Headline
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Presiden mengecam keras tindakan keji yang menyebabkan gugurnya para prajurit TNI.
Kumpulan Berita DPR RI
PERANG Rusia-Ukraina yang berkepanjangan dan situasi Covid-19 di Tiongkok belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Hal itu menjadi tantangan bagi para pelaku ekonomi dan investor.
Memasuki triwulan ketiga, tantangan utama yang dihadapi pasar adalah inflasi yang tak kunjung reda, sikap hawkish Bank Sentral AS, serta meningkatnya risiko resesi dan penurunan peringkat keuntungan.
Lantas, bagimana mempertahankan portofolio investor agar tetap stabil dalam menghadapi situasi tersebut?
Chief Investment Officer, DBS Bank, Hou Wey Fook, memberikan sejumlah pandangan saran dalam berinvestasi di kuartal ketiga tahun 2022.
“Dengan latar belakang inflasi dan gejolak ini, kami menegaskan kembali pilihan kami untuk ekuitas berkualitas dan penentu harga dengan posisi pasar kuat, margin keuntungan tangguh, dan kemampuan untuk membebankan biaya yang meningkat ke konsumen, seperti sektor yang berkaitan dengan komoditas,” ujarnya dalam acara CIO Insights 3Q22: Rising Above Inflation yang digelar DBS Bank Ltd (Bank DBS), beberapa waktu lalu.
Baca juga: Investasi Migas belum Melesat, Baru Sekitar Rp72 Triliun
Terkait pendapatan tetap, lanjut Hou, kredit jangka pendek dan berkualitas tinggi menjadi alternatif menarik dibandingkan dengan uang tunai.
Pihaknya terus menekankan pentingnya alternatif, termasuk investasi di emas dan aset swasta, untuk mendiversifikasi risiko portofolio.
“Mengingat inflasi berlanjut, didorong oleh kelangkaan komoditas, kami juga menggarisbawahi investasi di komoditas sebagai pendekatan “satelit”, yaitu membangun portofolio investasi dari gabungan dana investasi, saham, dan obligasi yang memberikan imbal hasil lebih tinggi dalam jangka pendek. Kami yakin bahwa strategi ini akan membantu portofolio mengatasi inflasi,” papar Hou.
Lebih rinci ia menjelaskan, untuk investasi ekuitas, Tiongkok menawarkan risiko-imbalan menarik.
Hou memiliki pandangan positif terhadap investasi di Tiongkok pada triwulan kedua 2022 karena yakin Wakil Perdana Menteri Liu He menarik batasan untuk mendukung pertumbuhan dan peraturan dunia usaha.
Sejauh ini, ekuitas Tiongkok memang unggul 14,9% dari ekuitas global. Hou juga mempertegas pandangan konstruktif jangka panjang atas raksasa teknologi Amerika Serikat.
“Kami terus merekomendasikan melakukan paparan terhadap portofolio berkualitas, terutama perusahaan besar teknologi di S&P500,” katanya.
Prospek cerah bisnis konten
Pada kesempatan itu, Hou juga memaparkan pandangannya tentang bisnis konten.
Istilah ‘konten adalah raja’ pertama kali diungkapkan oleh Bill Gates pada 1996, saat itu ia menyatakan, "Konten adalah tempat saya berharap banyak uang nyata akan dihasilkan di internet, seperti halnya dalam penyiaran." Kata-katanya terbukti cerdas.
Memang, konsumsi konten merupakan bagian integral dari kehidupan kita sehari-hari di samping penggunaan smartphone dan internet.
Di dunia dengan rentang perhatian pendek, dan platform konten sangat banyak, konten baik dapat mendorong monetisasi.
“Kami mendalami industri musik, video, dan permainan (gaming) untuk menentukan peluang terbaik dalam rantai nilai luas ini, dan menyoroti pemenang konten,” kata Hou.
Pemilik konten, terangnya, akan muncul sebagai pemenang jelas di industri karena kendali mereka atas pustaka konten luas dengan nilai monetisasi tinggi.
Model berbasis iklan akan mendominasi, mengingat kesediaan konsumen untuk menerima iklan untuk menggunakan konten dengan biaya lebih rendah.
Selain itu, User Generated Content (Konten Buatan Pengguna) merupakan model bisnis yang menikmati potensi pertumbuhan kuat dan persyaratan modal awal rendah. (RO/OL-09)
Lonjakan harga minyak global hingga US$100 per barel tekan APBN Indonesia. Pakar soroti dilema subsidi, inflasi, dan potensi perlambatan ekonomi.
Secara tahunan inflasi berada di angka 3,23 persen (year on year/yoy), turun dari bulan sebelumnya sebesar 3,54 persen dan di bawah inflasi nasional 3,48 persen.
INFLASI di DKI Jakarta selama periode Ramadan hingga Idulfitri 2026 tercatat tetap terkendali di tengah peningkatan permintaan musiman masyarakat.
Langkah Indonesia tergolong unik jika dibandingkan dengan respons negara-negara lain yang mayoritas memilih untuk menaikkan harga secara signifikan.
Amalia menjelaskan bahwa inflasi tahunan tarif listrik pada Maret 2026 mencapai 26,99%.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan pada Maret 2026 sebesar 3,48%. Angka itu jauh lebih tinggi dibandingkan inflasi tahunan Maret 2025 yang hanya sebesar 1,03%.
INDEKS Harga Saham Gabungan atau IHSG 2 Maret 2026 di Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah di kawasan Asia. IHSG ditutup melemah 218,65 poin atau 2,66 persen ke posisi 8.016,83.
Alphabet (Google) berencana menghimpun dana melalui obligasi untuk mendanai infrastruktur AI.
Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mengajak masyarakat untuk mengalokasikan investasi mereka ke SBN.
PT Pollux Hotels Group Tbk memperkuat strategi kebutuhan dan struktur pendanaannya dengan menerbitkan Obligasi Terkait Keberlanjutan I Tahun 2025 senilai maksimal Rp500 miliar.
SMF menilai kebijakan Bank Indonesia yang menetapkan obligasi SMF sebagai underlying transaksi repo, akan membuka kembali minat investor t
SBN akan memperluas ekosistem aset digital yang terukur dan sesuai regulasi guna mendukung pertumbuhan sektor keuangan digital nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved