Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA perusahaan, Manulife Indonesia dan Bank DBS, Indonesia bekerja sama meluncurkan MiTreasure Whole Life Legacy (MiWILL).
MiTreasure Whole Life Legacy adalah produk perlindungan jiwa yang dapat memberikan ketenangan dalam mempersiapkan masa depan, maupun peninggalan berharga untuk keluarga.
Dalam keterangan pers, Rabu (20/7), , Presiden Direktur & CEO, Manulife Indonesia, Ryan Charland menjelaskan bahwa MiTreasure Whole Life Legacy dilengkapi dengan beragam keunggulan.
Ryan mengatakan keunggulannya adalah pertama, manfaat perlindungan jiwa hingga tertanggung berusia 99 tahun.
Kedua, besaran premi dasar tetap selama masa pembayaran premi. Ketiga, manfaat meninggal dunia sebesar 100% uang pertanggungan.
Keempat, manfaat pembayaran tunai sebesar 20% uang pertanggungan apabila tertanggung masih hidup dan telah mencapai usia 70 tahun.
Kelima, manfaat akhir masa [ertanggungan sebesar 100% uang pertanggungan.
Keenam. manfaat pilihan asuransi tambahan MiTreasure Critical Cover berupa uang pertanggungan jika Tertanggung terdiagnosa salah satu dari 56 penyakit kritis.
Baca juga: Lindungi Pekerja Konstruksi dengan BPJS Ketenagakerjaan
Sementara itu, Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Paulus Sutisna, mengatakan, “Kerja sama berkesinambungan kami dengan Manulife Indonesia ini merupakan sebuah komitmen dari Bank DBS Indonesia dalam menjadi mitra yang memberikan layanan finansial yang komprehensif dan fleksibel."
"Produk ini menambah jajaran lini produk bancassurance kami yang sesuai dengan kebutuhan nasabah Bank DBS Indonesia dalam merencanakan kebutuhan finansial di masa depan,“ ujar Paulus.
“Melalui Manulife Asia Care Survey 2022, kami mengetahui bahwa 76% responden Indonesia yang berencana membeli asuransi dalam 12 bulan ke depan, dan asuransi jiwa merupakan salah satu produk yang menjadi prioritas utama," paparnya.
Ryan Charland menjelaskan bahwa Indonesia merupakan pasar terendahyang terlindungi asuransi, di antara pasar Asia lainnya yang tercakup dalam survei tersebut.
Hal ini sejalan dengan data dari OJK yang juga mencerminkan rendahnya tingkat penetrasi asuransi di Indonesia, yakni 3,11%.
"Hal ini memperkuat alasan untuk menyediakan pilihan yang lebih beragam sebagai upaya proteksi dan peningkatan kesejahteraan fisik serta finansial bagi seluruh masyarakat Indonesia," kata Ryan. (RO/OL-09)
OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) akan terus memperkuat pengawasan di sektor perbankan seiring dengan semakin kompleksnya aktivitas perbankan yang semakin beragam dan cepatnya digitalisasi.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
PT Bank Negara Indonesia (BNI) dinilai berada pada posisi yang lebih siap memasuki 2026 dibandingkan bank-bank besar lainnya.
Menurut Pramono, pencatatan saham Bank Jakarta di BEI tidak hanya akan meningkatkan kepercayaan publik, tetapi juga mendorong profesionalisme perusahaan.
MENTERI Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku telah menarik dana pemerintah sebesar Rp75 triliun dari total penempatan Rp276 triliun Saldo Anggaran Lebih (SAL) di sistem perbankan.
MANTAN Kepala PPATK Yunus Husein menilai pemajangan uang tunai hasil rampasan kasus korupsi dan sitaan negara oleh aparat penegak hukum tidak diperlukan dan cenderung tidak efisien.
NAIK kelas menjadi badan usaha milik negara (BUMN), kinerja BSI pada 2025 progresif jauh di atas industri perbankan sekaligus mengubah peta perbankan Indonesia.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh kenaikan giro sebesar 19,13%, tabungan 8,19%, dan deposito 14,28%.
Back to Back Loan merupakan program pinjaman yang memungkinkan nasabah memperoleh kredit dengan menjaminkan dana simpanan mereka sendiri di bank yang sama.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 24 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Rekening pada Bank Umum
AFTECH dan Perbanas menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi antara perbankan dan fintech sebagai langkah krusial dalam memperluas akses kredit nasional.
Menurutnya, pemerintah daerah justru membutuhkan anggaran untuk dibelanjakan untuk pembangunan daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved