Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
INDUSTRI properti nasional semakin bertumbuh didukung oleh daya beli masyarakat yang semakin meningkat. Minat pasar terhadap properti hunian paling banyak ditemui di produk dengan kisaran harga Rp500 juta hingga Rp2 miliar, yang merupakan produk unggul di segmen end user atau penghuni langsung kalangan milenial.
Sebagai pengembang properti yang jeli menjawab kebutuhan pasar, PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) giat menyediakan produk rumah tapak dua lantai berkualitas dengan harga milenial.
CEO LPKR John Riady menyampaikan bahwa LPKR terus berinovasi menghasilkan produk berkelas dengan harga terjangkau yang menyasar segmen tersebut.
"Kami meyakini bahwa fundamental permintaan masyarakat yang ingin membeli rumah perdana sangat baik. Permintaan properti terbesar berasal dari rumah tapak dengan harga di bawah Rp2 miliar, yang mana sekitar 80% pembelinya merupakan pasar pemilik perdana. Jadi inilah yang merupakan real economy dan real demand yang harus didukung dan harus terus kita kembangkan," ujar John dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (14/4).
Baca juga: Unik, Hunian yang Mengadopsi Gaya Hidup Pandemi
Menurut John, LPKR akan terus tumbuh seiring dengan permintaan pasar yang besar tersebut. Sejak 2020 hingga saat ini, LPKR tetap konsisten melakukan inovasi produk dengan meluncurkan proyek landed house Cendana Homes Series.
"Untuk merespons permintaan pasar yang sangat tinggi, maka pada 23 April 2022 nanti kami akan meluncurkan proyek Cendana Homes Series yang terbaru yaitu Cendana Marq dan Cendana Nest," ungkapnya.
Proyek rumah tapak dua lantai Cendana Marq dan Cendana Nest yang berlokasi di Lippo Karawaci Barat menerapkan prinsip kaum urban milenial yang menyukai simplicity dalam desain open plan yaitu ruangan rumah yang tidak banyak sekat sehingga menciptakan area multifungsi.
Dengan harga yang terjangkau mulai Rp751 juta, Cendana Marq dan Cendana Nest tersedia dalam tiga type, yakni Cendana Villa dengan luas tanah (LT) 60m2 dan luas bangunan (LB) 55m2, Cendana Residence mulai LT/LB 82,5m2/68m2, serta Cendana Sanctuary LT/LB 97,5m2/88m2.
John menambahkan, peluncuran Cendana Marq dan Cendana Nest pada kuartal kedua tahun ini memberikan kontribusi dalam pencapaian target prapenjualan LPKR pada 2022 ini sebesar Rp5,2 triliun. (RO/S-2)
Permintaan terhadap rumah berkonsep premium di wilayah penyangga Jakarta terus meningkat, terutama di kawasan dengan akses dan infrastruktur yang berkembang pesat.
Pembiayaan perumahan syariah terus tumbuh dengan dukungan developer sebagai mitra strategis, memperkuat sektor properti dan program perumahan nasional.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
Kombinasi lokasi strategis, reputasi pengembang dan dukungan insentif pemerintah menciptakan proposisi nilai yang kompetitif bagi calon pembeli.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Dengan populasi besar, pertumbuhan hunian baru yang berkelanjutan, daya beli yang relatif stabil, Surabaya menjadi salah satu motor utama pertumbuhan sektor properti nasional.
Pasar rumah tapak di Tangerang masih menunjukkan geliat, terutama untuk segmen rumah tumbuh berukuran kompak. Melihat antusiasme ini, Summarecon Tangerang kembali melepas Rona Homes Tahap 2
KPII menyiapkan pengembangan proyek-proyek rumah tapak terjangkau di kawasan penyangga Jakarta sebagai langkah strategis menangkap peluang pertumbuhan sektor residensial
Dalam beberapa tahun terakhir, Tangerang terus memperkuat posisinya sebagai kawasan hunian paling diminati di wilayah Jabodetabek.
Plt. Deputi Bidang Sarana dan Prasarana Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Danis Hidayat Sumadilaga menyampaikan bahwa infrastruktur dasar di IKN sudah siap untuk dihuni
Data terbaru dari Bank Indonesia turut mendukung tren tersebut, dengan Indeks Harga Properti Perumahan (IHPP) pada kuartal II 2025 yang meningkat tipis.
Minat terhadap rumah tapak kembali meningkat di kalangan pembeli muda, terutama sejak pandemi covid-19 memicu perubahan pola hunian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved