Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
FAKULTAS Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) menggali potensi pengembangan ekonomi biru sebagai strategi pemberdayaan masyarakat pesisir di Pulau Harapan, Kepulauan Seribu.
Melalui Departemen Biologi yang bekerja sama dengan SustainaBlue UI, FMIPA UI menyelenggarakan lokakarya bertajuk Peluang dan Manfaat Ekonomi Biru serta Penggunaan Sumber Daya Laut Secara Bijak di RPTRA Widya Bahari, Pulau Harapan, Kepulauan Seribu.
Ketua pelaksana kegiatan Dr. Windri Handayani di Kampus UI Depok, Senin (13/10), menjelaskan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam pengembangan ekonomi biru.
"Kami percaya bahwa pendekatan transdisipliner dan keterlibatan langsung masyarakat adalah fondasi dalam membangun ekonomi biru yang inklusif dan berkelanjutan," katanya.
Kegiatan itu diikuti 40 peserta dari komunitas nelayan setempat dan menghadirkan dua narasumber utama, yakni Ketua SustainaBlue UI Prof. Mufti Petala Patria, dan dosen Departemen Biologi Dr. Retno Lestari,
Keduanya membahas pentingnya pengelolaan potensi laut secara berkelanjutan untuk menjamin kesejahteraan lintas generasi.
"Potensi laut untuk memutar roda perekonomian tidak hanya terbatas pada konsumsi hewan laut, tetapi juga mencakup jasa ekosistem dan produk turunan dari limbah pangan laut yang memiliki nilai ekonomi tinggi," kata Prof. Mufti.
Sementara itu, Retno menambahkan bahwa ekonomi biru tidak hanya soal profit, tapi juga tentang pelestarian lingkungan laut.
"Konsep ekonomi biru adalah keseimbangan antara kesejahteraan dan keberlanjutan. Jika dikelola dengan bijak, potensi laut bisa terus dinikmati oleh generasi mendatang," kata Retno.
Kegiatan juga mencakup diskusi kelompok terfokus (FGD) yang menggali potensi lokal Pulau Harapan. Beberapa potensi yang teridentifikasi antara lain wisata penangkaran penyu, aktivitas snorkeling dan menyelam, hingga produk olahan hasil laut, seperti abon ikan, pempek, bakso ikan, dan kerupuk Puk Cue.
Lurah Pulau Harapan Yusup, menyambut baik inisiatif tersebut. Dia berharap kegiatan serupa dapat berlanjut dan mendorong semangat masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengembangkan potensi lokal yang ada.
"Saya sangat berterima kasih kepada Universitas Indonesia atas workshop ini. Saya harap program seperti ini dapat membangkitkan semangat masyarakat, khususnya generasi muda, dalam meningkatkan perekonomian lokal," kata Yusuf.
Potensi ekonomi biru di Indonesia diperkirakan mencapai US$1,2 triliun per tahun meliputi sektor-sektor strategis, seperti perikanan, energi terbarukan laut, wisata bahari, transportasi laut, serta konservasi ekosistem yakni mangrove dan terumbu karang.
Tim pengabdian itu terdiri atas beberapa dosen Departemen Biologi FMIPA UI, antara lain Dr. Retno Lestari, Dr. Yasman, Prof. Mufti Petala Patria, dan Dr. Ratna Yuniati.
Sementara dari tim SustainaBlue UI beranggotakan alumnus Departemen Biologi, yakni Achmad Eka Satria, Amelia Said, Siwi Dwi Hastuti, Ratu Nida Hamidah, dan Hedza Fadli Robbina.
Melalui kegiatan ini, FMIPA UI menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam pembangunan pesisir berkelanjutan yang berbasis ilmu pengetahuan, partisipatif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. (Ant/Z-1)
Ini tentunya mesti diuji, baik di tingkat konsep maupun fakta sehingga kita bisa berharap semua itu menjadi nyata bagi upaya meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
Capaian tersebut menunjukkan tren pemulihan pascapandemi yang berkelanjutan. Meski demikian, tingkat kemiskinan Jakarta saat ini masih belum sepenuhnya kembali ke posisi sebelum pandemi.
EKONOMI global diproyeksikan tumbuh 3,3% menurut IMF dan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,1%.
Sentimen global masih cukup kondusif bagi penguatan harga emas dalam jangka pendek.
Pertumbuhan penerimaan pajak tersebut, lanjutnya, berasal dari kenaikan penerimaan bruto sebesar 7%, serta penurunan signifikan restitusi hingga 23%.
Setelah sukses merevitalisasi tradisi Muro di Lembata, Nusa Tenggara Timur, LSM Barakat memulai langkah maju mendorong ekonomi biru di kawasan pesisir Lembata.
Ajang “Mermaid Merman Indonesia” resmi diluncurkan hasil kolaborasi Marine Actions Expo dan El John Pageants.
Ekonomi Biru tidak hanya bicara soal perikanan tapi juga ocean renewable energy, migas, pelayaran, industri galangan kapal, hingga digitalisasi logistik maritim.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan memperluas manfaat ekonomi biru pada paruh kedua 2025.
Menurut Hanarko Djodi Pamungkas, ketahanan pangan harus dibarengi dengan tanggung jawab menjaga laut dari pencemaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved