Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
INA Digital Edu, unit di bawah Tim INA DIGITAL yang berfokus pada pengembangan pendidikan digital, berkolaborasi dengan Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) Kemendikdasmen untuk memaparkan pengalaman Indonesia dalam membangun solusi pendidikan berbasis teknologi saat kunjungan delegasi AYALA Corporation, perusahaan konglomerasi asal Filipina yang bergerak di berbagai sektor, termasuk perbankan, teknologi, dan edukasi.. Diskusi mencakup berbagai strategi penanganan kesenjangan digital serta penguatan inovasi yang berkelanjutan melalui kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta.
Acara dibuka oleh Head of Digital Commercial Division Peruri Asrul Ardianto, yang menyampaikan bagaimana Peruri telah berevolusi dari yang hanya dikenal sebagai BUMN pencetak uang negara menjadi aktor utama dalam transformasi digital layanan publik nasional.
Melalui INA DIGITAL, Peruri mendorong terciptanya ekosistem layanan pemerintah yang lebih terintegrasi, efisien, dan berbasis teknologi.
Dukungan terhadap inisiatif ini turut disampaikan Principle Subject Matter Expert Peruri A Sunu Widyatmoko dan Kepala Tata Kelola SPBE dan Transformasi Digital di Pusdatin Kemendikdasmen Agus Triarso.
Keduanya menyoroti pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem digital pemerintahan yang mampu mempercepat peningkatan kualitas pembelajaran secara merata di seluruh Indonesia.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Rumah Pendidikan, sebuah ekosistem digital terpadu yang dikembangkan oleh INA Digital Edu. Kevin Emeraldi, Chief Operating Officer INA Digital Edu, menjelaskan bahwa Rumah Pendidikan menyediakan layanan spesifik bagi berbagai pemangku kepentingan pendidikan, mulai dari Ruang Guru dan Tenaga Kependidikan, Ruang Murid, Ruang Bahasa, hingga Ruang Sekolah.
Implementasi Rumah Pendidikan telah menunjukkan dampak nyata, di antaranya peningkatan akses pelatihan berkualitas bagi tenaga pendidik hingga tujuh kali lipat. Pada 2023, sebanyak 1,3 juta guru berhasil memperoleh sertifikasi, sementara 60% siswa menunjukkan peningkatan kompetensi minimum berhitung.
Delegasi AYALA yang terdiri dari Katherine Anne Khoo, Head of Strategy and Impact Ayala Foundation, Inc., dan Francisco Romero Milan, Chief Human Resource Officer and Group Head, Corporate Resources Group AYALA Corporation, menyampaikan apresiasi tinggi atas wawasan dan pencapaian yang dibagikan. Mereka menyatakan minat kuat untuk menjalin kolaborasi lebih lanjut guna mendorong pendidikan yang berkualitas dan berkesinambungan dalam menciptakan sumber daya yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global.
Kunjungan dan diskusi strategis bersama AYALA Corporation ini menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang proaktif dalam transformasi pendidikan digital. Melalui kolaborasi lintas negara, INA Digital Edu yang berada di bawah naungan PERURI berharap dapat terus memperluas dampak positif teknologi dalam dunia pendidikan, menciptakan sistem pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan berdaya saing global. (Z-1)
Pencapaian ini menjadi bukti komitmen Kemendikdasmen dalam menghadirkan inovasi dan transformasi digital
Digitalisasi pembelajaran yang ditetapkan Presiden Prabowo melalui Inpres No. 7 Tahun 2025 menutut kerja sama semua sektor.
Pada tahun ajaran baru 2025/2026 ini, ada dua menu utama yang dapat dimanfaatkan oleh Guru dan Murid, yaitu menu Sumber Belajar dan Bank Soal.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti memperkenalkan Rumah Pendidikan yakni sebuah ekosistem yang terintegrasi yang mendukung akses, kolaborasi, dan efisiensi pendidikan.
Aplikasi ini juga dirancang untuk daerah tertinggal, terluar, dan terdalam (3T) dengan fitur offline yang memungkinkan akses tanpa internet.
Micro decision fatigue adalah situasi ketika otak lelah karena terus-menerus membuat keputusan kecil, sehingga kita menjadi lebih reaktif dan kurang waspada.
Saat ini, banyak platform telah menyediakan fitur kendali orangtua (parental control), namun belum semua orangtua memahami cara mengoperasikannya.
Sistem pengawasan internet yang diterapkan suatu negara dapat memengaruhi bagaimana konten digital beredar serta seberapa besar ruang anonimitas yang tersedia bagi pengguna.
Dengan bantuan platform online video, pengguna dapat mengedit klip, menambahkan teks, memasukkan musik, hingga membuat video profesional langsung dari browser.
Saat ini, sekitar 62 persen masyarakat Indonesia telah terbiasa berbelanja daring dua hingga tiga kali per bulan.
KECINTAAN Justisia Dewi pada jam tangan, dan kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu sumber inspirasi usahanya. Ia menghadirkan Ma.ja Watch pada tahun 2021
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved