Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI pandemi memberikan dampak yang cukup besar khususnya untuk industri ritel di Tanah Air. Pembatasan aktivitas masyarakat dan penutupan pusat perbelanjaan membuat banyak pelaku ritel berada dalam situasi yang sulit.
Di saat industri ritel sedang lesu dikarenakan kondisi pandemi, IUIGA sebagai salah satu pendatang baru di ritel rumah tangga Indonesia mampu mencatatkan kinerja yang positif di tahun 2021.
“Revenue IUIGA mampu bertumbuh hingga 731% pada tahun 2021 bila dibandingkan dengan tahun 2020," ujar William Firman, Managing Director IUIGA Indonesia dalam keterangan pers, Kamis (10/1)
"Hal ini tidak lepas dari adanya kepercayaan pelanggan terhadap IUIGA yang disertai dengan komitmen perusaahan untuk terus menghadirkan inovasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan produk rumah tangga berkualitas secara mudah dan transparan,” jelasnya.
Baca juga : KAI dan Alfamart Hadirkan Gerai Lokomart
William menambahkan bahwa menjaga kepercayaan pelanggan adalah fokus utama perusahaan untuk memiliki pertumbuhan yang berkelanjutan. Hal ini membuat transparansi terhadap produk dan kualitas adalah hal yang sangat penting.
Seperti yang telah diketahui, IUIGA memberikan transparansi harga di setiap produk yang dijual meliputi harga pokok, profit, sampai dengan komparasi harga dari merek premium yang menggunakan pabrik yang sama dengan IUIGA
“Awal kehadiran kami adalah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan kualitas produk yang setara dengan merek besar di pasaran dengan harga yang lebih bersaing," katanya.
"Harga jual kami ke konsumen sangat kami kontrol di maksimal 2.5 kali harga pokok produksi sedangkan di ritel tradisional umumnya di angka 8 sampai dengan 15 kali,” tutur William.
Sampai dengan berita ini dirilis, IUIGA juga berhasil melakukan ekspansi di 2021 dengan memiliki 5 gerai dari 2 gerai di tahun 2020. 5 gerai ini tersebar di Jabodetabek yaitu Mall of Indonesia, Grand Indonesia, Aeon Mall Sentul, Lippo Mall Puri, dan Pondok Indah Mall.
IUIGA juga membawa teknologi Retail+ pada setiap gerai-nya, dimana teknologi Retail+ ini memberikan pilihan kepada pelanggan untuk melakukan pembayaran tanpa kasir.
Selain itu, IUIGA juga memperkenalkan fitur terbarunya yaitu Virtual Tour di akhir tahun 2021. Fitur Virtual Tour ini memungkinkan pelanggan mengunjungi gerai IUIGA secara virtual.
"Fitur ini juga merupakan inovasi pertama di industri ritel khususnya Indonesia, yang dapat memberikan pengalaman berbelanja lebih baik bagi masyarakat khususnya terkait kebutuhan mencoba produk sebelum membeli," ujar Wiliam. (RO/OL-09)
MENUTUP 2025, pertumbuhan bisnis BRI Life meningkat signifikan. Ini ditunjukkan oleh pertumbuhan profit meningkat 25,4% dari Rp760,4 miliar pada 2024 menjadi Rp954 miliar pada 2025.
Ajang Business Matching Indonesia–Korea sukses digelar pada 21 Januari 2026 di Marina Bay Seoul Hotel & Resort, Korea Selatan.
Kehadiran Prabowo dalam forum tersebut menunjukkan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan investasi strategis dengan Inggris.
Tantangan pelaku usaha terkini yaitu cara mengelola kolaborasi tim, komunikasi, dan proses kerja secara efisien dalam satu sistem yang terintegrasi.
Pelaku menyerang siapa saja yang mudah ditembus. Mereka tidak peduli apakah Anda perusahaan besar atau kecil. Jika Anda lengah, Anda akan menjadi korban.
BISNIS dan sufisme sebenarnya dua wilayah yang berbeda. Ketika orang berbicara tentang bisnis, ia akan segera lari kepada keuntungan-keuntunngan ekonomis.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
BADAN Pusat Statistik (BPS) mencatat penyerapan tenaga kerja nasional menunjukkan tren membaik pada November 2025.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif, menguat tipis sebesar 2,68 poin.
Anjloknya harga emas pada perdagangan hari ini memberikan tekanan langsung terhadap sentimen saham-saham tambang emas di Bursa Efek Indonesia (BEI).
IHSG mengakhiri perdagangan Selasa sore di zona merah. Tekanan jual muncul seiring investor melakukan aksi ambil untung (profit taking) menjelang libur dan cuti bersama Natal.
Sektor non-migas menjadi pendorong utama surplus perdagangan Batam pada September 2025, dengan mesin dan peralatan listrik (HS 85) mendominasi ekspor dengan nilai US$831,02 juta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved