Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENAMBAHAN anggaran subsidi dan kompensasi dalam APBN akan meredam dampak negatif dari dinamika global. Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu.
Menurutnya, fiskal negara bisa menjadi alat untuk menstabilkan sejumlah harga pangan dan energi, yang diprediksi terus melonjak.
"Dengan tambahan alokasi tersebut, ditambah berbagai kebijakan stabilisasi harga, tingkat inflasi domestik diharapkan terus terjaga. Sehingga mampu menjaga daya beli masyarakat," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (3/6).
Baca juga: Minyak Goreng dan BBM Jadi Faktor Pengerek Utama Inflasi
"Ini penting untuk memastikan tren pemulihan ekonomi Indonesia, yang masih dalam tahap awal terus berlanjut. Untuk menjaga daya beli masyarakat miskin dan rentan, pemerintah terus menggelontorkan anggaran perlindungan sosial," sambung Febrio.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi Mei 2022 melanjutkan tren peningkatan yang mencapai 3,55% (April 2022: 3,47%). Inflasi ini merupakan yang tertinggi sejak Desember 2017, di mana terdapat pengaruh tekanan harga komoditas global dan dampak kenaikan permintaan Lebaran.
Secara bulan ke bulan, inflasi Mei tercatat menurun ke level 0,40% (April 2022: 0,95%). Perkembangan inflasi inti didorong oleh daya beli masyarakat yang semakin pulih di tengah dampak dari kenaikan harga komoditas global.
Inflasi Inti Mei 2022 turun tipis sebesar 2,58% (yoy) (April 2022: 2,60). Terdapat peningkatan inflasi pada komoditas jasa, seperti rekreasi dan jasa restoran.
Baca juga: Mei, Nilai Tukar Petani Alami Penurunan
Di samping itu, komoditas inti pangan juga mengalami kenaikan seperti, ikan segar dan roti manis. Lalu, terdapat perlambatan inflasi sandang dan perawatan pribadi seiring normalisasi permintaan setelah lebaran.
Inflasi harga pangan bergejolak kembali meningkat mencapai 6,05% (yoy) (April 2022: 5,48%). Beberapa komoditas yang meningkat, seperti telur dan daging ayam ras, karena adanya peningkatan harga pakan. Lalu, kenaikan harga bawang merah akibat minimnya pasokan.
"Perlu diwaspadai faktor musim kemarau basah, yang mendorong penurunan produktivitas aneka cabai. Serta, kenaikan harga pupuk yang dapat mendorong naiknya harga bahan pangan umum, seiring pembatasan ekspor pangan dan pupuk di 10 negara," jelas Febrio.(OL-11)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) merespons kabar yang menyebut Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono digadang-gadang mengisi posisi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI).
(KPK) menduga uang kasus suap pajak turut mengalir ke oknum di Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Anggota DPR RI menyebut kasus suap korupsi yang melibatkan pegawai Direktorat Jenderal Pajak harus menjadi momentum bagi Kementerian Keuangan melakukan bersih-bersih.
KPK melakukan penelusuran penerimaan uang suap ke pejabat di Ditjen Pajak.
Budi enggan memerinci sosok yang tengah dibidik oleh penyidik. KPK sedang mencari keterlibatan pihak lain yang diduga memiliki peran dalam pengurangan pajak ini.
Rudianto menilai tindakan tegas dari Aparat Penegak Hukum (APH) sangat krusial di tengah upaya Presiden Prabowo Subianto meningkatkan penerimaan negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved