Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BANK Indonesia (BI) melakukan suatu penilaian dari pembacaan terkini pertumbuhan ekonomi global. Terutama, sebagai dampak dari gangguan mata rantai pasokan global, yang terjadi seiring perkembangan geopolitik antara Rusia dan Ukraina.
Konflik antara kedua negara mengakibatkan gangguan mata rantai terus berlanjut dan juga mereka. Hal itu mengakibatkan berkurangnya volume perdagangan dunia, sebagai salah satu kontribusi di dalam perekonomian global.
Ketegangan geopolitik juga berdampak pada pelemahan pertumbuhan ekonomi di berbagai negara. Seperti, Eropa yang paling terdampak langsung karena kedekatan transaksi, maupun juga geografis dari Eropa dengan Rusia dan Ukraina.
Baca juga: Mengendalikan Inflasi, BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan
Namun, ada juga rambatan dari penurunan volume perdagangan dan pertumbuhan negara-negara lain, seperti Amerika Serikat (AS), India dan Jepang. Ditambah, penurunannya pertumbuhan ekonomi Tiongkok karena lonjakan kasus covid-19.
"Secara keseluruhan, kami perkirakan pertumbuhan ekonomi global yang semula bisa mencapai 3,5% pada 2022, ada risiko penurunan menjadi 3,4% pada 2022," ungkaps Gubernur BI Perry Warjiyo, Selasa (24/5).
Untuk 2023, BI masih memperkirakan ekonomi global bisa tetap 3,4%. Demikian juga dampak terhadap kenaikan harga dan inflasi secara nasional.
Baca juga: Presiden: Menahan Harga BBM itu Berat
Sedangkan untuk percepatan dari normalisasi dari kebijakan suku bunga Bank Sentral AS (The Fed), BI memperkirakan kenaikannya mencapai 250 bps sepanjang 2202. Sehingga, Fed Fund Rate secara keseluruhan pada akhir tahun ini bisa mencapai 2,75%.
Pada 2023, BI memperkirakan Fed Fund Rate naik sebanyak dua kali. Lalu pada akhir 2023, suku bunga The Fed akan mencapai 3,25%. Hal itu akan mendorong kenaikan surat utang negara AS atau US Treasury lebih tinggi.
Tentunya, kebijakan The Fed akan berdampak pada kenaikan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) di dalam negeri. Pada 2022, yield UST untuk tenor 10 tahun bisa mencapai 3,45%, tidak jauh berbeda dengan perkiraan BI sebelumnya, yakni kenaikannya bisa menjadi 3–3,25%.(OL-11)
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Presiden Donald Trump kembali menyuarakan dukungan atas penyelidikan terhadap Jerome Powell terkait proyek renovasi kantor Fed. Trump juga mendesak penurunan suku bunga.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Managing Director, Chief India Economist and Macro Strategist, Asean Economist HSBC Pranjul Bhandari menyebut masih ada kemungkinan Bank Indonesia terus memangkas suku bunga.
Update pasar saham properti 9 Januari 2026. Saham DILD dan ASRI catatkan kenaikan signifikan di tengah sentimen IKN dan suku bunga, sementara APLN bergerak moderat.
Bank Indonesia (BI) menyebut penurunan suku bunga kredit perbankan cenderung lebih lambat. Karena itu, BI memandang penurunan suku bunga kredit perbankan perlu terus didorong.
Ekonom Hossiana Evalisa Situmorang menyebut keputusan Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 4,75 persen agar transmisi suku bunga lebih cepat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved