Kamis 26 Mei 2022, 19:59 WIB

Konsolidasi Perbankan Syariah BUMN Bisa Berdampak Seperti Ini

Fetry Wuryasti | Ekonomi
Konsolidasi Perbankan Syariah BUMN Bisa Berdampak Seperti Ini

Antara/Rivan Awal Lingga
Wakil Ketua Umum MUI Anwar Abbas.

 

PEMERINTAH sedang berupaya mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Salah satunya dengan menggabungkan Unit Usaha Syariah (UUS) atau bank berbasis syariah  ke dalam Bank Syariah Indonesia (BSI). 

Namun di sisi lain, gagasan penggabungan beberapa bank berbasis syariah yang sebetulnya untuk menyederhanakan sistem perbankan di Indonesia, dikhawatirkan justru malah menimbulkan polemik baru, yaitu beralihnya fokus pembiayaan umat, yang mayoritas merupakan UMKM menjadi kepada hanya memberi pembiayaan kepada korporasi besar.

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menerangkan dirinya merupakan salah satu orang yang tidak setuju dengan dimergernya 3 bank syariah. Bagi dia, bank syariah sebaiknya fokus kepada UMKM karena boleh dikatakan umat Islam sangat banyak bermata pencaharian di sektor UMKM.

"Kalau bank-bank syariah tersebut tidak di-merger maka berarti tiga bank (BRI Syariah, BNI Syariah, dan Mandiri Syariah) akan tetap menjadi bank kecil. Kalau mereka bank kecil tentu hanya akan mampu membiayai usaha-usaha kecil. Tapi kalau dia dimerger maka tentu dia akan menjadi bank besar. Kalau dia sudah menjadi bank besar maka tentu usaha yang akan dibiayai juga sektor usaha besar. Akibatnya, akhirnya bank syariah tersebut akan lebih banyak dirasakan oleh usaha besar (0,01%) dan menengah (0,09%) dan akan sangat sedikit kepada usaha kecil (1,22%). Apalagi yang termasuk kategori mikro dan ultra mikro," kata Anwar saat dihubungi, Kamis (26/5).

Padahal jumlah pelaku usaha mikro dan ultra mikro tersebut sekitar 98,68% dari seluruh pelaku usaha. Jadi yang akan dijamah oleh perbankan besar tersebut hanya 0,1% dari total pelaku usaha yang ada di tanah air.

Hal ini tidak sehat bagi perkembangan perekonomian nasional karena akan mendorong kesenjangan sosial ekonomi yang semakin tajam.

Untuk itu menurut Anwar, karena tugas pemerintah itu diantaranya adalah melindungi dan mensejahterakan rakyat maka sebaiknya bank-bank syariah milik negara difokuskan kepada pemberdayaan usaha mikro dan kecil.

Sementara bank-bank swasta yang ada biarlah fokus kepada usaha besar dan menengah. Sehingga diharapkan struktur dunia usaha nasional bisa berubah dari bentuk piramid menjadi bentuk seperti belah ketupat.

"Dimana kalau dalam bentuk piramid yang besar adalah di alas piramid atau di kelas bawah. Tapi kalau dalam bentuk belah ketupat yang besar adalah di kelas menengah. Hal ini penting kita usahakan agar daya beli masyarakat dengan membesarnya kelas menengah tentu akan meningkat," kata Anwar

Sehingga apapun yang kita produksi asal dibutuhkan oleh pasar tentu akan laku sehingga kehidupan ekonomi kita akan berubah seperti bola salju dimana dia akan semakin membesar dan membesar.

Kalau hal itu bisa kita wujudkan maka kesejahteraan dan ekonomi bangsa tentu akan meningkat dan membesar. Sehingga dengan demikian kita akan bisa melakukan akselerasi bagi tibanya the glorious era of Indonesia, dimana negara kita akan menjadi salah satu negara yang terbesar dan terkuat ekonominya di dunia.

"Tapi kalau dunia perbankan yang ada di negeri ini masih seperti hari ini yang bias kepada para pengusaha besar dan menengah dan kurang kepada usaha kecil serta mikro dan ultra mikro, maka tidak mustahil kemajuan yang kita peroleh adalah semu. Sehingga begitu ada masalah, maka terjadilah krisis dan bila terjadi krisis maka tidak mustahil bangunan ekonomi yang kita dirikan akan roboh," kata Anwar.

Oleh karena supaya hal itu tidak terjadi maka kebijakan yang diambil hari ini jangan mengarah kepada bagaimana membuat yang besar semakin membesar, tetapi bagaimana caranya supaya bisa terjadi mobilitas vertikal, menaikkan golongan ekonom bawah ke menengah dalam jumlah yang besar

"Dan dengan konsolidasi, bank negara syariah menjadi monopoli karena tidak ada kompetitornya sesama bank negara syariah. Sehingga mereka menjadi price setter dan rakyat banyak rugi. Tapi pengusaha besar dan menengah untung," kata Anwar. (Try/E-1)

Baca Juga

Dok.Ist

Bukalapak Dorong Pertumbuhan Pendapatan Mitra

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 08:31 WIB
Pendapatan Mitra pada kuartal pertama tahun 2022 meningkat sebesar...
Ist/DPR

Apresiasi dan Dukungan Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 08:20 WIB
Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Andre Rosiade mendukung penuh upaya Kementan dalam memperkuat ketahanan...
Antara/Indrayadi

Penyaluran Subsidi BBM Tepat Sasaran Bisa Tekan Beban Negara

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 08:12 WIB
kuota Solar dan Pertalite tahun ini akan habis  pada September atau Oktober 2022 jika tidak ada tindakan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya