Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH sedang berupaya mempercepat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia. Salah satunya dengan menggabungkan Unit Usaha Syariah (UUS) atau bank berbasis syariah ke dalam Bank Syariah Indonesia (BSI).
Namun di sisi lain, gagasan penggabungan beberapa bank berbasis syariah yang sebetulnya untuk menyederhanakan sistem perbankan di Indonesia, dikhawatirkan justru malah menimbulkan polemik baru, yaitu beralihnya fokus pembiayaan umat, yang mayoritas merupakan UMKM menjadi kepada hanya memberi pembiayaan kepada korporasi besar.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menerangkan dirinya merupakan salah satu orang yang tidak setuju dengan dimergernya 3 bank syariah. Bagi dia, bank syariah sebaiknya fokus kepada UMKM karena boleh dikatakan umat Islam sangat banyak bermata pencaharian di sektor UMKM.
"Kalau bank-bank syariah tersebut tidak di-merger maka berarti tiga bank (BRI Syariah, BNI Syariah, dan Mandiri Syariah) akan tetap menjadi bank kecil. Kalau mereka bank kecil tentu hanya akan mampu membiayai usaha-usaha kecil. Tapi kalau dia dimerger maka tentu dia akan menjadi bank besar. Kalau dia sudah menjadi bank besar maka tentu usaha yang akan dibiayai juga sektor usaha besar. Akibatnya, akhirnya bank syariah tersebut akan lebih banyak dirasakan oleh usaha besar (0,01%) dan menengah (0,09%) dan akan sangat sedikit kepada usaha kecil (1,22%). Apalagi yang termasuk kategori mikro dan ultra mikro," kata Anwar saat dihubungi, Kamis (26/5).
Padahal jumlah pelaku usaha mikro dan ultra mikro tersebut sekitar 98,68% dari seluruh pelaku usaha. Jadi yang akan dijamah oleh perbankan besar tersebut hanya 0,1% dari total pelaku usaha yang ada di tanah air.
Hal ini tidak sehat bagi perkembangan perekonomian nasional karena akan mendorong kesenjangan sosial ekonomi yang semakin tajam.
Untuk itu menurut Anwar, karena tugas pemerintah itu diantaranya adalah melindungi dan mensejahterakan rakyat maka sebaiknya bank-bank syariah milik negara difokuskan kepada pemberdayaan usaha mikro dan kecil.
Sementara bank-bank swasta yang ada biarlah fokus kepada usaha besar dan menengah. Sehingga diharapkan struktur dunia usaha nasional bisa berubah dari bentuk piramid menjadi bentuk seperti belah ketupat.
"Dimana kalau dalam bentuk piramid yang besar adalah di alas piramid atau di kelas bawah. Tapi kalau dalam bentuk belah ketupat yang besar adalah di kelas menengah. Hal ini penting kita usahakan agar daya beli masyarakat dengan membesarnya kelas menengah tentu akan meningkat," kata Anwar
Sehingga apapun yang kita produksi asal dibutuhkan oleh pasar tentu akan laku sehingga kehidupan ekonomi kita akan berubah seperti bola salju dimana dia akan semakin membesar dan membesar.
Kalau hal itu bisa kita wujudkan maka kesejahteraan dan ekonomi bangsa tentu akan meningkat dan membesar. Sehingga dengan demikian kita akan bisa melakukan akselerasi bagi tibanya the glorious era of Indonesia, dimana negara kita akan menjadi salah satu negara yang terbesar dan terkuat ekonominya di dunia.
"Tapi kalau dunia perbankan yang ada di negeri ini masih seperti hari ini yang bias kepada para pengusaha besar dan menengah dan kurang kepada usaha kecil serta mikro dan ultra mikro, maka tidak mustahil kemajuan yang kita peroleh adalah semu. Sehingga begitu ada masalah, maka terjadilah krisis dan bila terjadi krisis maka tidak mustahil bangunan ekonomi yang kita dirikan akan roboh," kata Anwar.
Oleh karena supaya hal itu tidak terjadi maka kebijakan yang diambil hari ini jangan mengarah kepada bagaimana membuat yang besar semakin membesar, tetapi bagaimana caranya supaya bisa terjadi mobilitas vertikal, menaikkan golongan ekonom bawah ke menengah dalam jumlah yang besar
"Dan dengan konsolidasi, bank negara syariah menjadi monopoli karena tidak ada kompetitornya sesama bank negara syariah. Sehingga mereka menjadi price setter dan rakyat banyak rugi. Tapi pengusaha besar dan menengah untung," kata Anwar. (Try/E-1)
KETUA PP Muhammadiyah Anwar Abbas menanggapi kritik Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam sebuah kesempatan, Purbaya mendorong agar ekonomi atau perbankan syariah
BERKAT peran community officer sebagai garda terdepan dalam melayani dan mendampingi warga masyarakat inklusi, PT Bank BTPN Syariah Tbk mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025.
Penyatuan dua figur dengan latar belakang yang saling mengisi dan menguatkan: investasi global dan ekonomi kerakyatan sejatinya adalah sebuah langkah cerdas
Danantara Indonesia menyampaikan bahwa penguatan Kawasan Thakher berjalan sebagai fondasi awal pengembangan Kompleks Haji.
Dahnil memerinci aset yang kini dimiliki Indonesia di Tanah Suci. Aset tersebut meliputi bangunan yang sudah beroperasi sebagai hotel serta lahan strategis yang siap dikembangkan.
Total aset keuangan syariah diperkirakan naik dari Rp3.158 triliun pada 2025 menjadi sekitar Rp3.508 triliun pada 2026.
MUI menilai perbedaan awal Ramadan 1447 H wajar secara teologis. Negara berwenang menetapkan melalui Sidang Isbat agar umat Islam seragam.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH M Cholil Nafis, menyebut awal Ramadan 1447 Hijriah kemungkinan besar akan mengalami perbedaan di kalangan umat Islam Indonesia.
Ketika masyarakat diberdayakan dengan pengetahuan, teknologi, dan dukungan kebijakan yang tepat, mereka dapat menjadi penggerak utama transformasi lingkungan.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan gedung baru Majelis Ulama Indonesia akan dibangun di lahan bekas Kedutaan Besar Inggris yang berada di kawasan Bundaran HI.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyinggung adanya kelompok garong yang sering menyerang balik pemerintah setiap upaya pemberantasan korupsi dilakukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved