Senin 07 Februari 2022, 20:45 WIB

PPKM Level 3 di Jabodetabek Akan Hambat Perekonomian Triwulan I 2022

Insi Nantika Jelita | Ekonomi
PPKM Level 3 di Jabodetabek Akan Hambat Perekonomian Triwulan I 2022

MI/RAMDANI
Layar monitor berisi himbauan terkait Covid-19 varian Omikron terpasang di salah satu gedung kawasan Semanggi, Jakarta.

 

KAMAR Dagang dan Industri (Kadin) menilai penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di Jabodetabek serta diwilayah Bandung Raya, DI Yogjakarta dan Bali akan berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi di awal semester tahun ini.

Alasannya ialah adanya pembatasan aktivitas di berbagai sektor usaha, seperti jam operasional sampai jam 21.00 dengan jumlah pengunjung maksimal 50% di pusat perbelanjaan, mal, supermarket dan pasar swalayan.

Begitu juga di restoran atau rumah makan baik di dalam gedung maupun area terbuka dengan kapasitas pengunjung 50% dengan batas jam operasional pukul 21.00. Sedangkan, fasilitas umum seperti pusat wisata dan taman umum ditutup, termasuk transportasi umum kapasitas maksimal 70%.

"Dengan diberlakukan kembali PPKM level 3, maka akan sangat berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi kita di kuartal I 2022," kata Wakil Ketua Umum Bidang Pengembangan Otonomi Daerah Kadin Sarman Simanjorang dalam keterangan resmi, Senin (7/2).

Baca juga: 57,89% Geliat Ekonomi Indonesia Ditopang Pulau Jawa

Para pengusaha berharap penerapan level 3 tidak berlangsung lama dan pada pertengahan Maret nanti sudah dapat dikendalikan covid-19, sehingga pemerintah dapat menurunkan level PPKM mengingat pada minggu pertama April 2022.

Pasalnya, pada April sudah memasuki bulan Ramadhan dan lanjut perayaan Hari Raya Idul Fitri. Momentum ini, lanjut Sarman, harus kita manfaatkan untuk menambah omzet dan profit para pelaku usaha yang berdampak pada naiknya konsumsi rumah tangga, serta bisa memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

"Momentum Idul Fitri merupakan puncak perputaran uang terbesar di Indonesia, momentum ini harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha semaksimal mungkin untuk memperkuat arus kasnya untuk mampu bertahan ditengah ketidakpastian ini," jelas Sarman.

Di satu sisi, Kadin mendorong pemerintah terus mengenjot program suntikan booster kepada masyarakat utamanya di Jabodetak, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Barat dan Bali untuk memperkuat imunitas masyarakat sehingga dampak omikron dapat diminimalisir.

"Dengan pemerintah segera mengendalikan omikron, proses pemulihan ekonomi kita dapat berlanjut sehingga target pertumbuhan ekonomi 2022 sebesar 5 sampai 5,5% dapat tercapai," pungkasnya. (OL-4)

Baca Juga

MI/ Eva Pardiana

Indonesia Perluas Akses Pasar Kopi Hingga Mancanegara

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 21:50 WIB
Menurut Syahrul, kopi Indonesia selama ini cukup dikenal di seluruh dunia karena memiliki ciri khas...
Antara

Bahlil: Selain Kawasan Batang, Foxconn Lirik Investasi di IKN

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 21:44 WIB
Presiden Jokowi mengapresiasi rencana investasi Foxconn, yang akan menggandeng BUMN dan swasta nasional, dengan melibatkan pengusaha lokal...
Dok Kementan

Kementan Jalin Kemitraan untuk Perkuat Hilirisasi Kopi dan Kakao Bali

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 21:30 WIB
Dedi Junaedi mengatakan saat ini ekspor kopi Indonesia meningkat 0,9% dari sisi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya