Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
KISAH para pengusaha yang melalui jalan berliku sebelum akhirnya mendapatkan kesuksesan selalu menjadi inspirasi tersendiri. Seperti kata pepatah, kerja keras dan usaha tak pernah mengkhianati hasil, hal tersebut juga berlaku untuk Vinvin Alvionica.
Pemilik lini bisnis fesyen muslim Alunicorn asal Bandung tersebut sukses memetik hasil kerja kerasnya. Kini, ia mampu meraih pendapatan hingga Rp1 Miliar per bulan.
Sebelum meraih kesuksesannya itu, Vinvin pun harus melewati perjuangan panjang. Pada 2015, Vinvin tercatat sebagai salah seorang bidan di salah satu Rumah sakit di Bandung.
Agar dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari, pada 2017 ia kemudian memutuskan untuk merintis usaha hijab. Hal itu bukannya tanpa sebab. Kendati tercatat sebagai lulusan Bidan dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Jatinangor, dirinya memiliki passion yang sangat besar di dunia fesyen.
“Saya memulainya dari nol. Jadi, awalnya tidak langsung membuat brand saat itu. Usaha kecil-kecilan dulu, jual sama teman di tempat kerja," kenang Vinvin.
Vinvin kemudian mencoba memasarkan produknya melalui akun media sosial Instagram (instagram.com/alunicorn_id), Tiktok (@alunicorn_id) hingga akhirnya memiliki website sendiri yakni alunicorn.id.
Sebelumnya, ia melakukan promosi lewat media sosial, sembari bekerja di Rumah Sakit. Semua kegiatan promosi dan distribusi pun ia kerjakan sendiri. Mulai dari membeli bahan baku, memasarkan produk, membalas chat pembeli, pengemasan hingga mengirimkan paket ke kurir.
Vinvin kemudian menambah satu orang karyawan sebagai admin dan packing barang.
“Karena kondisi keuangan yang belum stabil ditambah harus menggaji karyawan, itu adalah tantangan pertama yang tidak mudah,” tuturnya.
Di masa-masa awal tersebut, Vinvin juga harus bersiasat lantaran berbagai keterbatasan. Dirinya terpaksa harus menggunakan jasa penjahit di pinggir jalan, lantaran ia tak memiliki kenalan penjahit atau konveksi.
Perjuangan jatuh bangun ia rasakan. Namun, Vinvin enggan menyerah begitu saja.
Baca juga : UMKM Lebih Berdaya dengan Peningkatan Kompetensi Digital
“Pernah suatu ketika saya mengendarai sepeda motor membawa barang pesanan untuk dikirim sambil menahan kantuk. Tanpa sengaja, Saya tertidur di atas motor, hingga akhirnya barang pesanan tersebut jatuh berhamburan ke jalan. Saya pun harus memunguti satu per satu,” cerita dia.
Pada 2018 Vinvin memutuskan untuk mundur dari tempat kerjanya dan memilih fokus terhadap pengembangan bisnis.
Keputusannya untuk mengikuti kata hati dengan menekuni bisnis feseyn bukanlah perkara mudah. Keluarga sangat menentang jalan yang diambilnya. Namun, tekadnya sudah bulat.
Dirinya merasa bahwa bisnisnya mempunyai prospek yang baik dan harus dikembangkan. Maka, berbekal modal yang dikumpulkan sendiri selama menjadi karyawan di klinik, Vinvin mulai membangun brand Alunicorn yang ada di Bandung. Perlahan namun pasti, jerih payahnya membuahkan hasil.
Dari semula ia mendapatkan keuntungan Rp1 Juta dengan menjual hijab ke teman sekantor, kini omzet miliaran rupiah masuk ke kantongnya. Dari semula hanya mengirim 1 hingga 10 barang per hari, kini mencapai angka ratusan bahkan ribuan.
Pangsa penjualan produk Alunicorn pun tidak hanya terbatas di dalam negeri. Ia sudah mengirim produk ke luar negeri, seperti Singapura, Malaysia, Taiwan, Korea dan lainnya. Kunci keberhasilan dari usaha Vinvin, adalah ketekunan dan komitmen terhadap apa yang dikerjakan.
Baginya, dua hal itu wajib dimiliki seorang pengusaha, termasuk media promosi dalam membangun bisnis.
Kemudian, semua produk yang ditawarkan diproduksi sendiri.
Mulai dari penentuan desain, memilih material, fitting sampel, sampai menjadi satu produk yang akan dijual, semua dilakukan langsung oleh Vinvin. Tak heran produknya pun banyak dicintai para konsumen loyal karena selain promosi yang digunakan dalam membangun bisnis, ia juga menjaga kualitas bahan dan selalu bisa memberikan ciri khas yang selalu berbeda dari yang lain.
"Karena namanya bisnis, itu banyak tantangannya. Tidak bisa instan, semua butuh proses apalagi di Fesyen. Kita harus tahu produk apa yang mau kita jual, sasaran marketnya bagaimana dan bagaimana menciptakan produk ngangenin yang dapat diterima di masyarakat,“ ungkap Vinvin. Hebatnya lagi, ia kini menggandeng beberapa artis dan influencer untuk memasarkan produk Alunicorn. Antara lain, Melody Prima, Yulita, Fatmasarizar dan Liza Rosalita.
Kini, Alunicorn sudah dapat dipesan di seluruh indonesia hingga luar negri setiap hari selama 24 jam. Selain media sosial, produk Alunicorn juga dapat ditemukan di marketplace Shopee, Tokopedia (tokopedia.link/alunicornid ) dan masih banyak lagi. (RO/OL-7)
Koleksi limited edition Year of the Horse dari New Era menonjolkan kualitas craftsmanship yang detail dengan nuansa selebrasi yang lebih halus (subtle).
Melalui koleksi eksklusif bertajuk Moroccan Daydream, Tasya membawa standar estetika tingginya ke dalam busana siap pakai untuk menyambut Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2026.
Busana yang dikenakan Adelia tersebut merupakan koleksi Lebaran dari jenama Lina Sukijo bertajuk Gema Rayya.
Arumi memilih atasan berbentuk seperti mantel panjang berwarna merah marun, pilihan warna yang memberikan kesan megah dan berwibawa.
Zaskia dan Shireen Sungkar mengajak audiens untuk merenungkan kembali makna warisan yang tidak hanya berwujud karya fisik, tetapi juga nilai-nilai kehidupan yang diteruskan lintas generasi.
Naomi Osaka mencuri perhatian di Australia Terbuka 2026 dengan jaket ubur-ubur karya Robert Wun. Simak inspirasi di balik gaya ikoniknya di sini.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
DI tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan digital bagi anak-anak, suara dari akar rumput mengingatkan bahwa regulasi teknis saja tidak cukup.
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, mengungkapkan adanya kesenjangan yang signifikan antara kebutuhan industri dan ketersediaan tenaga talenta digital.
MAHASISWA dan dosen Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar kegiatan social volunteering bagi pelajar di SMA Negeri 1 Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
SASE dapat dianalogikan sebagai “penjaga pintu digital” perusahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved