Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
KENAIKAN beberapa harga barang impor, khususnya bahan bakar dan pangan, berpotensi mendorong inflasi cukup tinggi pada tahun ini. Hal itu ditekankan tim riset Core Indonesia.
Kenaikan harga minyak dunia sudah direspons oleh produsen BBM. Pertamina, misalnya, pada 3 Maret lalu, telah menaikkan harga BBM Pertamax Turbo, Pertamina DEX, Dexlite dan solar nonsubsidi dan elpiji nonsubsidi.
Adapun kenaikan harga bahan bakar telah terekam pada inflasi Kelompok pengeluaran Perumahan, Air, Listrik dan Bahan Bakar Rumah Tangga pada Februari.
Beberapa komoditas pangan, khususnya gandum dan jagung, juga akan mengerek inflasi. Apalagi, berbagai makanan jadi, seperti mie instan dan roti, sangat bergantung pada gandum impor.
Baca juga: Harga Minyak Goreng Melonjak, Inflasi Maret Capai 0,66%
"Kelompok penduduk miskin dan hampir miskin paling terdampak dari kenaikan ini," jelas Direktur Eksekutif Core Indonesia Mohammad Faisal, Sabtu (2/4).
Di antara harga yang meningkat cukup tajam selama konflik Rusia-Ukraina adalah minyak mentah, gandum dan CPO. Ketiga komoditas ini memiliki andil cukup besar pada bobot perhitungan inflasi konsumen.
Produk turunan gandum dan minyak sawit sendiri memiliki andil inflasi sekitar 2-3%. Dampak inflasi tersebut akan sangat berpengaruh pada rumah tangga miskin. Mengingat, sekitar 60% dari total pengeluaran mereka digunakan untuk membeli makanan.
Baca juga: Di Masa Pandemi, Mensos Justru Sebut Angka Kemiskinan Turun
Lalu, porsi pengeluaran produk turunan gandum, seperti terigu, roti, kue, mie instan, serta minyak goreng pada kelompok pengeluaran kurang dari Rp150 ribu per minggu per kapita. Diketahui, golongan tersebut mendekati garis kemiskinan, atau sekitar 8% dari total pengeluaran makanan.
"Sementara untuk porsi konsumsi listrik, bahan bakar, dan air, golongan ini sekitar 3—4 persen. Dengan demikian, kenaikan bahan pangan dan BBM, dengan asumsi tidak ada intervensi pemerintah, akan semakin menyulitkan kelompok miskin," kata Faisal.
Dampak inflasi berpotensi meningkatkan jumlah penduduk miskin. Sebab, inflasi akan menyebabkan garis kemiskinan naik. Adapun kontribusi makanan turunan gandum terhadap garis kemiskinan mencapai 5%, sementara bensin dan listrik menyumbang sekitar 6%.
Jika pendapatan masyarakat yang hampir miskin atau berada di sekitar garis kemiskinan tidak ikut naik, mereka akan menjadi golongan miskin baru.(OL-11)
Harga minyak dunia tembus US$100 per barel akibat konflik Timur Tengah. Pemerintah memprioritaskan stabilitas ekonomi dan menjaga daya beli masyarakat.
Seskab Teddy Indra Wijaya tegaskan THR ASN, TNI-Polri, & Pensiunan 2026 cair 100%. Simak rincian anggaran Rp55 T, aturan THR swasta, hingga bonus ojol di sini.
Menaker Yassierli pastikan THR 2026 tetap kena pajak PPh 21. Simak aturan tarif TER terbaru dan perbedaan ketentuan pajak THR antara buruh vs ASN di sini.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa pastikan pemerintah tak akan naikkan tarif pajak PPh 21 meski ada rekomendasi IMF. Fokus perkuat daya beli & ekonomi.
Ekonom Indef menilai target pertumbuhan ekonomi 6% di 2026 sangat ambisius. Simak 3 PR besar pemerintah mulai dari daya beli hingga investasi manufaktur.
Menjelang bulan suci Ramadan 2026, aktivitas perdagangan di Pasar Jatinegara belum menunjukkan peningkatan signifikan.
INDONESIA tidak kekurangan uang. Yang kurang adalah arah. Ini bukan gejala siklikal atau persoalan sentimen pasar, melainkan kegagalan struktural.
Tanpa dorongan fiskal awal, ekonomi akan selalu menunggu.
Alih-alih memicu inflasi pangan, program prioritas pemerintah MBG dinilai justru akan menjadi stimulus bagi peningkatan produktivitas nasional dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Berdasarkan data selama bulan Januari hingga Desember 2024, tercatat 38juta kunjungan wisatawan datang ke DIY.
berdasarkan hasil rapat DK OJK yang dilaksanakan pada 1 Oktober lalu menilai sektor jasa keuangan terjaga stabil.
INDONESIA dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) telah melaksanakan Putaran Ketiga Perundingan Perjanjian Perdagangan Bebas antara kedua pihak (Indonesia-GCC FTA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved