Selasa 26 April 2022, 20:55 WIB

Harga Energi dan Komoditas Lain Tetap Tinggi hingga 2024

Mediaindonesia.com | Ekonomi
Harga Energi dan Komoditas Lain Tetap Tinggi hingga 2024

AFP/Eva Hambach.
Seorang pria berjalan melewati gedung Bank Dunia di Washington DC pada 21 April 2022.

 

HARGA energi melonjak sejak invasi Rusia ke Ukraina. Bersama dengan komoditas lain, kemungkinan harga akan tetap pada level tinggi secara historis hingga 2024. Ini dapat membahayakan pertumbuhan ekonomi.

Bank Dunia memperingatkan itu, Selasa (26/4). "Ini merupakan guncangan komoditas terbesar yang kita alami sejak 1970-an," kata Indermit Gill, Wakil Presiden Bank Dunia untuk pertumbuhan, keuangan dan institusi yang adil.

Guncangan--yang diperkirakan mendorong harga energi naik 50% tahun ini--diperparah oleh pembatasan perdagangan dan kenaikan harga makanan, bahan bakar, dan pupuk. "Perkembangan ini mulai meningkatkan momok stagflasi," ujar Gill dalam pernyataan pada laporan Outlook Pasar Komoditas Bank Dunia.

Menggemakan seruan dari pejabat lain di Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional dalam beberapa hari terakhir, dia mendesak pemerintah mengambil setiap kesempatan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri dan menghindari tindakan yang akan membahayakan ekonomi global. Laporan itu mengatakan kenaikan harga energi dalam dua tahun terakhir menjadi yang terbesar sejak krisis minyak 1973 ketika kelompok negara-negara produsen minyak OPEC mendeklarasikan embargo.

Di tengah perang dan sanksi Barat terhadap Moskow, harga minyak mentah Brent diperkirakan rata-rata US$100 per barel tahun ini, tertinggi sejak 2013, kata laporan itu. Harga gas alam Eropa diperkirakan berlipat ganda dari harga pada 2021 dan bersama dengan batu bara mencapai rekor tertinggi.

Harga gandum, Rusia dan Ukraina sebagai produsen besar, dan pupuk mengalami lonjakan harga terbesar sejak 2008. Harga gandum mencapai titik tertinggi sepanjang masa tahun ini.

Secara keseluruhan, harga komoditas nonenergi, termasuk pertanian dan logam, diproyeksikan melonjak 20% tahun ini sebelum turun. Namun ini akan tetap di atas rata-rata lima tahun, menurut Bank Dunia. (AFP/OL-14)

Baca Juga

Antara

Sri Mulyani Minta Pertamina Kendalikan Konsumsi Pertalite

👤M. Ilham Ramadhan Avisena 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 22:51 WIB
Hal itu penting untuk dilakukan agar beban subsidi dalam postur APBN tidak semakin membengkak. Diketahui, belanja untuk subsidi energi...
Ist

CreaVid Competition untuk Mendukung Industri Kreatif di Tanah Air

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 21:29 WIB
Lewat kreasi generasi milenial ini, publik diharapkan bisa lebih paham tentang investasi keuangan, agar masyarakat tidak mudah terpedaya...
Dok. Pribadi

Karya Desainer dan Arsitek Indonesia Ikut Warnai Pembangunan Bangsa

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 20:47 WIB
Saat ini Karya Cipta para ahli Indonesia telah mencapai hasil desain yang cukup tinggi dan makin berkualitas dengan dukungan teknologi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya