Jumat 01 Juli 2022, 20:00 WIB

Literasi Digital Jadikan Penjual dan Pembeli di Ranah Dsring Lebih Terlindungi

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Literasi Digital Jadikan Penjual dan Pembeli di Ranah Dsring Lebih Terlindungi

Ilustrasi
Ilustrasi belanja daring

 

PENGGUNA internet di Indonesia pada 2021 mengalami peningkatan. We Are Social mencatat bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 202,6 juta pengguna, di mana 170 juta penggunanya menggunakan media sosial. Dapat dikatakan bahwa pengguna internet di Indonesia mencapai 61.8% dari total populasi Indonesia.

Menurut Survei Literasi Digital di Indonesia pada 2021, indeks atau skor literasi digital di Indonesia berada pada angka 3,49 dari skala 1-5. Skor tersebut menunjukkan bahwa tingkat literasi digital di Indonesia masih berada dalam kategori "sedang".

Sebagai respons untuk menanggapi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi melakukan kolaborasi dan mencanangkan program Indonesia Makin Cakap Digital di Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (30/6), secara daring. 

Program itu didasarkan pada empat pilar utama literasi digital yakni Kemampuan Digital, Etika Digital, Budaya Digital, dan Keamanan Digital. Melalui program ini, 50 juta masyarakat ditargetkan akan mendapat literasi digital pada tahun 2024.

Dosen Fikom Unisba dan Co-Founder Japelidi Rita Gani mengatakan, saat ini dunia belanja sudah banyak berpindah ke ranah daring atau online. Tidak seperti toko luring (offline) di mana penjual cenderung pasif menunggu pembeli, penjual daring dengan bantuan internet bisa aktif jemput bola. 

Tak hanya itu, jika berjualan di lokapasar atau marketplace, penjual juga bisa memanfaatkan fitur chat untuk berkomunikasi dengan pembeli.  

“Dalam bisnis kuliner ini perlu, misalnya pembeli ingin menanyakan bahannya apa atau seberapa pedas. Ini bisa dilakukan melalui kolom chat dan sebagai penjual harus menyediakan waktu karena respons yang baik dari penjual akan menambah nilai lebih produk,” tuturnya dalam webinar Merintis Bisnis Kuliner Daring.

Dia menambahkan, beberapa lokapasar juga menyediakan fitur Hubungi Penjual jika pembeli masih memiliki pertanyaan setelah membeli atau menggunakan produk. 

Founder Duaide.com serta Digital Marketing, Strategy & Consultant Desti Dwiyanasari mengatakan, pebisnis pemula bisa memanfaatkan sarana promosi yang gratis seperti media sosial atau blog. 

Baca juga : Legislator: Penggunaan Aplikasi Pertamina untuk BBM Subsidi Sudah Adil 

Selanjutnya ketika bisnis mulai berkembang bisa melebarkan sayap dengan bergabung dalam aplikasi daring atau menjadi anggota lokapasar. Selain itu, Desti juga menekankan pentingnya penggunaan bahasa yang baik dan benar dalam membuat konten untuk mempromosikan produk dalam negeri yang dijual di ranah daring. 

“Bahasa terbaik adalah bahasa yang mudah dipahami kedua belah pihak baik itu produsen maupun konsumen. Jangan sampai salah persepsi apalagi berselisih paham. Memberikan masukan dan tanggapan dengan bahasa yang baik juga bisa meningkatkan reputasi bisnis daring,” saran dia.  

Kabid Penelitian dan Pengembangan SDM RTIK Babel Chandra Kirana mengingatkan untuk mewaspadai berbagai penipuan saat berbelanja daring. Ragam kejahatan siber seperti scam, spam, phising dan hacking bisa merugikan konsumen sehingga harus diwaspadai. 

Seringkali, kata dia, orang awam berbelanja daring di situs internet atau aplikasi belanja tapi tidak mengetahui apakah situs tersebut asli atau palsu. Untuk itu, Chandra menegaskan pentingnya pengetahuan dasar tentang aplikasi atau situs resmi yang aman untuk bertransaksi. 

“Intinya teliti dulu sebelum membeli. Banyak orang yang beli barang tapi setelah datang barangnya salah atau tidak sesuai harapan. Ada juga yang sudah transfer uang tapi barangnya tak kunjung datang, dan setelah ditelusuri ternyata situsnya situs bodong. Jadi, sebelum transaksi cek dulu rekam jejak penjual dan jangan tergoda dengan barang murah di internet serta manfaatkan rekening bersama di lokapasar,” bebernya.  

Dengan hadirnya program Gerakan Nasional Literasi Digital oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika diharapkan dapat mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif. 

Kegiatan itu khususnya ditujukan bagi para komunitas di wilayah Kalimantan dan sekitarnya yang tidak hanya bertujuan untuk menciptakan Komunitas Cerdas, tetapi juga membantu mempersiapkan sumber daya manusia yang lebih unggul dalam memanfaatkan internet secara positif, kritis, dan kreatif di era industri 4.0. 

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama GNLD Siberkreasi juga terus menjalankan program Indonesia Makin Cakap Digital melalui kegiatan-kegiatan literasi digital yang disesuaikan pada kebutuhan masyarakat. Untuk mengikuti kegiatan yang ada, masyarakat dapat mengakses info.literasidigital.id atau media sosial @Kemenkominfo dan @Siberkreasi. (RO/OL-7)

Baca Juga

Dok Gojek

Ikuti Kemenhub, Gojek Tunda Kenaikan Tarif Ojol

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 23:54 WIB
Kenaikan antara lain, biaya jasa batas bawah sebesar Rp2.600/km, biaya jasa batas atas sebesar...
Antara

Menteri ESDM Minta PT Vale Tingkatkan Produksi Nikel

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 22:33 WIB
PT Vale Indonesia memiliki satu fasilitas pengolahan dan pemurnian nikel di Sorowako dengan kapasitas 70.000 ton nikel...
Dok PLN

PLN Kebut Penataan Infrastruktur Kelistrikan G20 di Bali

👤Insi Nantika Jelita 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 21:55 WIB
Saat ini progres tersebut mencapai 88,6 untuk pengamanan kelistrikan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya