Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Sriwijaya Air Group (Sriwijaya Air dan NAM Air) mengaku telah menyesuaikan harga tiket pesawat menjelang mudik Lebaran 2022. Maskapai lainnya, Citilink Indonesia juga siap menyesuaikan tarif tiket.
Langkah tersebut menyusul keputusan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang mengizinkan maskapai menaikan besaran biaya tambahan atau fuel surcharge seiring kenaikan avtur dunia.
"Pemerintah telah memberikan lampu hijau penyesuaian tarif, maka Sriwijaya Air Group pun telah menyesuaikan kebijakan tarif maskapai per 20 April 2022," Direktur Niaga Sriwijaya Air Group, Henoch Rudi Iwanudin kepada wartawan, Kamis (21/4).
Pihaknya mengharapkan penyesuaian tarif tiket tersebut dapat membantu meringankan beban biaya operasional penerbangan yang tinggi sebagai imbas naiknya harga avtur.
Baca juga : CEO Indodax Ajak Milenial Sisihkan THR untuk Investasi
"Sriwijaya Air Group mendukung kebijakan pemerintah dalam melaksanakan operasionalnya, khususnya yang berkaitan dengan penyesuaian tarif batas atas dan bawah," ucapnya.
Di kesempatan terpisah, VP Corporate Secretary & CSR Citilink Diah Suryani memberikan sinyal kenaikan tarif pesawat. Namun, tidak didetailkan kapan penerapan kebijakan tersebut.
"Dengan kebijakan Kemenhub kami menyambut positif. Paling tidak beban yang sekarang kami tanggung ini bisa mendapatkan kelonggaran dengan adanya biaya tambahan ini," sebutnya di Kawasan Menteng, hari ini.
Diah menegaskan, kenaikan tarif tiket tersebut akan disesuaikan tiga bulan ke depan sesuai ketentuan Kementerian Perhubungan. Pihaknya masih mengkaji berapa besaran penyesuaian tersebut.
Baca juga: Tol Cipularang dan Padaleunyi Siap Hadapi Arus Mudik Lebaran 2022
"Kita enggak gegabah, kami mengkaji dengan kenaikan fuel ini. Kami melakukan kajian di tim operasional dan komersial berkala soal kenaikan tarif," pungkasnya.
Dirilis Kemenhub disebutkan ketentuan penyesuaian fuel surcharge tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 68 Tahun 2022 tentang Biaya Tambahan (Fuel Surcharge) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri yang mulai berlaku sejak 18 April 2022.
Adapun besaran biaya tambahan (fuel surcharge) dibedakan berdasarkan pada pesawat jenis jet dan propeller. Untuk pesawat udara jenis jet, dapat menerapkan maksimal 10% dari tarif batas atas sesuai kelompok pelayanan masing-masing Badan Usaha Angkutan Udara. Sedangkan, untuk pesawat udara jenis propeller dapat menerapkan maksimal 20%. (OL-7)
SAS batalkan 130+ penerbangan di Norwegia akibat lonjakan harga avtur dampak ketegangan di Selat Hormuz. Serikat pekerja soroti masalah staf di tengah krisis energi.
Direktur eksekutif ReforMiner Institute Komaidi Notonegoro mengungkapkan harga avtur bukanlah penyebab utama mahalnya harga tiket pesawat domestik.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan pemerintah berencana menurunkan harga avtur untuk tekan harga tiket pesawat terbang.
Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati mengatakan mahalnya harga tiket maskapai Indonesia disebabkan harga avtur yang juga tinggi.
Avtur Indonesia pada prinsipnya sekarang ini sudah 100% diproduksi dalam negeri, sehingga menghemat cukup banyak biaya-biaya
PEMERINTAH Inggris memasukkan dua individu dan sebuah perusahaan di Myanmar dalam 'daftar hitam' karena telah memasok perlengkapan kebutuhan junta militer.
TIKET pesawat mahal dikeluhkan oleh masyarakat saat arus mudik lebaran 2026. Kementerian Perhubungan atau Kemenhub mengatakan mahalnya tiket pesawat karena ada skema transit
MENJELANG musim mudik Lebaran 2026, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumumkan stimulus diskon tiket kelas ekonomi hingga 18 persen merespons keluhan harga tiket pesawat mahal
Tiket mahal terjadi karena bertepatan memasuki libur Natal dan Tahun baru (Nataru) 2026 maka khusus penerbangan ke Medan mengalami peningkatan harga.
Budi menjelaskan karena pada saat itu memasuki libur Natal dan Tahun baru (Nataru) 2026 maka khusus penerbangan ke Medan mengalami peningkatan.
Pada semester I 2024, Garuda mencatat kerugian sebesar Rp1,54 triliun. Perseroan pelat merah itu mencatatkan pembengkakan beban usaha yang besar.
PENGAMAT penerbangan Alvin Lie berpandangan rencana pemerintah menurunkan harga tiket pesawat saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) akan memberatkan perusahaan maskapai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved