Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
BURSA Amerika Serikat, Wall Street bergerak liar dan melemah pada penutupan Kamis atau Jumat pagi WIB (27/1), dengan Indeks S&P 500 kembali menghindari konfirmasi koreksi pada akhir sesi yang ditandai oleh reli, aksi jual, dan pemulihan, ketika investor mencerna berita ekonomi positif dengan laba perusahaan yang beragam, kerusuhan geopolitik dan prospek Fed yang lebih hawkish.
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 7,31 poin atau 0,02 persen, menjadi menetap di 34.160,78 poin. Indeks S&P 500 kehilangan 23,42 poin atau 0,54 persen, menjadi berakhir di 4.326,51 poin. Indeks Komposit Nasdaq tergelincir 189,34 poin atau 1,4 persen, menjadi ditutup di 13.352,78 poin.
Dari 11 sektor utama di Indeks S&P 500, lima sektor berakhir di zona merah, dengan saham-saham consumer discretionary atau konsumer nonprimer mengalami penurunan persentase terbesar.
Ketiga indeks utama saham AS berakhir lebih rendah, setelah dikejutkan oleh ketidakpastian dalam beberapa hari terakhir, ditandai oleh fluktuasi yang luas dan volatilitas yang meningkat.
Saham-saham berkapitalisasi kecil mengalami kesulitan, dengan indeks Russell 2000 sekarang lebih dari 20 persen di bawah rekor tertinggi 8 November, secara resmi mengkonfirmasikan bahwa indeks telah berada di pasar bearish sejak saat itu.
"Ini adalah pasar yang skizofrenia," kata Ahli Strategi Portofolio Senior Ingalls & Snyder, Tim Ghriskey, di New York. "Ada orang yang percaya bahwa segala sesuatu yang negatif telah diabaikan dan ada orang lain yang percaya bahwa yang terburuk belum datang."
"Ini adalah periode banyak ketidakpastian, sudah seperti ini sepanjang bulan," tambah Ghriskey.
Di antara serentetan data ekonomi yang dirilis pada Kamis (27/1/2022), yang terdepan data PDB kuartal keempat menunjukkan ekonomi AS pada tahun 2021 tumbuh pada laju tercepat dalam hampir empat dekade menurut data Departemen Perdagangan.
Pasar bergerak setelah rilis pernyataan FOMC pada Rabu (26/1/2022) yang mempertahankan suku bunga utama mendekati nol, dan sesi tanya jawab berikutnya Ketua Fed Jerome Powell di mana ia tampaknya meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga lebih banyak tahun ini dari yang diperkirakan sebelumnya, dimulai pada Maret.
Pasar berjangka dana federal sekarang memperkirakan hampir lima kenaikan suku bunga tahun ini setelah pernyataan Powell.
Sementara itu, ketegangan geopolitik memanas, ketika Rusia terus menambah pasukannya di sepanjang perbatasan Ukraina dan para diplomat berebut menghindari konflik di wilayah tersebut.
Musim pelaporan keuangan perusahaan kuartal keempat telah mencapai langkah penuh, dengan 145 perusahaan di S&P 500 telah melaporkan kinerja keuangannya. Dari jumlah tersebut, 79 persen telah memberikan hasil yang mengalahkan konsensus, menurut data Refinitiv.
Analis sekarang memperkirakan, secara agregat, pertumbuhan laba kuartal keempat secara tahun-ke-tahun sebesar 24,2 persen untuk S&P 500.
"Angka-angka dan terutama panduannya belum begitu menginspirasi dan itulah faktor yang membatasi kenaikan sejauh minggu ini," kata Kepala Eksekutif Horizon Investment Services, Chuck Carlson, di Hammond, Indiana.
Tantangan rantai pasokan, mesin pendorong inflasi melalui pemulihan dari krisis kesehatan global, telah menjadi tema yang berulang di musim laporan keuangan ini.
Intel Corp mengutip masalah itu sebagai alasan di balik perkiraan laba kuartal pertama yang mengecewakan, yang membuat sahamnya jatuh 7,0 persen. Prospek buruk Intel membebani sektor yang lebih luas, mengirim indeks semikonduktor Philadelphia SE jatuh 4,8 persen, penurunan satu hari terburuk sejak 8 Maret 2021.
Saham Tesla Inc anjlok 11,6 persen setelah perusahaan memperingatkan bahwa masalah pasokan akan berlangsung sepanjang 2022. Saham saingannya Lucid Group dan Rivian Automotive juga terpuruk masing-masing 14,1 persen dan 10,5 persen.
Sebaliknya saham Netflix Inc melonjak 7,5 persen menyusul berita bahwa investor miliarder William Ackman telah mengumpulkan satu miliar dolar saham baru di perusahaan tersebut. (Ant/OL-13)
Baca Juga: Dolar Melesat, Bank Sentral AS Siap Naikkan Suku Bunga Lebih Cepat
Putusan Mahkamah Agung AS terkait tarif Donald Trump menjadi sentimen positif bagi IHSG. Pasar juga mencermati data PDB AS, inflasi PCE, dan arah suku bunga The Fed.
Prediksi harga emas Sabtu 14 Februari 2026 diperkirakan stabil hingga menguat terbatas, dipengaruhi harga emas dunia dan nilai tukar rupiah.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 42 poin ke Rp16.828 per dolar AS. Penguatan dolar dan naiknya probabilitas The Fed menahan suku bunga pada Maret 2026 menekan pergerakan rupiah.
HARGA bitcoin kembali mengalami pelemahan di bawah US$90.000 setelah Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75%.
HARGA emas hari ini dan perak terus mencatatkan rekor kenaikan pada Kamis (29/1) akibat pembelian aset aman di tengah ketegangan geopolitik dan ekonomi, serta setelah kebijakan The Fed AS.
Federal Reserve (The Fed) hampir dipastikan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam keputusan kebijakan terbaru yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu (28/1) sore waktu setempat
Harga emas dunia diperkirakan menguat moderat pada Kamis (26/2) didorong sentimen safe haven dan ketidakpastian global, dengan support di kisaran 5.180–5.200 dolar AS per troy ounce.
Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan Rabu tercatat melemah 19 poin atau sekitar 0,11% ke level Rp16.848 per dolar AS.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS hari ini, Rabu 25 Februari 2026, dibuka melemah ke level Rp16.848. Ketidakpastian global menjadi pemicu utama.
Nilai tukar Mata Uang Rupiah pada Selasa pagi (24/2/2026) melemah 10 poin ke level Rp16.835 per dolar AS. Simak analisis penyebab pelemahan rupiah hari ini.
Prediksi harga emas Senin 23 Februari 2026 diperkirakan masih dalam tren positif. Simak faktor dolar AS, suku bunga, dan sentimen global yang memengaruhi pasar.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Kamis 19 Februari 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved