Selasa 01 Februari 2022, 09:06 WIB

Kebijakan Satu Harga Minyak Goreng, Anggota DPR: Masih Gagal Total

mediaindonesia.com | Ekonomi
Kebijakan Satu Harga Minyak Goreng, Anggota DPR: Masih Gagal Total

Ist/DPR
Anggota Komisi VI DPR RI Mufti A.N. Anam dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI bersama Kemendag.

 

ANGOOTA Komisi VI DPR RI Mufti A.N. Anam menilai kebijakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) guna mengatasi lonjakan harga dan kelangkaan minyak goreng tersebut gagal total. Menurutnya, harga minyak goreng di berbagai daerah masih belum sesuai yang disampaikan pemerintah, yakni Rp14.000 per liter.

"Setelah melihat apa yang dilakukan Pak Menteri (Perdagangan) sampai hari ini, kami menilai bahwa kebijakan yang diambil menurut kami masih gagal total," ujar Anggota Komisi VI DPR Mufti Anam dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI bersama Kemendag di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Senin (31/1).

Kemendag sebelumnya telah menerapkan kebijakan satu harga minyak goreng Rp 14.000 per liter, baik ke pasar maupun ke ritel modern yang berlaku di seluruh Indonesia.. Namun, kebijakan yang sudah berlaku sejak 19 Januari 2022 tersebut masih sulit ditemui di masyarakat.

"Kami beberapa hari kemarin turun (ke lapangan) karena kami ingin memastikan betul bahwa apakah (minyak goreng) Rp14.000 itu betul-betul ada di lapangan. Kenyataannya, jangankan kemarin, per tadi pagi di pasar besar atau di pusat grosir harga minyak goreng Rp18.000 di dapil kami," ungkap politikus PDI-Perjuangan itu.

Ia meminta, kebijakan Kemendag jangan hanya sekadar pencitraan, karena menurutnya keluhan yang ia sampaikan tersebut merupakan bentuk tangisan rakyat.

“Konstituen kami bilang, dia jualan gorengan Rp1.000, untuk jualan saja tidak cukup. Untuk beli minyak goreng saja tidak cukup. Untuk menaikkan harga, mau dijual Rp1.250 saja, tidak akan ada yang beli gorengannya mereka. Ini salah satu contoh di dapil kami,” lanjutnya.

Meski demikian, dirinya  mengapresiasi kebijakan satu harga minyak tersebut, dan rencananya akan turun lagi pada beberapa item. Mufti menilai, perlu ada kontrol yang terukur dalam mengimplementasikan kebijakan tersebut. Kontrol tersebut diantaranya mencakup sanksi bagi produsen yang tidak mengikuti kebijakan.

“Kami meminta dalam seminggu ke depan, disampaikan kepada Komisi VI, berapa  jumlah toko yang melanggar, jumlah produsen yang melanggar kebijakan, dan apa langkah yang akan diambil.” tegas legislator dapil Jawa Timur II tersebut. (RO/OL-09)

Baca Juga

Dok. Aquaprrof

Pentingnya Pelapis Anti Bocor untuk Talang Air dan Dak Beton

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 02 Desember 2022, 11:10 WIB
Selain memperhatikan secara berkala bagian talang air agar tetap bersih dari sampah atau dedaunan yang menyumbat, penggunaan cat pelapis...
Dok.MI/Fransisco Hutama Gani

LPKR Optimistis Pendapatan Berulang Mal dan Hotel Bertumbuh

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 02 Desember 2022, 10:48 WIB
Per September 2022, LPKR berhasil meraih pendapatan sebesar Rp253 miliar dan EBITDA Rp87 miliar dari bisnis...
Dok. Aimfood

Bantu Rintis Bisnis Makanan-Minuman Lewat Jasa Maklon, Aimfood Jamin Kualitas dan Keamanan Produk

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 02 Desember 2022, 10:04 WIB
Dengan menggunakan jasa maklon dari Aimfood, ada banyak keuntungan yang bisa didapatkan. Pertama , klien tidak perlu memikirkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya