Senin 18 April 2022, 16:57 WIB

Ini Strategi KKP untuk Penerapan Ekonomi Biru

Atalya Puspa | Ekonomi
Ini Strategi KKP untuk Penerapan Ekonomi Biru

Antara
KRI Bima Suci didampingi sejumlah kapal nelayan berlayar menuju perairan Morotai, Maluku Utara.

 

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan telah menyiapkan strategi untuk menerapkan ekonomi biru di Indonesia. Hal itu semata-mata dilakukan untuk memulihkan kesehatan laut, serta mempercepat ekonomi laut yang berkelanjutan.

"Memang harus ada satu kebijakan yang komperhensif, inisiatif dari KLHK dan KKP. Untuk membuat satu kebijakan yang diterapkan dengan baik di pulau, agar pesisir betul-betul kita jaga," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Senin (18/4).

Dalam hal memenuhi target nationally determined contribution (NDC), Indonesia akan melibatkan sektor pesisir dan laut. Ekosistem pesisir memiliki kemampuan 3-5 kali lebih besar dalam menyerap dan menyimpan karbon, dibandingkan dengan vegetasi daratan.

Baca juga: KKP Ajak Investor Asing Garap Penangkapan Ikan Terukur

Adapun KKP memiliki sejumlah gagasan untuk memanfaatkan ekosistem pesisir dan laut. Itu terkait pemenuhan target NDC dengan penerapan ekonomi biru. Salah satunya, memperluas wilayah konservasi di area laut Indonesia.

Tujuannya, menjaga wilayah laut agar tidak tersentuh kegiatan manusia. Seperti, lintasan transportasi dan aktivitas pencarian ikan. "Ini jadi satu isu yang bisa disampaikan pada dunia. Betapa pentingnya memberikan kontribusi yang signifikan pada upaya pengendalian perubahan iklim," pungkas Wahyu.

Baca juga: Ekonomi Biru untuk Laut Sehat, Indonesia Sejahtera

Strategi lain yang disiapkan, yakni menjaga populasi perikanan dengan cara mengizinkan penangkapan ikan dengan basis kuota. "Ini akan kita terapkan sebentar lagi," sambungnya.

Adapun strategi selanjutnya ialah budidaya perikanan berkelanjutan. Berikut, menjaga daya dukung lingkungan dan pengelolaan ruang laut pesisir maupun pulau kecil.

"Potensi blue carbon bisa didapat dari budi daya rumput laut. Ini perlu ada kajian keilmuwan yang mendalam. Kalau benar, ini luar biasa dan kita bisa buat zonasi khusus. Ada 63 ribu pembudidaya rumput laut dan itu bisa menjadi penopang ekonomi," terang Wahyu.(OL-11)

 

Baca Juga

Antara

Pemerintah Gencarkan Produksi Sumber Pangan Alternatif

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 13:13 WIB
Langkah tersebut dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi ancaman krisis pangan yang sudah melanda sejumlah negara. Salah satunya,...
dok.Ant

Harga Tepung Terigu Melambung, Ukuran Roti Diperkecil

👤Apul Iskandar 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 12:45 WIB
MELONJAKNYA harga tepung terigu hingga mencapai kenaikan 50%, membuat pelaku usaha roti di Kota Pematangsiantar Sumut memperkecil ukuran...
BPMI SETPRES/LAILY RACHEV

Sejumlah BUMN Peringkat Teratas 100 Perusahaan Terbesar Indonesia, Erick: Alhamdulillah!

👤Insi Nantika Jelita 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 11:57 WIB
Sejumlah BUMN menduduki peringkat teratas dalam daftar 100 perusahaan terbesar yang dikeluarkan Majalah Fortune Indonesia berdasarkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya