Jumat 10 Juni 2022, 22:13 WIB

Erick Ungkap Rahasia Tahan Harga Pertalite, Kucuran Subsidi Sampai Rp200 Triliun

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
Erick Ungkap Rahasia Tahan Harga Pertalite, Kucuran Subsidi Sampai Rp200 Triliun

Antara/Jojon
Jalur Pertalite di SPBU

 

PEMERINTAH memutuskan tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di tengah lonjakan harga minyak dunia akibat perang di Ukraina.

Menteri BUMN Erick Thohir membeberkan, keputusan tersebut karena pemerintah mengeluarkan dana untuk subsidi BBM tersebut hingga ratusan triliun rupiah.

"Pemerintah membantu rakyat hampir Rp200 triliun lebih, makanya kemarin harga BBM Pertalite tidak naik," ungkapnya dalam siaran pers, Jumat (10/6).

Namun, untuk BBM jenis pertamax diputuskan naik per April 2022 dengan harga Rp12.500 per liter. Hal ini, ungkap Erick, karena mayoritas pengguna pertamax merupakan orang mampu.

"Tapi, ini tidak dengan pertamax untuk yang mampu. Itu pun di lapangan masih banyak ditemukan mobil yang mestinya tidak boleh (beli) Pertalite, malah masih mengisi," lanjut Erick.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan, pemerintah memperoleh persetujuan dari Badan Anggaran (Banggar) DPR RI untuk menambah belanja Rp393 triliun, yang mana Rp350 triliun akan dialokasikan untuk anggaran subsidi dan kompensasi energi.

Baca juga : Kemenkeu Tunggu Hasil PKPU Untuk Cairkan PMN ke Garuda Indonesia

Penambahan tersebut diupayakan pemerintah agar harga bahan bakar minyak hingga listrik tidak naik di tengah disrupsi global.

"Penambahan ini juga tujuannya agar pertalite, solar minyak tanah, elpiji 3 kg bisa tetap dijaga harganya," ungkap Srimul, sapaan akrab Sri Mulyani di Komplek Senayan, Jakarta, Jumat (20/5).

Pengamat Ekonomi Energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Fahmy Radhi mengatakan dalam rilisnya, saat ini penambahan anggaran subsidi BBM untuk menahan kenaikan harga Pertalite sudah sangat tepat dalam menjaga inflasi dan daya beli masyarakat.

Namun, secara jangka panjang pemerintah tetap harus mencari cara untuk menekan anggaran subsidi, agar tidak membebani APBN.

Fahmy berpendapat, subsidi yang diberikan untuk pertalite banyak yang tidak tepat sasaran, karena banyak dikonsumsi oleh masyarakat mampu. Untuk itu, pembatasan bisa dilakukan, di antaranya pertalite hanya untuk kendaraan roda dua. (OL-7)

Baca Juga

DOK/PT POS INDONESIA

Pos Indonesia Teken Kerja Sama dengan PT Inka Multi Solusi Service

👤Bayu Anggoro 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 22:30 WIB
Ruang lingkup kerja sama berupa kemitraan strategis terkait jasa kiriman logistik serta pemanfaatan...
PT. Neo Kosmetika Industri

Intip Peluang Perusahaan Maklon Hingga Jadi Sasaran Pebisnis Kosmetik

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 22:11 WIB
Produk lokal mulai berlomba-lomba mengeluarkan produk yang ciamik namun dengan harga yang...
Dok. DPR RI

Banggar : Pertumbuhan Kuartal II-2022 Modal Penting Hadapi Tekanan Ekonomi Global

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 07 Agustus 2022, 18:54 WIB
Naiknya berbagai harga komoditas, lanjut Said, mendorong pertumbuhan sektor pertambangan yang tumbuh 4 persen...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya