Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH sukses sebagai penulis dan podcaster, Nadhifa Allya Tsana, atau yang dikenal dengan nama pena 'Rintik Sedu', melebarkan sayap ke dunia kecantikan lewat merek kosmetik Lily by Tsana.
Diluncurkan pada awal Februari 2022, produk kosmetik dengan brand Lily by Tsana menjadi wadah baru bagi Tsana untuk mengekspresikan diri, sekaligus mengantarkannya menjadi seorang beautypreneur.
“Rintik Sedu saat ini telah menjadi tempat untuk aku dan pasukanku menuangkan isi hati, mulai dari kebahagiaan hingga kesedihan," ujar Nadhifa Allya Tsana dalam keterangan pers, Kamis (21/4)
"Sekarang, aku menghadirkan Lily by Tsana sebagai salah satu cara untuk mengajak, men-support juga memberikan wadah baru untuk pasukanku dan seluruh wanita Indonesia untuk tumbuh bersamaku.” ujar Tsana.
Dalam peluncuran perdananya, Lily by Tsana menghadirkan lip cream dengan powdery matte finish yang memiliki kandungan jojoba oil, squalane & ceramide NP, vitamin E, beeswax, dan minyak yang dihasilkan dari tanaman asal dataran tinggi Ethiophia, Crambe abyssinica (Crambe abyssinica seed oil).
"Kombinasi bahan-bahan ini menghasilkan lip cream yang tidak hanya memberikan kelembapan menyeluruh pada bibir, tetapi juga memiliki antioksidan yang mampu menangkal radikal bebas," jelas Tsana.
Mengusung tagline 'Just Express Yourself', lip cream Lily by Tsana hadir dalam empat varian warna yang nama-namanya merupakan karakter di platform Rintik Sedu.
Setiap varian memiliki tagar kampanye sesuai dengan karakter yang ditonjolkan. Pertama, ada Mala, hasil perpaduan warna oranye dan cokelat, yang menghasilkan warna coral segar.
"Varian ini menggambarkan karakter yang penuh kehangatan dan selalu memberikan energi positif. Tagar yang diusung adalah #BeautifulDayWithMala. Kedua, ada Muku yang memiliki warna pink fuchsia," paparnya.
Varian ini ditujukan untuk menemani perempuan yang sering ragu dan berhati-hati dalam mengambil keputusan agar bisa lebih percaya diri, penuh kepastian, dan dewasa.
Tagar yang dibawa oleh Muku adalah #PreciousMomentWithMuku. Ketiga, ada Matu dengan warna bold merah pekat yang stand-out.
Varian ini mewakili karakter yang penuh energi emosional menggebu-gebu serta selalu berusaha menjaga orang-orang di sekitarnya.
Tidak heran, tagar yang diusung Matu adalah #ShowLoveWithMatu. Terakhir, ada Mblo yang digambarkan untuk mewakili perempuan-perempuan yang sedang merasa sendiri dan kesepian.
Menggunakan tagar #FindYourselfWithMblo, varian ini hadir dengan warna neutral brown yang menjadi favorit banyak perempuan.
Dalam tahap awal perilisannya, keempat lip cream ini dijual dalam kemasan bundle package seharga Rp399 ribu melalui https://lilybytsana.com.
"Selain keempat varian lip cream, bundle package ini juga berisi hand sanitizer dan greeting card dari Tsana. Nantinya, produk lip cream ini akan bisa dibeli dengan harga Rp119 ribu per buah," tuturnya. (RO/OL-09)
Banyak karya akademik yang ia tangani berubah menjadi buku yang lebih komunikatif dan dapat dibaca masyarakat luas.
IRCOMM Group menghadirkan program khusus bagi peneliti dan akademisi. Sebanyak 12 penulis terpilih yang berhasil submit dan lolos tahap editorial review akan mendapatkan sejumlah manfaat.
Menurut Oh Su Hyang, berbicara itu bukan hanya tentang menyusun kata tapi juga bagaimana berbicara itu bisa memikat orang atau bahkan bermakna bagi orang.
PENULIS asal Korea Selatan, Oh Su Hyang, yang dikenal lewat buku laris Bicara Itu Ada Seninya, ternyata punya kebiasaan yang luar biasa yaitu membaca hingga 70 buku setiap bulan.
Dikenal lewat bukunya yang populer Bicara Itu Ada Seninya, Oh Su Hyang ternyata punya masa kecil yang jauh dari kata mudah.
Prof Agus telah menulis dan menerbitkan 11 buku yang membahas berbagai topik seputar politik, keamanan, dan hubungan internasional.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved