Selasa 12 Juli 2022, 11:55 WIB

BI: CBDC Harus Perkuat Stabilitas Ekonomi dan Moneter

M. Ilham Ramadhan Avisena | Ekonomi
BI: CBDC Harus Perkuat Stabilitas Ekonomi dan Moneter

Antara
Potret seorang karyawan berada di depan layar yang memampilkan logo Bank Indonesia.

 

INDONESIA menyerukan agar perumusan Central Bank Digital Currency (CBDC) tidak bertolak belakang dengan tujuan utamanya, yakni memitigasi risiko dari kemunculan aset kripto. 

Mata uang digital dari bank sentral diarahakan untuk memperkokoh stabilitas ekonomi, moneter dan keuangan. Hal itu ditekankan Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni Primanto Joewono pada Side Event G20 bertema Advancing Digital Economy and Finance.

"Mengembangkan CBDC adalah tentang keseimbangan yang optimal antara desain dan tujuan kebijakan. Oleh karena itu, isu CBDC tidak boleh merugikan stabilitas moneter dan keuangan, melainkan mendukung pemenuhan mandat bank sentral," ujar Doni, Selasa (12/7).

Baca juga: BI Masih Pertahankan Suku Bunga Acuan 3,50%

Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa Bank Indonesia tengah mendalami CBDC. Akhir tahun ini, berada pada tahap untuk mengeluarkan white paper pengembangan Digital Rupiah. Eksplorasi penerbitan CBDC dilakukan berdasarkan enam tujuan.

Rinciannya pertama, menyediakan alat pembayaran digital yang risk-free menggunakan central bank money. Kedua, memitigasi risiko non-sovereign digital currency. Lalu ketiga, memperluas efisiensi dan ketahapan sistem pembayaran, termasuk cross border.

Kemudian keempat, memperluas dan mempercepat inklusi keuangan. Adapun kelima, menyediakan instrumen kebijakan moneter baru. Terakhir keenam, memfasilitasi distribusi fiscal subsidy. Penerbitan CBDC juga membutuhkan tiga pre-requisite yang perlu dipastikan suatu negara. 

Baca juga: KPK: Kripto Meningkatkan Risiko Pencucian Uang

Tiga hal tersebut, yakni desain CBDC tidak mengganggu stabilitas moneter dan sistem keuangan. Lalu, desain CBDC yang mencakup 3I (Integrated, interconnected and Interoperable) dengan infrastruktur FMI-Sistem Pembayaran.

Berikutnya, mengenai pentingnya teknologi yang digunakan pada tahap eksperimen untuk memahami implementasi CBDC (DLT-Blockchain dan non-DLT). Doni menilai perumusan yang tepat terkait CBDC bakal memberi dampak positif bagi perekonomian suatu negara.

"CBDC dapat meningkatkan pertumbuhan pasar modal, dengan memfasilitasi akses pembayaran dan inklusi keuangan. Sehingga, membantu membuka peluang bisnis dan transformasi kebijakan," tutur Doni.(OL-11)
 

Baca Juga

DOK/PT POS INDONESIA

Pos Indonesia Teken Kerja Sama dengan PT Inka Multi Solusi Service

👤Bayu Anggoro 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 22:30 WIB
Ruang lingkup kerja sama berupa kemitraan strategis terkait jasa kiriman logistik serta pemanfaatan...
PT. Neo Kosmetika Industri

Intip Peluang Perusahaan Maklon Hingga Jadi Sasaran Pebisnis Kosmetik

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 22:11 WIB
Produk lokal mulai berlomba-lomba mengeluarkan produk yang ciamik namun dengan harga yang...
Dok. DPR RI

Banggar : Pertumbuhan Kuartal II-2022 Modal Penting Hadapi Tekanan Ekonomi Global

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 18:54 WIB
Naiknya berbagai harga komoditas, lanjut Said, mendorong pertumbuhan sektor pertambangan yang tumbuh 4 persen...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya