Kamis 20 Januari 2022, 12:08 WIB

Pertamina dan Grab Sepakat Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Despian Nurhidayat | Ekonomi
Pertamina dan Grab Sepakat Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI.
Pengemudi Grab Electric mengisi daya listrik kendaraan di Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), Jakarta Pusat.

 

PERTAMINA melalui dua subholdingnya, Pertamina NRE dan Patra Niaga, menandatangani nota kesepahaman dengan Grab Indonesia untuk memperkuat ekosistem electric vehicle (EV).

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut melibatkan beberapa pihak yaitu Pertamina Power Indonesia (Pertamina NRE), Patra Niaga, dan Grab Indonesia.

“Pertamina NRE berkomitmen kuat untuk mengawal transisi energi. Ekosistem EV merupakan salah satu bisnis yang sedang kami kembangkan saat ini melalui Indonesia Battery Corporation," Pertamina NRE Dannif Danusaputro dilansir dari keterangan resmi, Kamis (20/1).

"Kami sangat menyambut kerja sama strategis ini yang akan mempercepat tumbuh dan berkembangnya ekosistem EV di Indonesia,” kata Dannif.

Pertamina NRE berpartisipasi dalam BUMN baterai Indonesia Battery Corporation (IBC) bersama dengan PLN, MIND ID, dan Antam. IBC fokus pada industri baterai dari hulu ke hilir. Ditargetkan produksi mencapai 140 GWh pada tahun 2029.

Peran Pertamina tidak hanya pada produksi baterai melainkan juga penyediaan infrastruktur penukaran baterai kendaraan listrik.

Stasiun Pengisian Bahan bakar Umum (SPBU) Pertamina yang dikelola oleh Patra Niaga menjadi titik yang tepat untuk menjadi stasiun penukaran baterai kendaraan listrik.

Patra Niaga saat ini tengah gencar dengan program Green Energy Station (GES), yaitu konsep SPBU ramah lingkungan di mana salah satu layanan yang disediakan adalah pengisian listrik ataupun penukaran baterai untuk kendaraan listrik.

Saat ini jumlah GES mencapai 101 yang tersebar di berbagai wilayah nusantara.

“Dengan adanya kerja sama strategis, ketiga belah pihak akan menyatukan kekuatan untuk memastikan bahwa sistem pendistribusian baterai, mulai dari teknologi stasiun penukaran baterai (battery swap station) hingga pemilihan lokasi bagi jaringan stasiun-stasiun tersebut semakin lancar agar lebih banyak lagi pengemudi yang beralih ke kendaraan listrik,” tambah Direktur Utama Patra Niaga Alfian Nasution.

Grab sendiri telah memanfaatkan kendaraan listrik dalam lini bisnisnya, antara lain GrabCar, GrabBike, dan GrabFood dengan armada mobil, motor, dan sepeda listrik.

Grab telah mengoperasikan lebih dari 8.500 kendaraan listrik di Indonesia sebagai bagian dari komitmen mendukung Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

“Grab memiliki komitmen yang sama dengan mitra-mitra strategisnya, Pertamina Power Indonesia (Pertamina NRE) dan Patra Niaga, dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia," kata President of Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

"Sebagai penyedia layanan transportasi, Grab siap membagikan pengalaman dan membuka akses ke pasar terkait pengoperasian armada kendaraan listrik," jelasnya.

"Kami pun yakin bahwa perluasan kehadiran kendaraan listrik akan membawa manfaat sangat besar bagi penumpang, mitra pengemudi, dan tentunya, keberlangsungan lingkungan, yang menjadi bagian dari fokus dari inisiatif #LangkahHijau Grab,” tutur Ridzki.

Proyek bersama ini  direncanakan dimulai di Bali tahun ini. Bali akan menjadi tuan rumah perhelatan G20, sehingga akan menjadi momen yang tepat untuk menunjukkan komitmen kuat Indonesia dalam transisi energi serta mencapai target net zero emission pada tahun 2060.

Bali semakin gencar mendorong pemanfaatan energi bersih dengan menerbitkan Peraturan Gubernur nomor 45 tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih. (Des/OL-09)

Baca Juga

DOK Sinar Mas Land.

Southgate Residence Beri Keringanan Pembelian Apartemen Bersama Jendela360

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 17:11 WIB
Kerja sama itu diluncurkan pada Southgate Expo pada 21-29 Mei 2022 di Main Atrium AEON Mall...
Ilustrasi

Transisi Menuju Endemi, Industri Pernikahan Perlahan Mulai Bangkit

👤Putra Ananda 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 17:00 WIB
Kebangkitan industri pernikahan disebutkan oleh Peter mampu memberikan efek domino terhadap perbaikan ekonomi pasca pandemi...
MI/Permana Pandega

Teten : Kopi Jadi Komoditas Unggulan, 96% Perkebunan Dikuasai Petani

👤Insi Nantika Jelita 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 16:45 WIB
"Kopi dan rempah adalah komoditas unggulan negara kita yang harus dikelola baik. Harus dikuasai inovasi teknologinya, punya nilai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya