Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Rusia Vladimir Putin pada Selasa (17/5) mengatakan sektor minyak sedang mengalami 'pergeseran tektonik'. Ia mengeklaim Eropa akan melakukan bunuh diri ekonomi dengan sanksinya terhadap Moskow atas invasinya di Ukraina.
Dengan berusaha menghentikan pasokan energi Rusia, Eropa hanya akan merugikan dirinya sendiri. Dia mengatakan pada pertemuan energi bahwa Eropa akan melihat harga energi yang lebih mahal dan inflasi yang lebih tinggi sebagai akibat dari tindakannya.
"Tentu saja, bunuh diri ekonomi seperti itu merupakan urusan domestik negara-negara Eropa," kata Putin. Setelah Kremlin mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, Barat telah memberlakukan sanksi yang belum pernah terjadi terhadap Rusia.
Negara-negara Barat telah menunjukkan koordinasi yang erat dalam pengumuman hukuman mereka, tetapi belum bergerak dengan kecepatan yang sama dalam hal minyak dan gas Rusia. Putin berharap untuk mengalihkan pasokan ke negara-negara sahabat ketika negara-negara Eropa mencari cara untuk melepaskan diri dari energi Rusia.
Putin mengatakan tindakan galau Eropa tidak hanya merusak ekonominya sendiri, tetapi juga menyebabkan peningkatan pendapatan dari minyak dan gas untuk Rusia. "Perubahan di pasar minyak bersifat tektonik dan melakukan bisnis seperti biasa, menurut model lama, tampaknya tidak mungkin," katanya.
Baca juga: Putin: Swedia, Finlandia Masuk NATO bukan Ancaman tapi Picu Respons
"Dalam kondisi baru, penting tidak hanya untuk mengekstrak minyak, tetapi juga untuk membangun seluruh rantai vertikal yang mengarah ke konsumen akhir," tambahnya. Putin mengatakan pemerintah akan membantu perusahaan mengubah model bisnis mereka.
Kepala Kremlin mengatakan negara akan membantu meningkatkan logistik serta pemprosesan mendalam hidrokarbon dan memastikan pembayaran dalam mata uang nasional. (AFP/OL-14)
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Rusia menegaskan tidak memiliki rencana merebut Greenland. Menlu Sergei Lavrov menyatakan AS memahami Moskow dan Beijing tak mengancam wilayah tersebut.
Menlu Rusia Sergei Lavrov menyebut Greenland bukan bagian alami dari Denmark. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan AS dan Eropa terkait rencana Donald Trump.
Di balik ketegangan NATO, media pemerintah Rusia justru memuji rencana Donald Trump mencaplok Greenland. Apakah ini taktik pecah belah Barat?
PENGAMAT militer Khairul Fahmi, mencurigai adanya jalur klandestin atau perantara yang memfasilitasi rekrutmen eks personel Brimob Bripda Rio menjadi tentara bayaran Rusia
Pengamat kepolisian Bambang Rukminto menyoroti kasus Bripda Muhammad Rio, mantan personel Satuan Brimob Polda Aceh, yang diketahui bergabung dengan pasukan tentara bayaran di Rusia
MEMASUKI awal 2026, dunia dikejutkan oleh tindakan unilateral Amerika Serikat yang sangat drastis di kawasan Karibia.
Presiden memerintahkan agar segera dibentuk tim kajian untuk menganalisis persoalan pengelolaan air secara menyeluruh.
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pada Rabu (21/1) bahwa beberapa wilayah di Eropa tidak lagi dapat dikenali. Benua itu disebutnya tidak menuju ke jalan yang benar.
PEMERINTAH Amerika Serikat meminta negara-negara Eropa tidak bereaksi emosional terhadap rencana Presiden Donald Trump terkait Greenland.
Buntut ancaman Trump soal Greenland, Parlemen Eropa berencana menunda persetujuan kesepakatan tarif Juli lalu. Ancaman perang dagang kembali hantui pasar global.
USULAN Dewan Perdamaian Presiden AS Donald Trump dimulai dengan kurang baik. Presiden Prancis Emmanuel Macron segera menolak undangan menjadi anggota dewan tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved