Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGUATNYA harga sektor komoditas masih berlangsung hingga saat ini dan telah mendorong meningkatnya permintaan alat berat dan berbagai pendukung logistik di sektor tersebut. Permintaan yang terus menguat itu diperkirakan akan berlangsung terus hingga 2023.
Menurut Roadmap Infrastruktur Indonesia, permintaan alat berat akan meningkat di beberapa tahun ke depan menyusul rekor tertinggi yang dicapai pada 2021, yang diperkirakan masih akan terjadi pada tahun 2022 dan 2023.
Prospek yang baik tersebut selanjutnya memberikan dampak terhadap pertumbuhan bisnis alat berat yang menurut perkiraan Hinabi (Himpunan Industri Alat Berat Indonesia) tahun 2022 ini sekitar 30% hingga 40%.
Prospek pertumbuhan bisnis alat berat yang terus membaik ke depan tersebut menjadi latar belakang PT Wahana Inti Selaras (WISL) dalam pengembangan kegiatan usaha sehingga Perseroan berencana untuk melakukan penghimpunan dana melalui penerbitan obligasi.
WISL yang bergerak di bidang bisnis alat berat, pertambangan, agro dan konstruksi berencana pada hari ini, tanggal 11 Juli 2022 untuk melakukan Investor Gathering Penawaran Umum Obligasi I Wahana Inti Selaras Tahun 2022 dengan nilai pokok sebanyak banyaknya Rp2 triliun.
Baca juga: Hingga Mei, Kinerja Sektor Industri Tumbuh 25%
Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai modal kerja Perseroan dan lima anak usaha yaitu PT Indotruck Utama (ITU), PT Eka Dharma Jaya Sakti (EDJS), PT. Indo Traktor Utama (INTRAMA), PT Prima Sarana Gemilang (PSG) dan PT Prima sarana Mustika (PSM).
Obligasi yang telah meraih peringkat idA (Single A) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) tersebut akan dibagi dalam tiga Seri, yaitu Seri A, Seri B dan Seri C yang masing-masing memiliki tenor 370 hari, 3 tahun dan 5 tahun.
Jumlah pokok dan besarnya suku bunga masing-masing seri belum ditentukan namun bunga akan dibayarkan setiap triwulanan.
Yang bertindak sebagai Penjamin Pelaksana Untuk Emisi Obligasi ini adalah PT BNI Sekuritas, PT Buana Capital Sekuritas, PT Indo Premier Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk. Sedangkan yang bertindak sebagai Wali Amanat adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk.
Berikut perkiraan jadwal penawaran umum hingga Lisitng di BEI.
TanggalMasa Penawaran Awal (Book Building) : 11-21 Juli 2022
TanggalPernyataan Efektif OJK : 27 Juli 2022
TanggalPenawaran Umum : 29 Juli – 1 Agustus 2022
TanggalPembayaran dari Investor : 3 Agustus 2022 Tanggal Disribusi efek : 4 Agustus 2022
Tanggal Listing di BEI : 5 Agustus 2022.
Profil Perusahaan
PT Wahana Inti Selaras (WISL) adalah anak perusahaan dari Grup Indomobil. WISL sudah mulai beroperasi sebagai importir truk Volvo sejak tahun 1993.
Selanjutnya, WISL tumbuh dan berkembang pesat sebagai sub-holding untuk bisnis alat berat, pertambangan, agro dan konstruksi dalam Grup Indomobil melalui penunjukan dari merek-merek alat berat ternama, akuisisi dan pendirian bisnis baru.
Beberapa merek-merek ternama yang terlah menunjuk WISL sebagai dealership antara lain Volvo, Renault, SDLG, John Deere, Manitou, Kalmar, Hiab, Mantsinen
WISL juga menyediakan layanan purna jual (after sales service) untuk mesin dan alat berat tersebut.
WISL memandang pelayanan after sales service sangat penting sehingga perseroan melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan dukungan after sales service dengan menyediakan ketersediaan suku cadang yang cukup dan mekanik yang kompeten.
Kegiatan pelayanan after sales service pun kini telah menjadi tulung punggung dan memberikan kontribusi pendapatan bagi WISL sebesar 34% dengan gross margin hampir 52% pada tahun 2021.
Hingga saat ini WISL memiliki 196 outlet penjualan dan after sales service dengan jumlah on site service sebanyak 107 gerai serta 36 proyek kontraktor dan penyewaan alat berat.
Hingga saat ini WISL telah memberikan kontribusi pendapatan dan marjin yang signifikan bagi Indomobil Group.
Pada tahun 2021 perseroan membukukan total pendapatan sebesar Rp5,58 triliun naik 69% dibandingkan tahun 2020 yang sebesar Rp 3,30 triliun, sedangkan laba bersih pada tahun 2021 tumbuh signifikan menjadi Rp 240,39 miliar.
Hingga Februari 2022, Perseroan telah memiliki aset lebih dari Rp 6 triliun dengan total ekuitas sebesar hamper Rp 1,10 triliun. (RO/OL-09)
Yulina memimpin bisnis yang memiliki lebih dari 500 kantor perwakilan, 3.700 gerai, dan lebih dari 6.000 karyawan di seluruh Nusantara.
Wamen UMKM Helvi Moraza menegaskan pentingnya penguatan ekosistem usaha, konektivitas rantai pasok, serta digitalisasi layanan agar UMKM
Sejumlah proyek percontohan microgrid terintegrasi berbasis PLTS disiapkan untuk area yang membutuhkan pasokan listrik besar tetapi masih terkendala akses jaringan listrik.
Tantangan terbesar freelancer saat ini bukan sekadar soal keahlian teknis, melainkan kemampuan beradaptasi.
AI telah berevolusi dari teknologi pendukung menjadi fondasi strategis dalam membangun daya saing brand.
Nama Michael Wisnu Wardhana mendadak menjadi perbincangan nasional setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran besar di Gedung Terra Drone.
PT Pollux Hotels Group Tbk memperkuat strategi kebutuhan dan struktur pendanaannya dengan menerbitkan Obligasi Terkait Keberlanjutan I Tahun 2025 senilai maksimal Rp500 miliar.
SMF menilai kebijakan Bank Indonesia yang menetapkan obligasi SMF sebagai underlying transaksi repo, akan membuka kembali minat investor t
SBN akan memperluas ekosistem aset digital yang terukur dan sesuai regulasi guna mendukung pertumbuhan sektor keuangan digital nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa merespons usulan Luhut Binsar Pandjaitan soal suntikan dana Rp50 triliun ke INA, dengan syarat dialokasikan ke sektor riil, bukan obligasi.
IHSG, nilai kapitalisasi pasar, dan juga rata nilai transaksi harian, membukukan rekor tertinggi atau all time high. Pasar modal domestik pada September 2025 mencatatkan kinerja yang positif.
Rencana penerbitan private placement Patriot Bond oleh Danantara Indonesia senilai Rp50 triliun menuai dukungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved