani (PNM) merupakan layanan pembiayaan yang dirancang khusus untuk membantu pelaku usaha mikro dan kecil.
LPDB Koperasi kembali menegaskan dedikasinya dalam mendukung pemenuhan hak-hak fundamental masyarakat melalui penyaluran pinjaman maupun pembiayaan dana bergulir bagi koperasi
SURVEI Segara Research Institute menunjukkan mayoritas peminjam di Indonesia lebih mengutamakan kecepatan pencairan dana dibandingkan besaran suku bunga dalam memilih sumber pembiayaan.
Akses pembiayaan bagi jutaan masyarakat unbanked dan underbanked yang selama ini belum terlayani optimal oleh sektor perbankan formal makin diperhatikan.
MECA 2025 diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap brand yang mampu menampilkan terobosan pemasaran serta relevan dengan kebutuhan zaman.
Indonesia terus memajukan infrastruktur berkelanjutan melalui model pembiayaan dengan menggabungkan partisipasi pemerintah pusat, daerah, dan swasta.
Layanan Tol Laut di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, dinilai belum mampu menjawab kebutuhan logistik daerah secara optimal,
Kehadiran kapal logistik Pelni terbukti mampu menekan disparitas harga bapokting, khususnya di wilayah Indonesia timur.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan tujuan utama program Tol Laut adalah mengurangi disparitas harga barang di berbagai wilayah, khususnya di Indonesia bagian timur.
Menhub Budi Karya Sumadi optimistis program tol laut bakal berlanjut di masa pemerintahan baru presiden dan wakil presiden terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Program tol laut merupakan salah satu program strategis yang bertujuan untuk melancarkan distribusi logistik antarwilayah, dan menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved