Selasa 25 Januari 2022, 19:23 WIB

Wapres Minta Proses Sertifikasi Produk Halal UMKM Dipermudah 

Emir Chairullah | Ekonomi
Wapres Minta Proses Sertifikasi Produk Halal UMKM Dipermudah 

MI/Sumaryanto Bronto
Logo halal MUI

 

WAKIL Presiden Ma'ruf Amin meminta proses sertifikasi halal produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) agar dipermudah. Pasalnya, dengan 64 juta pengusaha yang ada di Indonesia, produk-produk UMKM memerlukan layanan sertifikasi halal bagi produk-produknya agar bisa menembus pasar halal global. 

“Jaminan kehalalan produk UMKM juga merupakan salah satu syarat untuk menembus pasar halal global,” tutur Wapres saat menghadiri acara Tasyakur Milad Ke-33 Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-Obatan, dan Kosmetika-Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) secara virtual di Jakarta, Selasa. 

Ma’ruf menyebutkan, pemerintah saat ini tengah berupaya menuntaskan dua pekerjaan besar hingga 2024, yaitu kewajiban tersertifikasinya bagi seluruh produk makanan dan minuman halal, sekaligus mewujudkan visi Indonesia sebagai pusat industri produk halal dunia. 

Untuk itu, dirinya berharap LPPOM-MUI sebagai pionir Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) di tanah air, terus membantu mewujudkan dua hal tersebut dengan melakukan percepatan sertifikasi halal khususnya bagi UMKM sektor makanan dan minuman. 

“LPPOM-MUI perlu terus mendukung upaya perluasan dan percepatan proses sertifikasi halal, terutama bagi UMKM sektor makanan dan minuman,” pintanya. 

Di samping itu, sambung Wapres, dukungan terhadap penguatan ekosistem industri halal juga diperlukan, terutama untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas industri produk halal, agar semakin memberi nilai tambah bagi perekonomian Indonesia. Terkait hal ini, Wapres pun mengapresiasi LPPOM-MUI yang sejauh ini telah cukup membantu dengan berbagai terobosan. 

Baca juga : Investasi bakal Capai Target, Ekonomi Diyakini Tumbuh 4%

"Terima kasih kepada LPPOM-MUI yang ikut berperan aktif dalam program Sertifikasi Halal Gratis (Sehati) bagi UMK, dan melalui penyelenggaraan Festival Syawal yang berhasil mencetak 644 UMK bersertifikat halal," pujinya. 

Termasuk, ungkap Ma’ruf, terobosannya dalam mengupayakan percepatan sertifikasi halal di tengah pandemi, melalui sistem Modified On-Site Audit (MOSA). 

"Ini merupakan layanan sertifikasi halal daring, khususnya bagi produk-produk yang bersifat sederhana dan tidak memiliki tingkat kritis halal tinggi," jelasnya. 

Terakhir, Ma’ruf kembali mengingatkan bahwa label halal sangat penting untuk memberi keyakinan bahwa mutu produk terjamin aman dan sesuai dengan syariat sekaligus memberi nilai tambah daya saing produk. 

"Terlebih saat ini, ketika kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi produk halal semakin meningkat, bahkan telah menjadi bagian dari gaya hidup (lifestyle)," pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

Dok. JULO

Kolaborasi JULO dan BukuWarung Perluas Akses Kredit untuk Pembiayaan Modal Usaha 7 Juta UMKM

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:39 WIB
Sejak Agustus 2021, JULO bekerja sama dengan BukuWarung memberikan akses kredit digital ke 7 juta UMKM pengguna BukuWarung di...
Dok. Lanxess

Lanxess Gelar Virtual Days Sosialiasi Perkembangan Industri Bahan Kimia Khusus

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:30 WIB
Webinar akan digelar dalam berbagai bahasa dengan basis waktu berbeda-beda bagi wilayah Eropa dan Timur Tengah (EMEA), Asia, India, dan...
Dok. Jaya REeal Property

Geliat Industri Properti Terus Berlanjut, Jaya Real Properti Luncurkan Ruko 2 Lantai Seharga Rp2,2 M

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 27 Mei 2022, 22:18 WIB
Produk ini berupa ruko dua lantai untuk menangkap captive market milenial (usia 24-39 tahun) dan produktif (perkiraan usia 15-64 tahun)...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya