Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
BURSA saham Sri Lanka yang dilanda krisis berhenti lagi pada Senin (25/4) setelah hampir 13% terjun bebas. Ini menggagalkan pembukaan kembali tentatif bursa setelah istirahat dua minggu yang bertujuan mencegah keruntuhan pasar.
Negara kepulauan itu bergulat dengan penurunan ekonomi terburuk sejak kemerdekaan pada 1948. Ini ditandai dengan bulan-bulan pemadaman listrik secara rutin serta kekurangan makanan dan bahan bakar.
Pasar ekuitas berkurang hampir 40% dari nilainya sejak Januari. Mata uang lokal turun dengan jumlah yang sama terhadap greenback dalam sebulan terakhir.
Senin menjadi pagi pertama perdagangan di Bourse Colombo sejak seminggu selama liburan Tahun Baru Sri Lanka dan penghentian perdagangan lima hari berikutnya setelah pemerintah menaikkan suku bunga dan gagal bayar pada utang asing US$51 miliar. Indeks S&P lokal turun 7% pada menit pembukaan perdagangan, lebih dari 5% yang dibutuhkan untuk memicu penghentian setengah jam otomatis.
Baca juga: Mayoritas Saham Global Tenggelam akibat Pernyataan The Fed
Saham melanjutkan kemunduran cepat setelah dimulainya kembali perdagangan, sehingga mendorong pasar untuk menyatakan penghentian perdagangan di sisa hari itu. Pejabat Sri Lanka berada di Washington pekan lalu untuk bernegosiasi dengan dana moneter internasional untuk bailout, tetapi sumber resmi mengatakan tidak ada prospek segera pendanaan darurat dari pemberi pinjaman itu.
Kolombo sekarang memiliki bantuan bilateral lebih lanjut dari India, Tiongkok, dan Jepang untuk membantu menjaga negara itu tetap bertahan, kata sumber Kementerian Keuangan kepada AFP. Runtuhnya ekonomi Sri Lanka mulai terasa setelah pandemi virus korona menghancurkan pendapatan vital dari pariwisata dan pengiriman uang tenaga kerja, sehingga membuat negara itu tidak dapat membiayai impor penting.
Utilitas yang tidak mampu membayar bahan bakar telah memberlakukan pemadaman harian yang panjang. Antrean panjang di sekitar stasiun bahan bakar setiap pagi terjadi untuk bensin dan minyak tanah.
Baca juga: Sri Lanka Dapat Pinjaman India untuk Impor Minyak
Rumah sakit kekurangan obat -obatan vital. Pemerintah mengimbau warga negaranya di luar negeri untuk memberikan sumbangan karena inflasi menambah kesulitan sehari-hari. (OL-14)
RENCANA Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) untuk menjadi pemegang saham PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pascademutualisasi menjadi perhatian serius DPR RI.
GUBERNUR DKI Jakarta, Pramono Anung mendorong PT Bank Jakarta untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui penawaran umum perdana saham (IPO).
Kenaikan harga ini terjadi di tengah sentimen positif sektor konsumsi protein, setelah MBG memproyeksikan peningkatan kebutuhan protein nasional.
PT Wasaida Putra Cakra tahun ini membangun dua rumah sakit baru, sehingga perusahaan itu sekarang mengelola empat rumah sakit yang berlokasi di Klaten, Bali, Cepu dan Jepara.
PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar Public Expose Live pada 26-30 Agustus 2024. Sebanyak 44 perusahaan tercatat berpartisipasi dalam acara tersebut.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu diperkirakan bergerak menguat di tengah perilaku pasar yang wait and see terhadap data inflasi Amerika Serikat (AS).
IHSG hari ini, Rabu (18/2/2026), dibuka menguat 23,54 poin ke level 8.235,81 pasca-libur Imlek. Cek analisis dan sentimen pasar selengkapnya.
MENTERI Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengeklaim kondisi pasar keuangan nasional berangsur stabil setelah sempat mengalami tekanan.
Dari sisi permodalan, peningkatan porsi saham juga berkorelasi langsung dengan kebutuhan modal berbasis risiko.
IHSG dibuka menguat 26,27 poin ke level 8.317 pada perdagangan Kamis (12/2/2026). Simak analisis pendorong pasar dan proyeksi rentang gerak hari ini.
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan 22 pengusaha besar anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Rabu (11/2) di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Penguatan ini terjadi setelah saham REAL sempat terkoreksi menyusul sanksi administratif yang dikenakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved