Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan kinerja positif di sektor angkutan barang pada awal 2022. Pada kuartal I 2022, perseroan mengangkut sebanyak 12,7 juta ton barang.
Capain tersebut naik 14,4% dibandingkan kuartal I 2021, yakni sebanyak 11,1 juta ton barang. Kenaikan volume angkutan barang juga terjadi pada Maret 2022, dengan KAI mengangkut 4,8 juta ton barang, atau naik 20,2% dibanding Februari 2022 sebanyak 4,0 juta ton barang.
Angkutan barang KAI pada Maret 2022 didominasi oleh angkutan batu bara sebanyak 3,8 juta ton, petikemas 408 ribu ton dan semen 309 ribu ton. Peningkatan terbesar angkutan barang periode Maret, yaitu pada komoditas batu bara yang naik 642 ribu ton atau 20,6%.
Baca juga: Mudik Lebaran, KAI Siapkan 401 Perjalanan per Hari
Lalu, petikemas naik 66 ribu ton atau 19,5% dan BBM naik 43 ribu ton atau 24,3%. “Meningkatnya kinerja angkutan barang ini disebabkan berbagai faktor. Di antaranya, bertambahnya frekuensi perjalanan kereta api barang, faktor cuaca dan lainnya,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam keterangan resmi, Kamis (14/4).
Kinerja angkutan barang KAI yang semakin baik, lanjut dia, merupakan capaian penting untuk keberlangsungan perusahaan di tengah pandemi covid-19. Perseroan terus mengoptimalkan angkutan barang dengan melakukan berkolaborasi, rekayasa pola operasi, serta mencari potensi angkutan dan mitra baru.
Baca juga: Pemerintah Pertebal Bansos dan Tingkatkan Alokasi KUR
Angkutan barang masih menjadi tumpuan bisnis KAI pada tahun ini. Mengingat, sektor angkutan penumpang dalam masa pemulihan. KAI juga optimistis dapat menumbuhkan kinerja di sektor optimalisasi aset, untuk menopang bisnis KAI secara keseluruhan.
“Kereta api memiliki keunggulan dapat mengangkut barang dalam jumlah besar pada satu perjalanan. Sehingga mengurangi beban jalan raya dan bebas macet," jelas Joni.
"Selain itu, angkutan barang menggunakan kereta api juga memiliki keunggulan bebas pungli, waktu pengiriman yang terjadwal dan tepat waktu, serta lebih ramah lingkungan,” tutupnya.(OL-11)
Selain digitalisasi, IPC TPK mulai merancang konsep Hub & Spoke pada terminal-terminal yang dikelola.
Peningkatan volume ini didorong oleh pembukaan layanan baru, baik reguler maupun adhoc, yang memperkuat konektivitas perdagangan.
Klaim sejumlah pejabat tinggi negara bahwa kondisi pascabanjir di Sumatra, tampaknya belum sepenuhnya sejalan dengan realitas di lapangan.
Langkah ekspansi ini dilakukan untuk merespons peran strategis Jawa Timur yang kian melesat sebagai salah satu pusat perdagangan internasional di Indonesia.
Direktur Utama SPJM, Tubagus Patrick, menegaskan bahwa seluruh lini layanan perusahaan telah disiagakan untuk memastikan kelancaran operasional pelabuhan.
IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) terus mencatatkan tren positif kinerja operasional menjelang akhir tahun 2025.
MENTERI Perhubungan Dudy Purwagandhi memastikan pelaksanaan pembatasan kendaraan angkutan barang pada masa Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Aptrindo berharap pemerintah tidak terlalu lama ketika menerapkan durasi pelarangan truk logistik sumbu 3 pada saat libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Kemenhub menyampaikan isu penanganan lebih dimensi dan lebih muatan (ODOL) sebenarnya sudah ada sejak Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Mengawali tiga bulan pertama di tahun 2025, KAI Logistik telah berhasil mengelola lebih dari 5,8 juta ton barang.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatra Utara mencatatkan kinerja positif pada angkutan barang selama triwulan I 2025.
“Kita harus dorong percepatan pergerakan logistik dan tidak boleh terhambat sedikitpun bahkan sampai waktu 16 hari."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved