Kamis 27 Januari 2022, 21:10 WIB

Mentan Resmikan Pertemuan Kelompok Kerja Bidang Pertanian G20

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Mentan Resmikan Pertemuan Kelompok Kerja Bidang Pertanian G20

ANTARA/SIGID KURNIAWAN
Pengendara motor melintas di depan logo Presidensi G20 Indonesia 2022 di Bundaran HI, Jakarta, Jumat (21/1/2022).

 

MENTERI Pertanian Syahrul Yasin Limpo secara resmi membuka pertemuan kelompok kerja bidang pertanian G20 Presidensi Indonesia 2022. Dalam pertemuan ini, terdapat tiga isu prioritas yang akan menjadi pembahasan.

"Pertama, membangun sistem pangan dan pertanian yang tangguh dan berkelanjutan. Kedua, mempromosikan perdagangan pangan yang terbuka, adil, dapat diprediksi, dan transparan. Ketiga, mendorong bisnis pertanian yang inovatif melalui pertanian digital untuk memperbaiki kehidupan pertanian di wilayah pedesaan," ungkapnya dalam Kick Off Ceremony Agriculture Working Group G20 Indonesia 2022 secara virtual, Kamis (27/1).

Lebih lanjut, Syahrul mengatakan bahwa pada tahun 2022 ini, masyarakat dunia masih menjumpai sejumlah tantangan global akibat dampak pandemi covid-19 serta perubahan iklim yang telah menjauhkan dunia dari tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, khususnya tujuan satu dan dua yakni pengentasan kelaparan dan kemiskinan yang menjadi tujuan bersama.

Menurutnya, ketahanan pangan harus tetap menjadi isu sentral dalam keseluruhan rangkaian G20 kelompok kerja bidang pertanian pada tahun 2022 ini dan tahun berikutnya.

"Ketahanan pangan serta mengatasi kelaparan dan kemiskinan tentu menjadi isu sentral yang harus dicapai oleh seluruh kelompok kerja G20 di bidang pertanian," kata Syahrul.

Syahrul menambahkan, pandemi covid-19 juga menciptakan tantangan terhadap ketahanan pangan dan nutrisi yang diakibatkan oleh pembatasan pergerakan barang dan jasa, baik di tingkat lokal, regional dan global.

Jalur logistik dan sistem distribusi pangan juga terdampak sangat serius. Sementara itu, beberapa negara menetapkan proteksi terhadap stok nasional yang berdampak pada ketidakseimbangan sistem pangan global.

Pada tingkat nasional, hal ini menyebabkan tingkatan risiko pada akses pangan dan nutrisi terutama bagi penduduk miskin di desa dan daerah perkotaan. Pada tingkat global, hal ini juga memperparah ketahanan pangan dan nutrisi pada negara berkembang negara terbelakang lainnya.

"Situasi ini menjadi semakin kompleks sehubungan dengan tantangan yang ada pada perubahan iklim yang ada. Penurunan dan degradasi sumber daya alam dan ancaman penyakit menular lintas batas negara ada di depan mata kita menjadi tantangan yang harus kita carikan solusinya," ujarnya.

Sebagai komunitas global, lanjut Syahrul, G20 perlu mendukung peran krusial dari sektor pertanian dalam penyediaan pangan dan gizi penting bagi semua orang dan menjamin pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan tanpa membiarkan satu orang pun tertinggal di belakang.

Negara G20 dikatakan harus betul-betul bersinergi dalam memastikan ketahanan pangan dan gizi bagi semua orang melalui keseimbangan jaminan produksi pangan dan pertanian nasional yang dimiliki, serta jaminan keandalan, kepastian, dan keadilan perdagangan pangan dan pertanian lintas batas negara.

"Melalui hal ini, kami berharap para Menteri Pertanian G20 dapat menyepakati komitmen bersama untuk memastikan keseimbangan pasokan pangan nasional dari sumber produksi pertanian dalam negeri dan jaminan kelancaranan perdagangan pangan dan pertanian lintas batas negara untuk menjamin kecukupan pangan bagi kita semua," tegas Syahrul.

Baca juga: Presidensi G20 Indonesia, KKP Angkat 3 Isu Prioritas

Di tempat yang sama, Menteri Pertanian Italia Stefano Patuanelli menuturkan bahwa ketahanan pangan selalu menjadi inti perdebatan para Menteri Pertanian dalam forum G20. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, terlepas dari upaya yang telah dilakukan, jumlah orang yang kekurangan gizi atau tidak memiliki akses terhadap pangan justru meningkat.

"Karena alasan tersebut, kita tidak dapat mengalihkan perhatian kita dari ketahanan pangan," ucap Stefano.

Stefano pun percaya bahwa forum G20 kelompok kerja bidang pertanian di bawah arahan kepemimpinan Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo dapat merumuskan kompromi yang seimbang dari berbagai aspirasi dan kebutuhan yang beragam dari negara anggota G20.

"Hal ini untuk menjamin ketersediaan pangan bagi semua melalui produksi pertanian dan perdagangan yang transparan dan terbuka," ucapnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinator Kerja Sama Ekonomi Internasional selaku Co-Sherpa G20 Indonesia, Edi Prio Pambudi berharap pada pertemuan ini, Indonesia dapat mendorong kolaborasi G20 dalam mewujudukan ketahan pangan dan gizi yang fokus pada pembangunan sistem pangan dan pertanian yang tangguh serta berkelanjutan, meningkatkan mata pencaharian small farmers, mempromosikan perdagangan pertanian, serta inovasi agrikultur melalui pemanfaatan digital.

"Kita tentu mengharapkan kolaborasi yang kuat. Pembahasan dalam pertemuan ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi dalam aspek ketahanan pangan, teknologi dan digitalisasi sektor pertanian, riset dan inovasi pertanian, peranan pemuda dalam membangun inovasi pertanian karena sektor pertanian memerlukan peningkatan produktivitas dan menarik sebanyak banyaknya pekerja muda, serta mengentaskan kelaparan dan kemiskinan ekstrem," ujar Edi.

Perlu diketahui, rangkaian pertemuan kelompok kerja G20 bidang pertanian sepanjang 2022 akan meliputi pertemuan tingkat Menteri Pertanian pada tanggal 13-15 September 2022 di Bali. Lalu pertemuan tingkat Deputi Pertanian pertama pada tanggal 30-31 Maret 2022 di Bogor secara online dan pertemuan kedua pada tanggal 27-29 Juli 2022 di Yogyakarta.

Selain itu, terdapat pula pertemuan subworking group agriculture market information system pada tanggal 23 Maret 2022 di Bogor secara online, dan terakhir pertemuan subworking group meeting of chief agriculture scientist pada tanggal 6-8 Juli 2022 di Bali.

Dalam pertemuan ini juga menjadwalkan serangkaian side event berupa webinar, global forum, pameran, dan kunjungan lapangan. (A-2)

Baca Juga

Ist

Sandiaga Uno Ajak UMKM Berkolaborasi dengan Platform E-commerce

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 08:14 WIB
Pelaku UMKM diminta berkolaborasi dengan platform digital agar dapat semakin menciptakan peluang usaha, membangkitkan ekonomi, dan...
MI/HO

Mendag Sebut Harga Komoditas Tinggi Peluang bagi Investasi dan Inovasi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 26 Mei 2022, 05:11 WIB
“Ini bagian dari oprtunity. Harga komoditas tinggi ini menyebabkan banyak investasi dan inovasi untuk menciptakan nilai tambah bagi...
MI/ Susanto

Kemenkeu: Kondisi Utang Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain

👤M Ilham Ramadhan Avisena 🕔Rabu 25 Mei 2022, 23:57 WIB
Selain itu, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga disebut masih berada di bawah batas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya