Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
CILACAP Samudera Fishing Industry (ASHA) baru saja menandatangani nota kesepahaman dengan perusahaan distributor seafood asal Australia, Melbourne Seafood Distributors (MSD)). Dengan adanya kesepakatan itu, ASHA akan memperkuat ekspor komoditinya guna mencapai targetnya, yaitu melipatgandakan pertumbuhan pendapatannya di 2022.
Penandatanganan nota kesepahaman tersebut diwakili oleh Direktur Utama ASHA William Sutioso dan Direktur MSD Chris Pappas. Agenda tersebut juga disaksikan langsung oleh Komisioner Investasi dan Perdagangan Queensland Benjamin Giles dan Pemegang Saham serta Partner MSD, Terry Melas.
William Sutioso mengatakan, ASHA akan mengekspor sedikitnya 800 ton ikan dalam bentuk ikan fillet dan ikan block, yakni ikan yang diberi tepung lalu dibungkus dalam retail package. Ikan tersebut rencananya akan distribusikan keseluruh supermarket, retail dan partner MSD yang tersebar di seluruh daratan Australia.
Dengan adanya perjanjian tersebut, ASHA diestimasi akan mengantongi pendapatan senilai Rp80 miliar. Melihat animo masyarakat Australia yang tinggi terhadap produk perikanan Indonesia, nilai kerja sama ini berpotensi terus tumbuh sekitar 20% hingga 25% di tahun berikutnya.
William mengungkapkan, relaksasi kebijakan lockdown Australia dimana turis asing sudah diperbolehkan masuk membuat kebutuhan perikanan di negara kangguru itu meningkat tajam. Memanfaatkan peluang tersebut, ASHA memutuskan untuk melakukan kerjasama jangka panjang dengan MSD.
“Australia sudah mulai terbuka untuk turis yang ingin berkunjung, sehingga demand perikanan langsung membeludak. Bahkan buyer kita banyak yang melakukan pre-order. Melihat peluang tersebut, Perseroan memutuskan untuk melakukan MoU untuk rencana kontrak jangka panjang,” kata William.
William menambahkan, penandatanganan kontrak itu akan memberi manfaat bagi Indonesia karena meningkatkan kemampuannya dalam memproduksi barang dengan nilai tambah. Langkah strategis ini juga akan membawa dampak baik bagi perekonomian masyarakat Indonesia dengan mengurangi angka pengangguran.
“Selama ini Australia banyak membeli produk fillet dari negara-negara lain di Asia tenggara, dan ironisnya, bahan mentah dari produk tersebut dipasok oleh Indonesia. Memangkas supply chain tersebut, serta untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan Indonesia, kami (ASHA) memutuskan untuk mengambil langkah strategis ini,” kata William.
Baca juga : Kolaborasi Prym Intimates-PLN Sepakati Penggunaan Listrik dari Sumber EBT
Selain manfaat tersebut, William menuturkan, kesepakatan itu akan membawa keuntungan bagi Indonesia karena akan mendatangkan devisa yang besar. Perjanjian ini juga akan menyerap banyak hasil produksi Indonesia dan membawa nama Indonesia dalam bentuk produk seafood di pasar retail Australia.
“Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap visi Indonesia, yaitu meningkatkan ekspor dalam negeri dari sektor maritim,” kata William.
Direktur Melbourne Seafood Distributor Chris Pappas mengatakan, kolaborasi itu adalah kesempatan baik bagi MSD untuk bertemu rekan bisnis baru.
"Kami melihat banyak kesempatan menguntungkan bagi kedua belah pihak di masa depan. Jadi, langkah ini sangat baik bagi kami guna meningkatkan peluang bisnis serta hubungan baik yang telah telah terjalin lama," katanya.
Dilihat dari pandangan regulasi, kesepakatan itu juga didukung penuh oleh pemerintah Australia.
“Kami sangat senang terhadap kolaborasi ini. Kami berharap akan muncul produk-produk baru bermutu tinggi dari Indonesia yang akan dikirimkan ke Australia. Produk dengan kualitas rasa yang enak. Kami juga berharap kedepannya akan ada kolaborasi lain, dari sisi teknologi, pengalaman, dan sebagainya," imbuh Benjamin.
Sebagai tambahan informasi, perusahaan perikanan tangkap terpadu yang baru saja listing di BEI pada Mei lalu itu gencar melakukan ekspansi ke berbagai negara guna meningkatkan pendapatannya. Sebelumnya, ASHA telah melakukan ekspansi ke pasar Asia dengan tujuan utama ekspor Tiongkok dan Thailand, dua negara dengan konsumsi ikan yang sangat tinggi.
Sedangkan di wilayah Asia lain, ASHA telah menjangkau pasar Taiwan, Filipina, dan Malaysia. Selain dari benua Asia dan Australia, Perseroan juga menargetkan untuk memperluas ekspansinya ke daratan Timur Tengah dan Amerika. (RO/OL-7)
Jambul tersebut milik spesies baru, yaitu Spinosaurus mirabilis yang berkeliaran di ekosistem sungai kuno di daerah tersebut sekitar 95 juta tahun lalu pada Zaman Kapur Akhir.
Mengonsumsi ikan akan memberi energi, protein dan berbagai jenis nutrien yang penting bagi kesehatan.
Harga ikan laut di pasar Kota Palu, Sulawesi Tengah, terus merangkak naik sejak dua pekan terakhir. Harga ikan cakalang, misalnya, kini mencapai Rp60 ribu per dari Rp30 ribu per kg.
Meski tidak ada makanan yang bisa menjadi obat instan, para ahli sepakat bahwa pola makan sehat berperan penting dalam menjaga dan memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Pantauan di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba Kupang, Minggu (18/1), Ikan ekor kuning ukuran sedang yang sebelumnya dijual sekitar Rp80.000 per ekor, sekarang melonjak menjadi Rp150.000.
LCI akan berperan aktif memberikan masukan kepada pemerintah agar kebijakan sektor ikan hias dapat menyentuh langsung para pelaku di lapangan.
Enam pemain dan satu anggota staf pendukung kemudian menerima tawaran suaka di Australia.
Tekanan psikologis dan kerinduan keluarga membayangi keputusan tiga anggota delegasi sepak bola putri Iran untuk kembali ke tanah air setelah sempat mengajukan visa kemanusiaan di Australia.
Australia resmi memberikan visa kemanusiaan bagi lima pemain Timnas Putri Iran yang menolak menyanyikan lagu kebangsaan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump ungkap Australia telah sepakat memberikan suaka kepada sejumlah anggota tim nasional sepak bola putri Iran.
PM Anthony Albanese kerahkan aset militer ke Timur Tengah demi evakuasi warga Australia yang terjebak disrupsi perjalanan akibat konflik bersenjata.
Uji laboratorium menunjukkan bahwa dalam jumlah sangat kecil sekalipun, Latrunculin A mampu membunuh brine shrimp (udang air asin).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved