Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Era Media Sejahtera Tbk (DOOH) atau Sspace terus merealisasikan ekspansi bisnis ke segmen event and exhibition. Itu dilakukan melalui tranformasi Sspace Musik dari TV Kereta Hadir ke Panggung.
Intellectual Property (IP) terbaru perusahaan media luar ruang berbasis teknologi ini resmi meluncur di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Jakarta. PT Era Media Sejahtera Tbk berinovasi dari penayangan video musik musisi Indonesia di layar TV Kereta menjadi platform live performance di ruang publik.
"Langkah ini membuat Sspace Musik memperluas akses panggung bagi musisi lokal dan menghubungkan mereka langsung dengan masyarakat," kata Direktur Utama PT Era Media Sejahtera Tbk Vicktor Aritonang dalam keterangan tertulis, Kamis (7/8).
Sspace Musik sejatinya merupakan sebuah kolaborasi strategis antar berbagai pihak. Mulai dari Sspace sebagai inisiator media transit dan promotor. Labelers, yang mewakili industri music lokal dan nasional. Serta PT Integrasi Transit Jakarta (ITJ) sebagai penyedia dan pengelola ruang publik transportasi.
"Inisiatif ini hadir untuk memperkuat ekosistem seni dan budaya kota melalui pemanfaatan ruang publik yang kreatif dan berkelanjutan," terang Vicktor.
Sspace Musik dari TV Kereta Hadir ke Panggung menghadirkan penampilan beberapa musisi Indonesia seperti Indra Sinaga, Maysha Juan, DNanda, Alika Shafira, dan Tonewaves. Para musisi itu tampil apik memeriahkan acara yang ramai pengunjung, cuaca mendukung, dan atmosfer komunitas yang hidup di ruang terbuka.
Vicktor pun menegaskan, Sspace Musik akan hadir sebagai acara rutin setiap bulan, dengan penampilan musisi yang dikurasi dan format yang dinamis. Bahkan dia berharap, inovasi itu juga bisa menjadi wadah promosi brand.
"Ke depan, Sspace Musik juga akan menjadi platform promosi kreatif bagi berbagai brand yang ingin terhubung dengan audiens urban dan komunitas musik secara lebih autentik di ruang publik," tuturnya.
Sebelumnya, ekspansi PT Era Media Sejahtera Tbk ke event and exhibition telah tertuang dalam kemasan Campus Beauty Fair yang sukses digelar di Atrium Binus Alam Sutera pada 24-28 Februari 2025. Saat itu, Perseroan berhasil menggaet 14 merek kecantikan ternama seperti seperti Wardah, Casablanca, Nutrafor, Kallosa, Pocky, Azzura, Giv, Promag, Axis, Fumiko, Whitelab, Skin+ Clinic, Makarizo, dan Angel Aligner. (E-3)
Perkembangan dunia digital harus diimbangi dengan sistem perlindungan yang memadai bagi setiap warga negara, termasuk perempuan dan anak, dari ancaman yang menyertainya.
Di tengah gaya hidup yang semakin dinamis, fungsi wewangian mulai bergeser dari sekadar pelengkap penampilan menjadi bagian dari ekspresi personal.
PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menegaskan posisinya sebagai pionir inovasi teknologi di industri pasar modal Indonesia melalui peluncuran versi terbaru LADI.
Industri brokerage properti di Indonesia telah mengalami perubahan signifikan dalam lima tahun terakhir. Pergeseran perilaku konsumen yang semakin rasional dan berbasis data
Upaya meningkatkan literasi dan pengelolaan keuangan karyawan semakin menjadi fokus dalam transformasi digital dunia kerja.
Amazon bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI) kembali menggelar program Amazon Girls’ Tech Day untuk menginspirasi dan mempersiapkan generasi perempuan menghadapi masa depan.
Dengan bantuan platform online video, pengguna dapat mengedit klip, menambahkan teks, memasukkan musik, hingga membuat video profesional langsung dari browser.
Saat ini, sekitar 62 persen masyarakat Indonesia telah terbiasa berbelanja daring dua hingga tiga kali per bulan.
KECINTAAN Justisia Dewi pada jam tangan, dan kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu sumber inspirasi usahanya. Ia menghadirkan Ma.ja Watch pada tahun 2021
Tanpa kematangan psikologis yang cukup, anak-anak berisiko tinggi terpapar konten yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
DI tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan digital bagi anak-anak, suara dari akar rumput mengingatkan bahwa regulasi teknis saja tidak cukup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved